Sate gurita

Sate gurita adalah salah satu kuliner khas Pulau Weh yang berada di Kota Sabang, Aceh. Sate gurita berbeda dengan kuliner sate lainnya yang bahan utamanya seperti daging sapi, ayam, dan kambing karena memiliki tekstur yang kenyal. Sate gurita terbuat dari daging gurita yang ditusuk dengan lidi, kemudian dipanggang menggunakan arang dan disajikan dengan tambahan lontong yang diberi bumbu kacang atau bumbu padang.[1] Pembuatan bumbu padang yang nikmat dilakukan dengan mengolah cabai merah, kunyit, jintan dan kacang yang dihaluskan secara bersamaan, kemudian tahap terakhir tambahkan penyedap untuk menambahkan cita rasa yang semakin gurih ketika disantap.[2]

Sejarah

Kehadiran sate gurita berawal ketika hasil tangkapan gurita di Sabang sangat melimpah, sehingga masyarakat mengolah menjadi menu olahan sate. Sate gurita sudah ada sekitar tahun 1980-an, seorang pedagang di Jalan Perdagangan, Kota Sabang yang menjualkan sate gurita pada masyarakat sekitar.[2] Pada tahun 2007, pasca musibah tsunami di Aceh, kuliner sate gurita menjadi populer sebab terdapat banyak wisatawan yang berkunjung ke Sabang. Mulai saat itu, masyarakat Sabang mendapatkan pelatihan usaha mikro dari berbagai lembaga lokal maupun asing, sehingga popularitas sate gurita semakin meningkat. Kini, sate gurita dapat ditemukan hampir di semua penjuru Kota Sabang pada sore hingga malam hari.[3]

Referensi

  1. ^ Fitriana, Rizqa (2024-05-01). "Sate Gurita, Kuliner Idaman Para Wisatawan Sabang". rri. Diakses tanggal 2025-11-21.
  2. ^ a b Ardianti, Risa (2025-05-28). "Sate Gurita, Kuliner Asli Sabang yang Dijadikan Santapan Malam dengan Bumbu Padang yang Gurih". Timenews. Diakses tanggal 2025-11-21.
  3. ^ Nimba, Nimba (2019-06-15). "Sate Gurita Kuliner Khas Pulau Weh". acehtourism. Diakses tanggal 2025-11-21.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement