S. Bagio
| S. Bagio | |
|---|---|
Komedian Iskak (kiri), Bagio (tengah), dan Ateng (paling kanan) berpose bersama. | |
| Lahir | 3 Maret 1933 Purwokerto, Jawa Tengah, Hindia Belanda |
| Meninggal | 29 Juli 1993 (umur 60) Jakarta, Indonesia |
| Pekerjaan | |
| Tahun aktif | 1950—1993 |
S. Bagio (3 Maret 1933 – 29 Juli 1993[1]) adalah pemeran dan pelawak Indonesia. Ia terkenal lewat grup lawak Bagio CS.
Biografi

Bagio satu-satunya anak lelaki keluarga Siswo Soewarno. Sejak kecil, si bungsu ini sering ditinggal ayahnya, Asisten Wedana Sumbang, Purwokerto, Jawa Tengah. Saat Bagio berusia 12 tahun, ibunya meninggal. Untuk mengusir sepinya, ia menghibur diri dengan keluyuran.
Di kelas VI SD, Drajat (yang belakangan juga jadi pelawak), mengajaknya main sandiwara. Perannya sebagai barang dalam karung yang dibawa Drajat di kereta api.
Di Yogyakarta pula, Bagio berhasil memenangkan kejuaraan melawak, bersama Eddy Sud dan Iskak, yang selalu menempati urutan di bawahnya. Ini menentukan jalan hidupnya kemudian, meski ia terpaksa meninggalkan kuliahnya di FH UGM.Sesudah bergabung dan berpisah enam kali, kelompok lawak yang awet dan akrab dengan Bagio justru Darto Helm, Diran, dan Sol Saleh yang sejak 1983 memisahkan diri.
Bagio ternyata aktif juga dalam berkampanye Keluarga Berencana. Padahal ketika pemerintah menggalakkan KB Bagio telah dikaruniai sembilan anak.
Selain itu Bagio tidak pernah melupakan masa melaratnya di sepetak kecil rumah kontrakan di sebuah gang becek yang selalu kebanjiran di Jakarta. Waktu itu, ia berdagang arang dapur, kelapa, dan istrinya, Apik Hariyati, berjualan lontong.
Bagio pernah juga membentuk grup ketoprak Suryo Budoyo, yang memakai bahasa Indonesia. Agar yang bukan orang Jawa pun bisa menikmatinya, demikian alasannya. Ia ingin melawak sampai tua. Kalau masih laku, katanya. Sebagai bekal ia telah memiliki tanah yang ditanami cengkih dan buah-buahan serta palawija. Ia juga sedang menulis buku, Bagaimana Aku Melawak. Skenarionya sudah difilmkan, Buah Bibir dan Pulau Putri. Ia adalah satu-satunya anak lelaki keluarga Siswo Soewarno, seorang asisten wedana di Sumbang Purwokerto.
Ia sempat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, namun tidak selesai karena ingin memusatkan perhatian pada karier melawak. Bagio CS selain muncul di televisi dan film, juga aktif di berbagai panggung dan rekaman lawak, kadang disertai Eddy Sud. Bagio biasanya memerankan tokoh yang kagetan dan latah dengan kata-kata "Eh, copot.. copot!"
Selain itu Bagio pernah menjadi peran utama film Mat Dower dengan aktris seksi diwaktu itu, yaitu Rahayu Effendi dan juga pernah dinominasihkan di FFI dalam film Sang Guru.
Karier
- Pelawak bersama Dradjat (1950—1955)
- Pelawak bersama Pak Guno (1956)
- Bergabung dengan Eddy Sud dan Iskak (1957)
- Bergabung dengan Bing Slamet, Cepot, Mang Topo, dan Saimun
- Bergabung dengan Iskak dan Atmonadi (1961)
- Bergabung dengan Iskak dan Ateng (1963)
- Bergabung bersama Sol Saleh, Darto Helm, Diran (1970—1983)
- Pelawak bersama Diran dan Darto Helm (1983—1993)
Filmografi
Film
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1960 | Berabe | Kardun | |
| Darah Tinggi | |||
| Gaja Remadja | |||
| Istana yang Hilang | |||
| Lompong Sagu | |||
| Si Djimat | |||
| Teruna Djenaka | |||
| Mak Tjomblang | |||
| 1961 | Kuntilanak | ||
| 1962 | Djakarta By Pass | ||
| 1963 | Tudjuh Pahlawan | ||
| 1969 | Matt Dower | Matt Dower | |
| Tantangan | |||
| 1972 | Buah Bibir | Bagio | |
| 1973 | Ketemu Jodoh | ||
| Lagu Untukmu | |||
| Si Janda Kembang | Parmin | ||
| 1974 | Tetesan Air Mata Ibu | ||
| Musuh Bebuyutan | |||
| 1975 | Keluarga Sinting | ||
| Aladin Agen Rahasia | Hartadi | ||
| Benyamin Koboi Ngungsi | |||
| 1976 | Gembong Ibukota | Bagio | |
| Manusia Purba | |||
| Tarsan Pensiunan | |||
| Detektif Dangdut | |||
| Benyamin Jatuh Cinta | |||
| Hippies Lokal | |||
| Ateng Sok Tahu | |||
| 1977 | Pulau Putri | ||
| Ateng Pendekar Aneh | |||
| Ateng Sok Aksi | |||
| Senyum Nona Anna | |||
| Koboi Cilik | |||
| Donat Pahlawan Pandir | |||
| 1978 | Menantang Maut | ||
| 1979 | Tuyul Perempuan | Bagio | |
| 1981 | Mayat Hidup | ||
| Sang Guru | Topaz |
Televisi
| Tahun | Judul |
|---|---|
| 1992—1993 | Gara-Gara |
| 1993—1997 | Ada Ada Saja |
Penghargaan dan nominasi
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Karya | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| 1982 | Festival Film Indonesia | Pemeran Utama Pria Terbaik | Sang Guru | Nominasi | |
| 2024 | Anugerah Komedi Indonesia | Seniman Komedi Legenda Paski Terpilih | — | Terpilih | [2] |
Rujukan
- ^ ""Bagio meninggal, hidup bagio!"". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-05. Diakses tanggal 2011-02-25.
- ^ Nurul Amanah (27 September 2024). "Daftar Lengkap Pemenang Anugerah Komedi Indonesia 2024". Sindonews.com. Diakses tanggal 27 September 2024.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


