Rumah Sakit Umum Daerah Sleman
| RSUD Sleman | |
|---|---|
| Pemerintah Kabupaten Sleman | |
Gedung RSUD Sleman | |
| Geografi | |
| Lokasi | Jl. Bhayangkara No. 48, Triharjo, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia |
| Organisasi | |
| Asuransi kesehatan | BPJS Kesehatan |
| Pendanaan | Pemerintah (APBD & BLUD) |
| Jenis | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe-B |
| Jaringan | Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman |
| Pelayanan | |
| Standar pelayanan |
|
| Unit Gawat Darurat | YA - 24 jam |
| Ranjang pasien | 276 |
| Sejarah | |
| Nama sebelumnya | Klinik Pabrik Gula Medari, RS Morangan |
| Dibuka | November 5, 1977 |
| Pranala luar | |
| Situs web | rsudsleman |
| SIRS Kemenkes | 3404011 |
Rumah Sakit Umum Daerah Sleman (bahasa Jawa: ꦫꦸꦩꦃ ꦱꦏꦶꦠ꧀ ꦈꦩꦸꦩ꧀ ꦢꦲꦺꦫꦃ ꦱ꧀ꦭꦺꦩꦤ꧀, disingkat RSUD Sleman) adalah rumah sakit milik pemerintah daerah yang berlokasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Rumah sakit ini berstatus sebagai rumah sakit umum daerah tipe B dan berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan serta rumah sakit pendidikan.[2]
Sejarah
RSUD Sleman memiliki sejarah yang berawal dari masa kolonial Belanda. Fasilitas ini pada awalnya dikenal sebagai Rumah Sakit Morangan yang berasal dari Klinik Pabrik Gula Medari. Pada November 1987, fasilitas tersebut resmi menjadi rumah sakit dengan klasifikasi tipe D.
Dalam perkembangannya, RSUD Sleman mengalami peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B pada tahun berikutnya. Pada periode 2003 hingga 2009, rumah sakit ini berstatus sebagai Lembaga Teknis Daerah (LTD) setara badan. Selanjutnya, pada tahun 2010, RSUD Sleman ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) penuh berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 384/Kep.KDH/A/2010.
RSUD Sleman memperoleh sertifikasi manajemen mutu ISO 9001:2000 pada tahun 2008 dan memperbaruinya menjadi ISO 9001:2008 pada tahun 2012. Pada tahun 2011, rumah sakit ini juga memperoleh akreditasi pelayanan penuh dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Pada 19 Oktober 2018, RSUD Sleman ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/601/2018. Status ini kembali diperkuat melalui keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1377/2022.[3]
Lokasi dan fasilitas
RSUD Sleman berlokasi di Jalan Bhayangkara No. 48, Triharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah sakit ini memiliki luas lahan sekitar 26.580 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 19.044 meter persegi.
Kapasitas tempat tidur rumah sakit tercatat sebanyak 276 tempat tidur. Pada tahun 2013, dilakukan pembangunan gedung pusat terpadu yang terdiri dari lima lantai dan dua basement. Gedung ini digunakan untuk menunjang berbagai layanan seperti poliklinik rawat jalan, pendaftaran, farmasi, laboratorium, dan unit perawatan intensif (ICU).
Selain itu, rumah sakit juga melakukan pengembangan fasilitas, termasuk penambahan bangsal perawatan, ruang operasi, serta fasilitas pendukung seperti ruang terbuka dan sarana pelayanan ramah anak.
Kamar
Berikut daftar kamar yang ada di RSUD Sleman:
| No | Kamar | Kelas | Kapasitas |
|---|---|---|---|
| 1 | ALAMANDA 1 (DALAM) | Kelas 3 | 24 |
| 2 | ALAMANDA 2 (BEDAH) | Kelas 3 | 19 |
| 3 | ALAMANDA 2 (BEDAH) | Isolasi Immunocomp Romised | 1 |
| 4 | ALAMANDA 3 | Kelas 3 | 4 |
| 5 | ANGGREK (ICU) | ICU Dengan Ventilator | 4 |
| 6 | ANGGREK (ICU) | ICCU/ICVCU Dengan Ventilator | 1 |
| 7 | ANGGREK (ICU) | ICCU/ICVCU Tanpa Ventilator | 1 |
| 8 | ANGGREK (ICU) | RICU Dengan Ventilator | 1 |
| 9 | ANGGREK (ICU) | RICU Tanpa Ventilator | 3 |
| 10 | ANGGREK (ICU) | ICU Tanpa Ventilator | 2 |
| 11 | ASTER | Kelas 3 | 4 |
| 12 | CEMPAKA 1 | Kelas 1 | 9 |
| 13 | CEMPAKA 1 | Non Kelas | 6 |
| 14 | CEMPAKA 1 | Kelas 2 | 6 |
| 15 | CEMPAKA 2 | Kelas 2 | 22 |
| 16 | CEMPAKA 2 | Isolasi | 1 |
| 17 | CEMPAKA 3 | Kelas 1 | 12 |
| 18 | CEMPAKA 3 | Non Kelas | 3 |
| 19 | CEMPAKA 4 | Non Kelas | 3 |
| 20 | CEMPAKA 4 | VVIP | 3 |
| 21 | CEMPAKA 4 | VIP | 3 |
| 22 | CEMPAKA 4 | Kelas 1 | 3 |
| 23 | KENANGA (DALAM) | Isolasi Airbone | 12 |
| 24 | KENANGA 2 (TB RO) | Isolasi Airbone | 2 |
| 25 | MELATI (ANAK) | Kelas 2 | 4 |
| 26 | MELATI (ANAK) | Kelas 3 | 12 |
| 27 | NUSA INDAH 1 (R BERSALIN) | Non Kelas | 8 |
| 28 | NUSA INDAH 2 (OBSGIN) | Kelas 2 | 4 |
| 29 | NUSA INDAH 2 (OBSGIN) | Kelas 3 | 16 |
| 30 | NUSA INDAH 2 (OBSGIN) | Rawat Gabung | 20 |
| 31 | NUSA INDAH 3 (NICU) | NICU Dengan Ventilator | 2 |
| 32 | NUSA INDAH 3 (NICU) | NICU Tanpa Ventilator | 5 |
| 33 | NUSA INDAH 3 (R BAYI) | Non Kelas | 17 |
| 34 | PICU | PICU Dengan Ventilator | 1 |
| 35 | PICU | PICU Tanpa Ventilator | 2 |
Status dan fungsi
RSUD Sleman merupakan bagian dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sleman. Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUD Sleman memiliki fungsi tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai tempat pendidikan, pelatihan, dan penelitian tenaga kesehatan.
Fungsi utama RSUD Sleman meliputi:
- penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan,
- pemeliharaan dan peningkatan kesehatan masyarakat,
- pengembangan sumber daya manusia kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan,
- pelaksanaan penelitian di bidang kesehatan,
- serta evaluasi dan pelaporan pelayanan kesehatan.
Pengembangan
Pada pertengahan dekade 2020-an, RSUD Sleman merencanakan pembangunan gedung layanan baru untuk mendukung pelayanan subspesialis. Pembangunan gedung ini dirancang sebagai proyek multiyears dengan estimasi waktu sekitar 15 bulan dan anggaran awal lebih dari Rp120 miliar.
Gedung baru tersebut direncanakan untuk meningkatkan kapasitas layanan serta memenuhi standar keselamatan bangunan, termasuk sistem proteksi kebakaran.[5]
Kinerja dan tantangan
RSUD Sleman menargetkan peningkatan pendapatan hingga Rp152 miliar pada tahun 2026, meningkat dari realisasi sekitar Rp122,4 miliar pada tahun sebelumnya. Sebagian besar pendapatan rumah sakit berasal dari layanan kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.[6]
Ketergantungan terhadap sistem pembiayaan tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait kebijakan pembayaran berbasis episode pelayanan. Untuk mengatasi hal tersebut, RSUD Sleman mengembangkan strategi diversifikasi pendapatan, antara lain melalui peningkatan layanan pasien umum, kerja sama dengan pihak swasta, serta pengembangan layanan poliklinik di luar jam kerja.
Identitas visual

Logo RSUD Sleman dirancang berdasarkan modifikasi lambang kesehatan internasional, yaitu tanda tambah (+). Secara visual, logo ini terdiri dari dua elemen utama yang membentuk kurva menyerupai huruf "S", yang merepresentasikan identitas Kabupaten Sleman.[7]
Elemen Logo
Logo ini secara simbolis menggambarkan interaksi antara dua pihak utama dalam ekosistem kesehatan:
- Warna Biru: Melambangkan pengelola rumah sakit sebagai penyedia layanan. Penggunaan gradasi dari biru tua ke biru muda merepresentasikan adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.
- Warna Hijau: Melambangkan masyarakat sebagai pengguna layanan. Warna ini secara simbolis merepresentasikan prinsip ketulusan dan kesungguhan dalam pemenuhan standar pelayanan kesehatan.
Makna Simbolis
Bentuk lengkung yang saling bertautan melambangkan hubungan kemitraan antara pengelola rumah sakit dengan masyarakat. Hal ini berkaitan dengan moto rumah sakit, yaitu "Mitra Kesehatan Anda". Komposisi visual tersebut dirancang untuk mencerminkan integrasi antara tata kelola rumah sakit yang profesional dengan pelayanan publik yang berorientasi pada pasien.
Lihat pula
- Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito
- Daftar rumah sakit di Kabupaten Sleman
- Daftar rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta
Referensi
- ^ KARS Accreditation System, diakses tanggal 25 Maret 2026.
- ^ "RSUD SLEMAN Selamat Datang". rsudsleman.slemankab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-25.
- ^ "RSUD SLEMAN | SEJARAH RSUD SLEMAN". rsudsleman.slemankab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-25.
- ^ "Informasi Tempat Tidur". RSUD Sleman. Diakses tanggal 2026-03-26.
- ^ Purnamasari, Delima. "Gedung Baru RSUD Sleman Diperkirakan Mulai Dibangun Juli, Pembangunan Butuh Waktu Sekitar 15 Bulan - Radar Jogja". Gedung Baru RSUD Sleman Diperkirakan Mulai Dibangun Juli, Pembangunan Butuh Waktu Sekitar 15 Bulan - Radar Jogja. Diakses tanggal 2026-03-25.
- ^ Media, Harian Jogja Digital. "RSUD Sleman Targetkan Pendapatan Rp152 Miliar pada 2026". Harianjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-25.
- ^ "RSUD SLEMAN | MAKNA LOGO". rsudsleman.slemankab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-25.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




