Rumah Panggung Belitung
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Juni 2025) |

Rumah adat Belitung berlokasi di Kota Tanjung Pandan, secara detail berada di Jalan Ahmad Yani, tepat di samping Kantor Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rumah adat Belitung atau rumah panggung Belitung ini memiliki bentuk arsitektur tradisional yang khas berupa struktur bangunan yang didirikan di atas tiang kayu atau panggung.[1] Seperti rumah adat Melayu pada umumnya, rumah adat ini dibangun menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat di sekitar lokasi pembangunan karena mengambil sumber dari alam. Dilihat dari struktur rumah ini kecenderungannya terdiri dari sembilan tiang dengan satu tiang utama di tengah yang terbuat dari kayu pilihan berkualitas tinggi, berfungsi untuk menyangga beban bangunan secara kokoh.[2]
Struktur rumah adat
Pada bagian atap rumah ini secara umum memiliki bentuk limas atau pelana, dibuat dari genting atau daun nipah. Berdasarkan keumuman rumah panggung yang bisa dilihat di masa lalu dilihat dari fungsi, daun nipah digunakan sebagai bahan utama untuk menutupi bagian atap rumah sehingga dapat memberikan nuansa alami di dalam rumah. Adapun bentuk atap limas yang miring juga menjadikan saat musim hujan, air turun tanpa meninggalkan genangan. Dilihat dari rentang sejarah, rumah adat Belitung dipengaruhi oleh masa tertentu di mana sebuah kebudayaan berlangsung, misalnya sejumlah rumah adat memiliki ornamen Tionghoa dan di sisi lain mengandung elemen masa Hindia Belanda.[3]
Macam-macam rumah adat Belitung
Oleh karena memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan arsitekturnya, rumah adat ini memiliki tiga jenis yang dibedakan sesuai latar belakang serta bentuk arsitekturnya.
Rumah Rakit
Memiliki bahan dasar utama berupa bambu, ada hubungannya dengan filosofi yang diyakini oleh masyarakat bahwa rumah rakit dianggap sebagai simbol keterikatan dengan sungai, yang merupakan sumber kehidupan dan air bagi mereka. Hal ini menjelaskan pembangunannya dipengaruhi wilayah dekat sumber air, yakni Sungai Musi. Dimungkinkan rumah adat ini sudah ada sejak masa kerajaan Sriwijaya.[4]
Rumah Limas
Terinspirasi dari rancangan rumah tradisional Sumatra Selatan yang terlihat dari beberapa elemen gaya Eropa, menunjukkan pengaruh masa Hindia Belanda. Rumah Limas biasanya terbuat dari kayu ungglen atau merbau dan memiliki ciri khas atap yang terbuat dari genting tanah liat. Apabila dilihat dari struktur bangunannya, rumah ini menunjukan status sosial pemiliknya karena umumnya dimiliki oleh saudagar kaya atau keturunan Kesultanan Palembang.[5]
Rumah Panggung
Merupakan hasil perkembangan dari ragam gaya bangunan Melayu, terbagi lagi ke dalam tiga gaya, yakni Melayu Awal, Melayu Bubungan Limas, dan Melayu Bubungan Panjang. Rumah ini biasanya memiliki sembilan buah tiang karena memiliki fungsi sebagai sumber penyangga bangunan. Khusus pada rumah gaya Melayu Awal, atapnya disusun lebih tinggi dibandingkan gaya rumah lain sehingga memiliki kemiringan lebih menonjol guna menjadikan rumah ini lebih sejuk.[4]
Referensi
- ^ "Rumah Adat Kebanggaan Masyarakat Negeri Laskar Pelangi". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-06-14.
- ^ "Mengenal Rumah Adat Bangka Belitung: Struktur, Filosofi, dan Ciri Khas". Asuransi Sinar Mas (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-14.
- ^ "Mengenal Ragam Rumah Adat Bangka Belitung dan Filosofinya". www.orami.co.id. 2021-07-20. Diakses tanggal 2025-06-14.
- ^ a b Haikal, Fikri. "3 Jenis Rumah Adat Bangka Belitung, Ada Rumah Rakit hingga Panggung". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-06-14.
- ^ Dedi (2022-11-10). "3 Rumah Adat Bangka Belitung yang Sarat Makna". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-06-14.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


