Robayan, Kalinyamatan, Jepara

Robayan
ربيان
ꦢꦼꦩꦏ꧀
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenJepara
KecamatanKalinyamatan
Kode pos
59467
Kode Kemendagri33.20.13.2010 Suntingan nilai di Wikidata
Luas98,00 km2
Jumlah penduduk6.300 jiwa
Kepadatan64 jiwa/km2
Peta
PetaKoordinat: 6°44′12″S 110°43′15″E / 6.73667°S 110.72083°E / -6.73667; 110.72083


Robayan (bahasa Jawa: Hanacaraka ꦢꦼꦩꦏ꧀, Pegon ربيان) adalah desa di kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.

Sejarah

Desa Robayan pada masa lampau merupakan salah satu kawasan yang berada di dalam benteng Kerajaan Kalinyamat. Selain Robayan, wilayah yang juga termasuk ke dalam kawasan benteng ialah Brantaksekarjati, Kriyan, Bakalan, dan Purwogondo.

Kawasan ini dahulu menjadi pusat aktivitas masyarakat kerajaan, yang terbagi atas dua lapisan sosial: Kriyan sebagai permukiman bangsawan dan pejabat istana, sedangkan Robayan sebagai pemukiman masyarakat umum.

Etimologi

1. Bebrayan

Versi pertama menyebut bahwa kata Robayan berasal dari kata Jawa “Bebrayan” yang berarti masyarakat atau permukiman warga.

Robayan dulunya merupakan permukiman masyarakat Kerajaan Kalinyamat yang hidup berdampingan dalam suasana gotong royong. Dengan demikian, makna Bebrayan menggambarkan Robayan sebagai daerah pemukiman rakyat di dalam benteng Kalinyamat.

2. Al Bayan

Versi kedua menyebut bahwa Robayan berasal dari kata Arab “Al Bayan”, yang berarti penerang atau penjelas.

Penafsiran ini muncul karena pada masa lalu Robayan dikenal sebagai pusat pendidikan agama Islam. Banyak santri dari berbagai daerah datang untuk menimba ilmu agama di sini.

KH. Maimoen Zubair (Rembang) bahkan pernah berkata:

“Biyen Robayan iku santri kabeh, kyai kabeh.”

(Dulu Robayan itu isinya santri semua, dan kyai semua.)

Oleh sebab itu, Robayan dikenal pula sebagai “Desa Santri” — desa yang menjadi penerang spiritual bagi masyarakat sekitarnya.

Letak Geografis

Desa Robayan terletak di perbatasan antara Kecamatan Welahan dan Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

  • Utara: Desa Bakalan dan Desa Kriyan
  • Selatan: Desa Brantaksekarjati
  • Timur: Desa Bakalan dan Desa Pelang (dibatasi Sungai Bakalan)
  • Barat: Desa Purwogondo (dibatasi Sungai Bendo)

Pembagian Blok Wilayah

Desa Robayan terbagi ke dalam beberapa blok (wilayah kecil) dengan sejarah dan makna masing-masing:

Blok RT Asal Nama & Keterangan
Bendha 1 Dahulu banyak tumbuh pohon Bendha (Artocarpus elasticus), sejenis pohon buah kerabat nangka.
Kembangan 2 Kemungkinan dahulu merupakan taman bunga kerajaan Kalinyamat. Hingga kini warga masih menanam bunga kenanga dan cempaka putih.
Gunung Mas 4 Daerah perbukitan kecil yang dikenal dalam mitos sebagai “gunung emas yang belum jadi”.
Kutha 3, 5, 6 Berarti “kota”; dahulu menjadi pusat pemerintahan Desa Robayan.
Kutha Bedhah 7, 12 Berasal dari kisah penyerangan pasukan Mataram (Sutawijaya) yang menjebol benteng Kalinyamat. “Kutha Bedhah” berarti Benteng yang roboh.
Tengahan 8–11 Wilayah paling tengah desa.
Kidulan 13 Wilayah paling selatan (kidul).
Loran 17, 18 Wilayah paling lor (utara).
Anggur 16 Dulu terdapat pabrik rokok terkenal bernama Rokok Cap Anggur.
Kauman 14, 15, 21, 23 Tempat para ulama dan tokoh agama; pusat kegiatan keislaman Robayan.
Jothakan 19, 20 Diambil dari kata “jothakan” (perselisihan), karena dahulu terjadi sengketa di wilayah ini.
Wetan 22 Wilayah paling timur (wetan).
Belaro 24 Dari kata belar (becek). Dahulu daerah ini berupa kebun dan kandang kerbau.
RW Daftar RT Jumlah RT
RW 01 RT 1, RT 2, RT 3, RT 4, RT 5, RT 6, RT 10 7
RW 02 RT 7, RT 8, RT 9, RT 11, RT 12, RT 18 6
RW 03 RT 13, RT 14, RT 15, RT 16, RT 17, RT 19, RT 20, RT 21, RT 22, RT 23, RT 24 11

Pemdes Robayan

Struktur pemdes Robayan periode 2019-2023:

  • Kepala Desa = H. Maftuh
  • Sekretaris (Carik) = Sajidin
  • Bendahara = Karmani
  • Tata Usaha = Mustikan
  • Modin = Moh Sahal
  • Ladu = Bambang Mulyono
  • Bayan = Norkon
  • Kamituwo = Prsatyo
  • Ketua BUMDes = Karyono
  • Komandan Hansip (Petengan) = Siswoyo

Tokoh

  • Mbah Roboyo (Sayyid Thohir bin Abdullah bin Abdul Latif bin Husen) Seorang prajurit Majapahit yang mendapat tugas menyebarkan Islam hingga tiba di Jepara. Setelah mendapat petunjuk spiritual, beliau menetap di Robayan. Nama Robayan diyakini berasal dari kata “Ro” (karo/dengan) dan “Bayan” (penerang), yang berarti “dengan bimbingan”.
  • Mbah Raden dan Mbah Ahmad Tokoh yang berperan dalam pembangunan awal Masjid Jami’ Baiturrahman I Robayan.
  • KH. Muslim Pendiri MI, MTs, dan MA Tasywiqul Banat di bawah Yayasan Pendidikan Islam Al-Muslim.
  • KH. Noor Ahmad, S.S. Ahli ilmu falak dan utusan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam penetapan Haji Akbar.
  • KH. Nahrowi & KH. Faidli Rohman Penasehat dan imam Masjid Jami’ Baiturrahman I Robayan.
  • K. Noor Faiq Busro (alm) Kyai muda yang populer di kalangan pemuda; pengasuh Langgar Pesantren Ash-Shiddqi dan kepala Madrasah Diniyah Al-Azhar.
  • H. Asnawi (“Kaji Anggur”) Pengusaha Rokok Cap Anggur, donatur utama pembangunan Masjid Baiturrahman.
  • H. Khumaidi & H. Abdul Hadi (Doel Hadi) Tokoh pengusaha sukses dan dermawan yang mendukung renovasi masjid.

Sosial Agama

Robayan dikenal sebagai desa santri dengan tradisi keagamaan kuat. Kegiatan sosial keagamaannya masih hidup hingga kini, seperti pengajian rutin, gotong royong, dan kegiatan sosial masyarakat. Renovasi Masjid Jami’ Baiturrahman yang mencapai Rp 2,3 miliar seluruhnya dibiayai swadaya warga, menunjukkan tingginya solidaritas sosial. Dahulu Robayan menjadi pusat pendidikan agama pertama di wilayah Welahan dan sekitarnya. Banyak santri dari luar daerah — seperti Mayong, Pecangaan, dan Kalinyamatan — datang belajar ke sini. Kini semangat itu terus dijaga melalui madrasah dan pondok pesantren yang aktif.

Sosial Budaya dan Keislaman

Kawasan Kauman – “Robayan Islamic Center”

Pusat aktivitas keagamaan Robayan berada di Dukuh Kauman, yang dikenal sebagai kawasan ulama.

Fasilitas keislaman utama:

  • Masjid Jami’ Baiturrahman I
  • Madrasah Diniyah Al-Azhar
  • Makam Mbah Roboyo, tempat ziarah dan pengajian rutin malam Jumat.

Sosial ekonomi

Ekonomi Desa Robayan adalah sebuah organisme hidup yang kompleks dan nyaris mandiri. Jauh dari citra desa yang hanya bergantung pada satu sektor, Robayan telah bertransformasi menjadi pusat ekonomi mikro yang dinamis, di mana setiap kebutuhan warganya, dari kebutuhan pokok hingga gaya hidup modern, dapat terpenuhi di dalam lingkup desa itu sendiri. Ini adalah potret ekosistem hibrida yang mengawinkan tradisi, perdagangan, jasa, dan ekonomi digital secara sempurna.

Pilar 1: Fondasi Kebutuhan Primer dan Rantai Pasok Lokal

Dasar dari kemandirian ekonomi Robayan adalah ketersediaan segala kebutuhan primer dan bahan baku yang lengkap.

  • Perdagangan Inti: Pedagang pasar tradisional, toko kelontong, dan apotek membentuk jaring pengaman untuk kebutuhan pangan dan kesehatan harian.
  • Ekosistem Pendukung: Kehadiran toko bahan roti dan kue serta toko plastik dan kemasan adalah bukti bahwa ekonomi Robayan sudah berada di level selanjutnya. Toko-toko ini tidak hanya melayani rumah tangga, tetapi juga menjadi pemasok vital bagi tumbuhnya industri kuliner rumahan dan para pelaku F&B di desa.

Pilar 2: Jantung Sosial, Kuliner, dan Gaya Hidup

Robayan adalah desa yang hidup, di mana aktivitas ekonomi juga berfungsi sebagai sarana interaksi sosial. Sektor kuliner dan gaya hidupnya sangat beragam.

  • Pusat Kuliner: Dari warung makan yang melayani keluarga, angkringan yang menjadi titik kumpul komunal yang merakyat, hingga kedai kopi modern yang menjadi ruang sosial baru bagi generasi muda. Keberagaman ini menunjukkan bahwa Robayan memiliki segmen pasar yang berbeda dan daya beli yang cukup untuk menopang semuanya.
  • Mode dan Pendidikan: Pedagang pakaian dan toko alat tulis (ATK) melengkapi pilar ini, memenuhi kebutuhan sandang dan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pilar 3: Motor Penggerak Jasa, Keterampilan, dan Ekonomi Digital

Tulang punggung ekonomi modern Robayan terletak pada sektor jasanya yang sangat luas dan berlapis.

  • Jasa Keterampilan dan Produksi: Bengkel motor dan mobil, tukang las, dekorasi, penjahit, serta jasa percetakan dan digital printing membentuk basis industri jasa yang melayani kebutuhan praktis dan kreatif warga.
  • Jasa Profesional: Guru, dokter, dan ribuan karyawan swasta yang berdomisili di Robayan adalah mesin pendapatan tetap yang memastikan perputaran uang di seluruh sektor lainnya.
  • Gerbang Ekonomi Digital: Puncak dari evolusi ekonomi ini adalah adanya penyedia jasa pembuatan website dan aplikasi mobile. Mereka adalah bukti bahwa Robayan tidak lagi hanya menjadi pasar, tetapi telah menjadi produsen di era ekonomi digital, melayani klien melintasi batas geografis.

Pilar 4: Pilar Kewirausahaan dan Pembangunan

Semangat untuk membangun dan menciptakan peluang secara mandiri sangat kental terasa.

  • Wirausaha Spesialis: Pengusaha tembakau melanjutkan warisan agroindustri lokal.
  • Pembangun Lokal: Para kontraktor asli Robayan memainkan peran kunci dalam pembangunan fisik desa, memastikan bahwa modal untuk infrastruktur tetap berputar di dalam komunitas.

Lapangan

Prasarana olahraga di Desa Robayan, yaitu:

  • Lapangan Voli, di RT 16 (Jl. Melati)
  • Lapangan Basket, di RT 10 (Jl. Hoya)
  • Lapangan Sepakbola, di RT 12 (Jl. Sakura)
  • Lapangan Bulutangkis, di RT 7 (Jl. Kenanga)
  • Robayan Sport Center, di RT 3 (Jl. Cempaka)

Taman

Ruang terbuka hijau berupa taman di Desa Robayan, yaitu:

  • Taman Belaro, di RT 24 (Jl. Mangga 7)
  • Taman Jotakan, di RT 19 (Jl. Mangga 2)
  • Taman Tengahan, di RT 11 (Jl. Kasturi)
  • Taman Gunungmas, di RT 4 (Jl. Bunga Hujanmas)

Pariwisata

Desa Robayan terdapat beberapa tempat wisata, yaitu:

Kutha Bedhah adalah bekas kerajaan Kalinyamat adalah Desa Robayan, Kriyan, Bakalan, Purwogondo, Margoyoso. dan di Robayan Terdapat Daerah (Kampung) yang bernama Kutha Bedhah (Benteng Roboh) karna di serang oleh Sutawijaya. Pengertian KUTHO di sini berasal dari kata Sanskerta, yang berarti Benteng. Sedangkan BEDHAH ada di sini berasal dari kata Jawa, yang berarti Roboh. Jadi KUTHO BEDHAH berarti Benteng Roboh.
Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan[1] Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan telah direnovasi 4 kali, terakhir kali pada tahun 2004. Masjid ini memiliki nilai akulturasi budaya Islam Hindu Jawa. Masjid memiliki atap berbentuk tumpuk 3 khas Jawa, tetapi kini sudah direnovasi total. Arsitektur Gapura Paduraksa akulturasi budaya hindu dan Islam. Sejak dulu sampai sekarang bentuk GAPURA Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan belum pernah di ganti / direnovasi total, tetapi di biarkan seperti bentuk aslinya. Gapura Paduraksa Masjid Jami' Baiturrohman 1 Robayan bagian atasnya berbentuk menyerupai sayap tersebut terdapat kaitannya dengan Mitologi Hindu bahwa gunung memiliki sayap. Gunung dalam mitologi Hindu mempunyai sayap. Pintu gerbang paduraksa juga melambangkan gunung, itulah sebabnya pada paduruksa bersayap. Selain itu makna sayap dalam mitologi hindu juga mengartikan pelepasan sehingga dalam Masjid Robayan gapura bersayap ini dapat pula diartikan sebagai makna bagi orang yang pergi kemasjid, mulai masuk halaman masjid (setelah melalui paduraksa gapura Robayan) orang tersebut harus melepaskan diri dari urusan duniawi.
  • Kolam Renang Tombo Ati
Wahana wisata air di Desa Robayan yang berarsitektur tradisional Islam Jawa, sesuai dengan konsep arsitektur Sunan Kalijaga yang merupakan pencipta Tembang Tombo Ati. Kolam Renang yang bertema khas Budaya Islam-Jawa, seperti arsitektur khas buatan Sunan Kalijaga. Terdapat Gerbang GapuraBentar, Terdapat Gapura Paduraksa, Terdapat Mushala tanpa Kubah tetapi menggunakan MUSTAKA, Gazebo bergenteng wuwungan khas Jepara.

Situs budaya

Robayan mempunyai peninggalan bersejarah yaitu Masjid Jami' Baiturrohman 1 Robayan, yang konon adalah peninggalan Wali. Walaupun sekarang sudah di renovasi dan bentuk awalnya sudah tidak kelihatan lagi, tetapi ada yang tidak di ubah dan dibiarkan masih seperti aslinya yaitu pada Gapura[2] Masjid atau masyarakat menyebutnya "Ceketeng".

Gapura Paduraksa (Ceketeng) Ceketeng Robayan Masjid Jami' Baiturrohman 1 Robayan bagian atasnya berbentuk menyerupai sayap tersebut terdapat kaitannya dengan Mitologi Hindu bahwa gunung memiliki sayap. Gunung dalam mitologi Hindu mempunyai sayap. Pintu gerbang paduraksa juga melambangkan gunung, itulah sebabnya pada paduruksa bersayap. Selain itu makna sayap dalam mitologi hindu juga mengartikan pelepasan sehingga dalam Masjid Robayan gapura bersayap ini dapat pula diartikan sebagai makna bagi orang yang pergi ke masjid, mulai masuk halaman masjid (setelah melalui paduraksa gapura Robayan) orang tersebut harus melepaskan diri dari urusan duniawi.

Sejarahnya Masjid Baiturrahman dulu kala sebelum dibangun banyak warga sekitar mengeluhkan harus berdesak-desak untuk mengikuti Sholat Jum'at di Mushola Mbah KH Saleh (trah Sunan Bayat Klaten) di Sekarjati Modenan. Oleh sebab itu warga berinisiatif untuk mendesak Bos Rokok Anggur(H.Asnawi) kala itu. Akhirnya Bos Rokok Anggur menyanggupinya dan menjadi donatur Masjid Baiturrahman untuk dibangun diatas tanah wakaf kala itu. Alhamdulillah sekarang masjidnya mampu berdiri megah nan elok.

Perayaan

Robayan terdapat beberapa event perayaan, yaitu:

  • Pesjival (Pesta Kembang Api)

Pesjival merupakan singkatan Pesta kembang api, Pengajian, Karnaval. Awal mula event ini adalah hanya Perjanjen dan Pengajian biasa yang merupakan event yang selalu diselenggaran setiap tahun di Desa Robayan yaitu pada malam Tahun Baru Hijriyah, Acara perayaan diadakan di Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan. Rangkaian acaranya di selenggarakan setelah Shalat Isya' yaitu dimulai dengan Sholawatan Perjanjen yang di iringi dengan alunan rebana, kemudian diadakan makan bancaan bersama, pada puncak acara. Namun kini pada puncak acara ditutup dengan pesta kembang api dan lampu songkle warna-warni. Acara ini merupakan cara agar menarik minat anak muda untuk lebih memeriahkan Tahun Baru Hijriyah di banding Tahun Baru Masehi, selain itu acara ini juga menjadi hiburan bagi anak-anak yang menonton. Acara ini diadakan sejak tahun 2015 hingga sampai sekarang. Kedepannya acara ini di kembangkan dengan rangkaian acara "Karnaval" di sore hari, "Pengajian dan Perjanjen" di malam harinya, setelah itu ditutup dengan "Pesta Kembang Api".

  • Haul Mbah Robaya

adalah merupakan acara peringatan atau mengenang pada sosok Mbah Robaya yang banyak bermanfaat bagi kita sekarang dan yang akan datang. apabila kita menghadiri. Apabila kita menghadiri majlis Haul dianjurkan kita mempunyai niat yang baik agar kita bisa mendapatkan BarokahNya. Niatkan yang baik hindari percakapan yang tidak bermanfaat dan Dengarkan serta hadirkan dengan husyu' dan tenang serta niatkan hajat-hajat kita agar kita nantinya akan mendapatkan manfaat dari majlis Haul tersebut. Haul Mbah Robaya (dibaca Roboyo) diadakan pada setiap tanggal 19 Rajab.

  • Eder

adalah merupakan tradisi dari Desa Robayan, yaitu menabuh bedug berkali-kali di hari akhir puasa Ramadhan. Asal-usul nama "Eder" merupakan onomatope dari suara bedug yang ditabuh yaitu Jeder-Jeder karena tidak ada namanya tradisi tersebut, warga masyarakat menyebut ritual tersebut bernama Jeder-Jeder, lambat laun masyarakat meyebut acara tersebut hanya Jeder dan ahirnya warga menyebut Eder. Tujuan Tradisi Eder adalah untuk memberi tahu kepada warga masyarakat Desa Robayan bahwa sudah ditetapkan nanti malam mulai takbiran karena sudah melihat hilal, jadi besok hari adalah Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat berharap kedepannya Karang Taruna bersama IPNU & IPPNU Robayan dapat untuk mengembangkan Tradisi Eder, dikembangkan menjadi wisata budaya yaitu menggelar karnaval ataupun festival yang pesertanya menabuh bedug dan melantunkan Ayat-Ayat Al Qur'an ataupun Shalawat.

  • Sedekah Bumi

adalah suatu upacara adat yang melambangkan rasa syukur manusia terhadap Allah SWT yang telah memberikan rezeki melalui Tanah/Bumi berupa segala bentuk hasil bumi Desa Robayan. Kegiatan sedekah bumi digelar selama 3 hari. Rangkaian acara sedekah bumi dimulai dari Kerja Bhakti, Khataman Al Qur'an, Kirab budaya.

Pendidikan

Kesejahteraan yang dirasakan lainnya adalah dengan adanya kemudahan akses pendidikan. Pendidikan Formal yang dimiliki:

Pendidikan Non Formal yang dimiliki:

Kesehatan

Kesejahteraan yang dirasakan lainnya adalah dengan adanya kemudahan akses kesehatan.

  • Balai Pengobatan Armina, di Belaro
  • Klinik Jagat Medika, di Kauman
  • Polindes Robayan, di Kutha
  • Praktik Pengobatan Pratiti, di Jotakan
  • Klinik Bidan Listya yunita fitri, di Kembangan
  • Klinik Bidan Amin Nurmiyati di Tengahan

Olahraga

  • Bolavoli

Voli adalah cabang olahraga yang dibina oleh pemerintah desa dengan didirikannya klub bola voli bernama POVSIRO.

  • Sepakbola

Sepak bola adalah cabang olahraga rakyat yang paling di gemari oleh warga Robayan. Karena perkembangnya sepak bola di Robayan semakin pesat, oleh karena itu warga Robayan merasa perlunya dibentuk wadah bagi warga Robayan yang berbakat dalam bidang sepak bola, untuk mengembangkan bakatnya dalam bidang sepak bola. Supaya orang yang gemar sepak bola tidak sekadar mencari kesenangan belaka dalam bermain sepak bola, tetapi agar berprestasi dalam bidang sepak bola juga. Serta di landasi dengan semakin banyaknya klub–klub sepak bola yang bertumbuhan. Atas dukungannya warga Robayan, maka dibentuklah ROBAYAN FC,[4] tepatnya pada tanggal 21 Agustus 2009 oleh Ahmad Hilmi Farid bersama Muhammad Aflah. Namun, hingga kini Robayan FC belum terdaftar secara resmi sebagai anggota PSSI Pengcab Jepara juga belum mengikuti Liga PSSI Pengcab Jepara.

Transportasi

Lokasi dekat dengan jalan raya Jepara - Semarang, memberi kemudahan dalam transportasi, baik untuk akses pendidikan, perdagangan, dan mobilisasi penduduk ke kota terdekat, seperti kota Jepara, Demak, Semarang, Kudus, Pati, Rembang, Pekalongan, Tegal, bahkan Surabaya dan Jakarta dengan naik satu atau dua kali Angutan Umum. Angkutan yang melewati desa Robayan sangat banyak, tergantung kemana tujuannya.

Catatan kaki

Pranala luar



Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement