Religius (Gereja Katolik)

Religius (sebagai kata benda) adalah istilah di banyak denonimasi Kristen Barat, misalnya Gereja Katolik, gereja-gereja Lutheran, dan persekutuan gereja-gereja Anglikan, yang sama artinya dengan "biarawan" atau "biarawati" dalam bahasa sehari-hari.[1][2][3]

Lebih tepatnya, religius adalah orang yang menganggotai sebuah tarekat religius atau lembaga religius, yakni orang yang menjadi bagian dari "sebuah serikat yang anggota-anggotanya [...] mengikrarkan kaul publik [...] dan menjani hidup sebagai sesama saudara atau saudari".[1][4] Seorang religius dapat pula ditahbiskan menjadi rohaniwan, tetapi tahbisan tidak dengan sendirinya membuat seseorang menjadi religius.

Kendati tidak selazim dulu, ada beberapa golongan religius yang juga disebut "reguler", lantaran menjalani hidup seturut tata tertib (bahasa Latin: regula) religius tertentu, misalnya tata tertib Santo Benediktus.

Lutheran

Priorat Santo Wigbertus adalah biara Lutheran bertradisi Benediktin

Di lingkungan gereja-gereja Lutheran, religius didefinisikan sebagai orang yang mengikrarkan kaul religius di hadapan uskupnya untuk menjalani hidup bakti, khususnya di dalam sebuah tarekat religius.[3] Seorang imam tertahbis yang bukan anggota sebuah tarekat religius Lutheran disifatkan 'sekuler', bukan 'religius'.[5]

Anglikan

Di lingkungan persekutuan gereja-gereja Anglikan, religius adalah orang yang sudah mengikrarkan "kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan, lazimnya di dalam suatu komunitas".[6]

Baca juga

Rujukan

  1. ^ a b Kurian, George Thomas; Lamport, Mark A. (10 November 2016). Encyclopedia of Christianity in the United States. Rowman & Littlefield Publishers. hlm. 1940. ISBN 9781442244320. Orang-orang yang terpanggil untuk hidup terkungkung di balik tembok biara disebut rahib (pria) atau rubiah (untuk wanita), sedangkan pria dan wanita yang menganggotai sebuah tarekat religius, tetapi tidak tinggal di biara, biasanya disebut "religius", atau "frater, bruder, dan suster religius". Contoh-contoh tarekat kontemplatif di lingkungan Katolik antara lain adalah tarekat Agustinian, tarekat Benediktin, tarekat Kartusian, tarekat Karmelit, dan tarekat Sistersien. Tarekat-tarekat yang aktif di lingkungan Katolik adalah tarekat Fransiskan, tarekat Dominikan, dan tarekat Yesuit. Selain satu bentuk tunggal kerahiban di lingkungan Ortodoks, masih ada lagi tarekat-tarekat di lingkungan Protestan, antara lain Tarekat Santo Lukas (gereja Metodis), Tarekat Fransiskan Lutheran dan Kongregasi Pelayan Kristus (Lutheran), Tarekat Yuliana dari Norwich (Gereja Episkopal Amerika Serikat), Tarekat Santo Lukas Tabib (oikumene), dan Rahib Kesatria Doa (Injili, oikumene).
  2. ^ Maeyer, Jan de; Leplae, Sofie; Schmiedl, Joachim (2004). Religious Institutes in Western Europe in the 19th and 20th Centuries: Historiography, Research and Legal Position (dalam bahasa English). Leuven University Press. hlm. 103. ISBN 9789058674029. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ a b Johnston, William M. (4 December 2013). Encyclopedia of Monasticism (dalam bahasa English). Routledge. hlm. 1106. ISBN 9781136787164. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ^ Kitab Hukum Kanonik, kanon 607 §2. Kalimat lengkapnya adalah: "sebuah serikat yang anggota-anggotanya, berdasarkan hukum terkait, mengikrarkan kaul publik, baik kaul kekal maupun kaul sementara, yang nantinya harus diperbaharui apabila sudah habis jangka waktunya, dan menjalani hidup sebagai sesama saudara atau saudari".
  5. ^ Grimley, Anthony; Wooding, Jonathan M. (1 October 2009). Living the Hours: Monastic Spirituality in Everyday Life (dalam bahasa English). Canterbury Press. hlm. 9. ISBN 9781853119712. Menjadi seorang imam adalah suatu perkara yang terpisah dari menjadi seorang biarawan, kendati biarawan bisa saja menjadi imam (demikian pula biarawati Anglikan dan Lutheran). Namun pada dasarnya para biarawan, baik imam maupun bukan imam, adalah 'religius', dan berbeda dari kaum 'sekuler', baik imam maupun awam. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ^ Publishing, Morehouse (2015). The Episcopal Handbook, Edisi Terevisi (dalam bahasa English). Church Publishing, Inc. hlm. 126. ISBN 9780819229564. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement