Rejang Sari
Rejang Sari merupakan jenis tari Rejang yang termasuk dalam kesenian tradisional Bali.[1]
Sejarah
Tari Rejang Sari diciptakan oleh I Ketut Rena pada tahun 2017. Tarian ini pertama kali ditampilkan dalam upacara odalan di Banjar Pande, kemudian diperkenalkan lebih luas melalui pementasan Calonarang di Pura Desa Sumerta.[1]
Komponen tari
Tata Rias
Pada awalnya penari diberi riasan pentas tebal untuk mempertegas garis wajah. Namun dalam perkembangannya, tata rias disederhanakan menjadi riasan minimalis.[1][2]
Tata Busana
Penari mengenakan busana utama yang terdiri atas tapih kuning, kamen wali, angkin prada, selendang kuning (biasa atau sifon), serta pending. Dalam beberapa pementasan, busana disederhanakan menjadi kebaya putih, kain kuning, dan selendang kuning, yang tetap mempertahankan ciri khas Rejang Sari.[1][2]
Tata Rambut
Penataan rambut menggunakan variasi seperti gelung, gelung cili, daun girang, bunga gemitir, atau riasan lainnta.[1][2]
Aksesoris
Aksesoris yang dikenakan meliputi subeng (anting) dan bros berbentuk bunga sebagai hiasan tambahan.[1][2]
Iringan Musik
Iringan tari menggunakan barungan Gamelan Gong Kebyar, ciptaan I Made Murna pada tahun 2017.[1][2]
Ragam gerak
Tari Rejang Sari memiliki ragam gerak yang konsisten di setiap pementasan sehingga menjaga keaslian bentuknya. Gerakan yang ditampilkan antara lain Agem pokok, Ngumbang, Ngembat Rerejangan, Ngukel, Nyegut, gerakan mengambil dan mengayunkan selendang, Tayung, Gelatik nuut papah kanan-kiri, serta Ngotag.[1][2]
Struktur tari
Tari Rejang sari terdiri dari beberapa bagian, termasuk: Pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad. Pepeson merupakan bagian awal yang menggambarkan bunga mekar sebagai persembahan. Pengawak berada pada bagian tengah dengan gerakan dinamis, gemulai, dan penuh ketulusan. Struktur pengecet ditampilkan pada bagian dengan tempo sedang hingga cepat, membentuk pola lantai lingkaran sebagai simbol keseimbangan. Kemudian, sebagai struktur penutup ada Pekkad yang memiliki tempo cepat lalu melambat untuk mengakhiri tarian.[1][2]
Fungsi
Tari Rejang Sari memiliki peran ganda sebagai pertunjukan dalam upacara sakral dan sebagai pertunjukan seni dan budaya masyarakat umum. Fungsi Tari Rejang Sari utamanya adalah sebagai tari wali dalam upacara keagamaan di pura, khususnya pada prosesi memendak dan ngider bhuana. Selain fungsi ritual, tarian ini juga ditampilkan dalam acara seni dan budaya, bahkan dalam perlombaan antar desa di Bali.[2]
Referensi
- ^ a b c d e f g h i Putra, I Made Dwi Yoga Pramana; Sugama, I Wayan; Gunawan, I Gede Gusman Adhi (2024-04-30). "Eksistensi Seni Pertunjukan Tari Rejang Sari di Desa Sumerta Kecamatan Denpasar Timur". Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni. 1 (1): 140–165.
- ^ a b c d e f g h Putra, I Gusti Krisna (2025). "TARI REJANG SARI: MENGUNGKAP BENTUK, FUNGSI DANMAKNA IMPLIKASI TARI DENGANKONSEP PENDEKATAN RITUAL". Seminar Nasional Seni Pertunjukan dan Pengajarann. 1 (1): 198–214.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


