Rejang Ayunan

Rejang Ayunan merupakan tari sakral yang berasal dari Desa Pakraman Bantiran di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Indonesia. Tarian ini biasanya dipentaskan pada saat pelaksanaan upacara piodalan di pura.[1]

Asal-usul

Nama “Ayunan” diambil dari gerakan utama saat para penari berayun di tali yang diikat pada pohon cempaka atau beringin besar di area pura.[2]

Tarian ini berasal dari aktivitas masyarakat setempat di masa lampau ketika merabas hutan dan menggunakan tali serta pohon untuk pindah antar tempat, kemudian dilestarikan dalam bentuk ritual tari sebagai ungkapan syukur dan sakral.[3]

Keunikan

Para penarinya adalah remaja laki-laki Desa Adat Pupuan dengan ketentuan umur lebih kurang 14 tahun hingga yang belum menikah (truna).[4] Keunikan lain dari tarian ini adalah ditarikan setahun sekali.

Pertunjukan

Pementasan Tari Rejang Ayunan dilaksanakan pada hari ketiga setelah upacara piodalan di Pura Puseh Desa Bale. Tari Rejang Ayunan memiliki filosofis bahwa hasil dari sesuatu yang kita tanam tidak serta merta didapat pada saat itu juga, melainkan harus menunggu agar membuahkan hasil.

Tempat pementasan tari memanfaatkan areal jaba tengah yang cukup luas dan tumbuh pohon cempaka besar. Pada bagian tengah pementasan terdapat penjor agung yang akan diitari oleh penari sebanyak 3 kali putaran selama pementasan dan dilanjutkan dengan prosesi berayunan di jaba sisi pura.[5]

Daftar referensi

  1. ^ "Tari Rejang Ayunan - Seni | Ceraken Kebudayaan Bali". ceraken.baliprov.go.id. Diakses tanggal 2025-11-13.
  2. ^ christinaayuni (10 September 2023). "Hanya Setahun Sekali: Rejang Ayunan Sakral, Tarian Berayun di Pohon Cempaka Desa Pupuan". Udaya Bali.
  3. ^ Suyatra, I. Putu. "Tradisi Rejang Ayunan di Desa Bantiran, Tabanan: Kebudayaan Turun Temurun - Bali Express". Tradisi Rejang Ayunan di Desa Bantiran, Tabanan: Kebudayaan Turun Temurun - Bali Express. Diakses tanggal 2025-11-14.
  4. ^ Bali, Juliadi Radar. "Sejarah Tari Rejang Ayunan: Tari Sakral asal Dauh Enjung yang Diusulkan Jadi Warisan Budaya - Radar Buleleng". Sejarah Tari Rejang Ayunan: Tari Sakral asal Dauh Enjung yang Diusulkan Jadi Warisan Budaya - Radar Buleleng. Diakses tanggal 2025-11-14.
  5. ^ "Tari Rejang Ayunan - Seni | Ceraken Kebudayaan Bali". ceraken.baliprov.go.id. Diakses tanggal 2025-11-14.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement