Ratna Mohini

Ratna Mohini

Ratna "Elie" Mohini (17 Mei 1904 – 24 Oktober 1988)[1] adalah seorang penari Jawa yang merupakan istri dari fotografer kenamaan asal Prancis, Henri Cartier-Bresson, dari tahun 1937 hingga 1967.[2]

Kehidupan Awal

Ia lahir di Batavia dengan nama lahir Carolina Jeanne de Souza-IJke.[1] Di antara teman-teman dan lingkaran sosialnya, Ratna lebih dikenal dengan sapaan "Elie".[3]

Sebelum bertemu dengan Cartier-Bresson, antara tahun 1930 hingga 1935, ia menikah dengan seorang jurnalis asal Belanda, Willem L. Berretty. Berretty merupakan sosok berpengaruh di Hindia Belanda sebagai pendiri kantor berita Aneta, yang merupakan cikal bakal kantor berita di Indonesia.

Hubungan dengan Henri Cartier-Bresson

Ratna Mohini menikah dengan Henri Cartier-Bresson pada tahun 1937. Pernikahan ini membawa Ratna masuk ke dalam lingkaran intelektual dan seniman avant-garde di Paris. Sebagai seorang penari tradisional, ia membawa pengaruh budaya Timur yang kuat ke dalam kehidupan pribadi dan profesional Cartier-Bresson.

Selama tiga dekade pernikahan mereka, Ratna sering kali mendampingi suaminya dalam berbagai penugasan fotografi internasional yang monumental. Salah satu periode paling penting adalah ketika mereka berada di India pada tahun 1947. Keberadaan Ratna di sana dianggap memberikan akses dan pemahaman budaya yang lebih dalam bagi Cartier-Bresson saat mendokumentasikan peristiwa-peristiwa besar, termasuk kemerdekaan India dan pemakaman Mahatma Gandhi. Kedekatan spiritual dan budaya Ratna dengan Asia membantu memperhalus perspektif visual Cartier-Bresson dalam karya-karyanya di benua tersebut.

Namun, setelah menempuh perjalanan hidup bersama selama 30 tahun, Cartier-Bresson dan Mohini memutuskan untuk bercerai pada tahun 1967. Setelah perceraian tersebut, Cartier-Bresson kemudian menikah dengan fotografer Martine Franck pada tahun 1970.[4]

Kematian dan Warisan

Ratna Mohini menghabiskan sisa hidupnya di Prancis. Meskipun tidak lagi menjadi istri Cartier-Bresson, sosoknya tetap dikenang dalam sejarah fotografi melalui sekumpulan potret yang diambil oleh mantan suaminya tersebut. Foto-foto Ratna yang menonjolkan keanggunan gerak tari dan raut wajah khas perempuan Jawa menjadi bagian dari koleksi penting dalam sejarah seni fotografi dunia.

Ratna Mohini meninggal dunia di Paris pada 24 Oktober 1988. Kontribusinya dalam memperkenalkan estetika seni tari Jawa di lingkungan internasional pada masa itu menjadikannya salah satu tokoh diaspora Indonesia yang signifikan di dunia seni Barat.

Referensi

  1. ^ a b Kunang Helmi, "Ratna Cartier-Bresson, a fragmented portrait", in Destins croisés entre l'Insulinde et la France, pp. 253–68, ISBN 2-910513-24-6
  2. ^ Turner, Christopher (12 April 2010). "Expert Witness: Henri Cartier-Bresson". London: The Daily Telegraph.
  3. ^ Russell Miller, Magnum: Fifty Years at the Front Line of History, p. 60 [1]
  4. ^ Lynne Warren, "After divorcing his wife of 30 years, the Javanese dancer Ratna Mohini, he married the Magnum photographer Martine Franck in 1970." Encyclopedia of twentieth-century photography, p. 248

Daftar Pustaka

  • Helmi, Kunang. Destins croisés entre l'Insulinde et la France, Paris: l'Harmattan, 1997. ISBN 2-9

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement