Raja udang kalung biru
| Raja udang kalung biru
| |
|---|---|
| Alcedo euryzona | |
| Status konservasi | |
| Terancam kritis | |
| IUCN | 22726971 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Coraciiformes |
| Famili | Alcedinidae |
| Genus | Alcedo |
| Spesies | Alcedo euryzona Temminck, 1830 |
| Distribusi | |
| Endemik | Jawa |

Raja udang kalung biru[1] (nama ilmiah: Alcedo euryzona) adalah spesies burung cekakak dalam subfamili Alcedininae. Spesies ini berisfat endemik di Pulau Jawa, Indonesia, dan hanya ada sejumlah kecil catatan tentangnya yang telah dikonfirmasi sejak tahun 1930-an.[2] Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah lembap subtropis atau tropis, hutan bakau subtropis atau tropis, dan sungai. Populasinya diperkirakan hanya 50–249 ekor dan diyakini terus menurun.[3] Burung ini menjadi sangat langka akibat penghancuran habitat oleh manusia.
Burung ini memiliki ukuran yang kecil dan berwarna agak gelap. Hewan jantannya memiliki ciri yang sangat khas, dengan pita biru-hijau lebar di dada putih, sementara betinanya memiliki perut berwarna oranye. Alcedo euryzona dibedakan dari raja-udang biasa (A. atthis) dengan warna yang lebih kusam, lebih gelap, dan tidak adanya bercak putih dan oranye terang di belakang mata.
Referensi
- ^ "Daftar Spesies Burung di Indonesia". Burung Indonesia. 2024-10-03. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ "Javan Blue-banded Kingfisher (Alcedo euryzona)". datazone.birdlife.org. Diakses tanggal 2024-06-01.
- ^ Rachmawati, Y.; Pramudya, M.; Setiawan, A. (2022-02). "Distribution of the critically endangered javan blue-banded kingfisher Alcedo euryzona along the Welo River flow in the Petungkriyono forest". IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (dalam bahasa Inggris). 976 (1): 012004. doi:10.1088/1755-1315/976/1/012004. ISSN 1755-1315.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


