Rabi bin Khutsaim

Rabi bin Khutsaim atau ar-Rabi' bin Khutsaim bin Aidz ats-Tsauri al Kufi, salah seorang ulama besar, seorang Tabi'in, setelah wafatnya Nabi Muhammad. Ia meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Ayyub al-Anshori dan Amir bin Maimun. Ia menjadi sumber riwayat bagi asy-Sya'bi, Ibrahim an-Nakha'i, Mundzir bin Ats-Tsauri, Hubairah bin Khuzaimah dan lain-lain.[1] Rabi dari kabilah Mudhar dan panggilannya Abu Yazid[2], ia tinggal di kota Kufah (Irak). Ia pernah pingsan saat berjalan melihat kobaran api karena merasa takut dengan neraka.[3]

Rabi menjadi murid khusus Abdullah bin Mas'ud, ia belajar selama 20 tahun, dikenal zuhud dan kuat beribadah. Dalam kondisi sudah tua dan sakit, ia tetap memaksakan diri untuk pergi solat ke masjid[4]. Ketika Husain bin Ali terbunuh di Karbala dekat Kufah, ia membaca Quran Surat az-Zumar ayat 46.[2]

Rabi wafat pada tahun 65 H di Kufah.

Referensi

  1. ^ Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala Jilid 9. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
  2. ^ a b "إسماعيل بن عيسى: Ar Rabi' Bin Khutsaim". إسماعيل بن عيسى. Diakses tanggal 2026-02-03.
  3. ^ KisahMuslim.com (2012-10-22). "Tokoh Tabi'in: Ar-Rabi bin Khutsaim". Cerita kisah cinta penggugah jiwa (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  4. ^ Yusuf, Moh (2019-07-24). "Belajar Khusyu dari Rabi' bin Khaitsam: Tabiin yang Selalu Menunduk". Islami[dot]co (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement