Quality time
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |

Quality time atau "waktu berkualitas" adalah sebuah ungkapan dalam sosiologi yang merujuk pada bentuk interaksi proaktif antarindividu,[1] yang secara khusus disisihkan untuk memberikan perhatian penuh, biasanya demi mengekspresikan kasih sayang atau mencapai tujuan bersama.
Kadang disingkat sebagai QT, istilah ini secara informal digunakan untuk menggambarkan waktu yang dihabiskan bersama keluarga dekat, pasangan, atau teman, yang dianggap penting, istimewa, produktif, atau bermakna bagi salah satu maupun seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan seperti berbincang santai,[2] menyusun puzzle gambar,[3] bekerja sama dalam proyek, hingga berbagi cerita selama perjalanan darat dapat menjadi bentuk nyata dari quality time.[4] Istilah ini juga dapat mengacu pada penggunaan waktu yang efektif dalam konteks pendidikan,[5] atau waktu yang dihabiskan sendirian untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan diri (misalnya, perawatan diri).
Dalam bukunya tahun 1992, pendeta Baptis sekaligus konselor hubungan Gary Chapman mengemukakan bahwa quality time merupakan salah satu dari lima "bahasa cinta" yang digunakan seseorang (secara lebih atau kurang dominan) untuk mengekspresikan kasih dan penghargaan kepada orang lain.[6]
Contoh
-
Lukisan tahun 1858 karya pelukis Swedia Amalie Lindegren, "Seorang nenek bersama cucunya yang sedang merangkai benang ke jarum". -
Anak-anak berpartisipasi dalam tarian sosial dan permainan bernyanyi, tahun 1920. -
Kakek-nenek Yahudi asal Polandia di Biala Podlaska mengajarkan cucunya membaca, tahun 1920. -
Pasangan menikmati quality time melalui tarian di Berlin, Jerman, 1925. -
Pasangan dari kalangan kelas pekerja berbagi waktu berkualitas melalui tarian di Tenho, Finlandia, 1974. -
Seorang ibu dan anak perempuannya bersepeda bersama di tengah hutan, 2012.
-
Gitaris Simphiwe Sekhute bermain musik bersama putranya di Afrika Selatan, 2013. -
Seorang ibu dan anak perempuannya belajar kaligrafi bersama, 2013. -
Seorang ibu dan anak perempuannya yang telah dewasa berbincang di Sheffield Park and Garden di Inggris, 2016. -
Ibu dan anak perempuan asal Nepal menikmati waktu bersama di luar ruangan, 2018. -
Dua individu berbincang dengan penuh perhatian di Old Town Alexandria, 2021.
Lihat pula
- Dialog
- Beban ganda
- Gemütlichkeit
- Klub anak-anak
- Konflik kerja–keluarga
- Keseimbangan kerja dan kehidupan
Referensi
- ^ Laura Shapiro (May 12, 1997). "The Myth of Quality Time". Newsweek. hlm. 62–68.
- ^ "What Is Quality Time Love Language? 12 Tips From Dating Experts". 2024-02-14. Diarsipkan dari asli tanggal 14 February 2024. Diakses tanggal 2024-12-20.
- ^ "20 ways to connect with your teen". Today's Parent (dalam bahasa Inggris). 2007-09-06. Diakses tanggal 2024-12-20.
- ^ Rachel Bowie (2024-01-26). "Car Time Is the New Quality Time—Here's What a Road Trip Taught Me About Mom Friendship". PureWow (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-12-20.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:1 - ^ Gupta, Alisha Haridasani; Mazón, Luis (2022-08-27). "The Sixth Love Language Does Not Exist". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2025-01-16.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


