Quality time


Sebuah keluarga memainkan permainan Monopoli. Permainan sosial seperti permainan papan merupakan salah satu contoh dari quality time.

Quality time atau "waktu berkualitas" adalah sebuah ungkapan dalam sosiologi yang merujuk pada bentuk interaksi proaktif antarindividu,[1] yang secara khusus disisihkan untuk memberikan perhatian penuh, biasanya demi mengekspresikan kasih sayang atau mencapai tujuan bersama.

Kadang disingkat sebagai QT, istilah ini secara informal digunakan untuk menggambarkan waktu yang dihabiskan bersama keluarga dekat, pasangan, atau teman, yang dianggap penting, istimewa, produktif, atau bermakna bagi salah satu maupun seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan seperti berbincang santai,[2] menyusun puzzle gambar,[3] bekerja sama dalam proyek, hingga berbagi cerita selama perjalanan darat dapat menjadi bentuk nyata dari quality time.[4] Istilah ini juga dapat mengacu pada penggunaan waktu yang efektif dalam konteks pendidikan,[5] atau waktu yang dihabiskan sendirian untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan diri (misalnya, perawatan diri).

Dalam bukunya tahun 1992, pendeta Baptis sekaligus konselor hubungan Gary Chapman mengemukakan bahwa quality time merupakan salah satu dari lima "bahasa cinta" yang digunakan seseorang (secara lebih atau kurang dominan) untuk mengekspresikan kasih dan penghargaan kepada orang lain.[6]

Contoh

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Laura Shapiro (May 12, 1997). "The Myth of Quality Time". Newsweek. hlm. 62–68.
  2. ^ "What Is Quality Time Love Language? 12 Tips From Dating Experts". 2024-02-14. Diarsipkan dari asli tanggal 14 February 2024. Diakses tanggal 2024-12-20.
  3. ^ "20 ways to connect with your teen". Today's Parent (dalam bahasa Inggris). 2007-09-06. Diakses tanggal 2024-12-20.
  4. ^ Rachel Bowie (2024-01-26). "Car Time Is the New Quality Time—Here's What a Road Trip Taught Me About Mom Friendship". PureWow (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-12-20.
  5. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :1
  6. ^ Gupta, Alisha Haridasani; Mazón, Luis (2022-08-27). "The Sixth Love Language Does Not Exist". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2025-01-16.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement