Puasa Ramadan di Australia

Puasa Ramadan di Australia pertama kali dilaksanakan pada tahun 1901 M oleh para imigran muslim yang bekerja sebagai penunggang unta di pedalaman Australia. Waktu pelaksanaan puasa Ramadan di Australia pada bulan Ramadan dilaksanakan pada tanggal yang berbeda dalam kalender Gregorius tanpa adanya otoritas tunggal yang menentukannya. Puasa Ramadan di Australia berlangsung rata-rata selama 11 jam 35 menit tiap hari. Pemerintah Australia memberikan kebebasan kepada umat muslim di Australia untuk melaksanakan puasa Ramadan termasuk bagi para siswa dan siswi muslim yang bersekolah di Australia. Komunitas muslim di Australia memiliki tradisi yang dilestarikan pada waktu buka puasa Ramadan yaitu buka bersama dengan mengundang warga non-muslim untuk makan bersama dan menerima penjelasan tentang keutamaan bulan Ramadan bagi umat Islam.

Sejarah

Pada tahun 1901 M, Pemerintah Australia mengesahkan Undang-Undang Pembatasan Imigrasi dan Kebijakan Australia Putih yang memperbolehkan para imigran muslim yang bekerja sebagai penunggang unta untuk menghuni wilayah pedalaman Australia. Kedatangan para imigran muslim akhirnya membentuk permukiman muslim di pedalaman Australia yang mengawali penerapan kehidupan sosial sebagai muslim termasuk kegiatan puasa Ramadan dan Idul Fitri.[1]

Waktu pelaksanaan

Pelaksanaan puasa Ramadan di Australia setiap tahun mengalami perubahan pada penanggalan kalender Gregorius yang menerapkan sistem tahun matahari. Penyebabnya ialah perbedaan sekitar 10 hari lebih awal pada penanggalan bulan Ramadan yang menerapkan sistem kalender lunar dengan penentuan awal bulan oleh kemunculan bulan sabit.[2] Di Australia tidak terdapat otoritas tunggal yang menentukan waktu dimulai dan diakhirinya bulan puasa Ramadan bagi umat Islam.[3] Namun lamanya waktu pelaksanaan puasa Ramadan di Australia rata-rata selama 11 jam 35 menit.[4]

Kebijakan praktik puasa

Pemerintah Australia tidak memberikan pengakuan resmi terhadap syariat Islam di Australia. Namun umat muslim di Australia dapat secara bebas melaksanakan aturan agama Islam termasuk berpuasa Ramadan pada bulan Ramadan.[5] Siswa muslim pada sekolah-sekolah di Australia diperbolehkan berpuasa Ramadan dan bagi siswi muslim diperbolehkan megenakan hijab sebagai salah satu bentuk ekspresi identitas agama kepada kelompok sebaya di sekolah.[6]

Tradisi

Komunitas muslim di Australia memiliki tradisi yang dilestarikan pada waktu buka puasa Ramadan yaitu buka bersama. Acara buka bersama diadakan oleh komunitas muslim di Australia sambil mengundang warga non-muslim untuk ikut serta dalam makan bersama. Selama berlangsungnya buka bersama, warga muslim di Australia memberikan penjelasan kepada warga non-muslim tentang keutamaan bulan Ramadan bagi umat Islam. Pesan yang disampaikan antara lain mengenai keselarasan antara puasa Ramadan dengan perbaikan kehidupan muslim terhadap kemanusiaan dan ketaatan terhadap perintah Tuhan.[7] Di Perth, kegiatan buka bersama pada waktu buka puasa Ramadan umumnya diadakan oleh komunitas muslim asal Indonesia setiap hari Sabtu dan Minggu selama bulan Ramadan.[8]

Referensi

  1. ^ Jones, P., dan Kenny, A. (2010). Australia's Muslim Cameleers: Pioneers of the Inland, 1860s-1930s (dalam bahasa Inggris). Kent Town: Wakefield Press. hlm. 21. ISBN 978-186254-872-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Islamic Special Religious Education (Juli 2014). "Ramadan: A Simple Guide" (PDF). Islamic Special Religious Education (dalam bahasa Inggris). Islamic Council of New South Wales. Diakses tanggal 19 Maret 2025.
  3. ^ Hosen, Nadirsyah (Juni 2015). Jay, J. A. M., dan Romli, C. (ed.). Dari Hukum Makanan tanpa Label Halal hingga Memilih Mazhab yang Cocok. Jakarta Selatan: Penerbit Mizania. hlm. 187. ISBN 9786020989747. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Sunarto (Oktober 2018). "Perbedaan Waktu Puasa di Wilayah Abnormal dan Aplikasi Hukumnya". Kordinat. 17 (2): 290. ISSN 1411-6154.
  5. ^ Rajendra, V., dan Rajendra, S. (2002). Australia (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2). Tarrytown: Benchmark Books. hlm. 76. ISBN 978-0-7614-1473-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Saeed, A., dan Akbarzadeh, S., ed. (2003). Muslim Communities in Australia (dalam bahasa Inggris). Sydney: UNSW Press. hlm. 121. ISBN 978-0-86840-580-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Parawansa, Khofifah Indar (Juni 2015). Wahyuni, E., dan Ngasiran, R. (ed.). NU, Perempuan Indonesia: Sudut Pandang Islam Tradisional. Bandung: Nuansa Cendekia. hlm. 44. ISBN 978-602-350-244-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ^ Wilkinson, N., dkk. (2017). Tilarama (ed.). Berlibur, Beasiswa, Belajar, Bekerja dan Bermukim di Australia Barat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 294. ISBN 978-602-03-6655-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement