Presiden Dewan Uni Eropa

Presiden Dewan Eropa
Logo Dewan Eropa
Petahana
António Costa

sejak 1 Desember 2024
Dewan Eropa
GelarPresiden[1]
StatusPemimpin dan Pejabat Administratif Utama
AnggotaDewan Eropa
KediamanEuropa building
KantorBrussels, Belgia
Ditunjuk olehDewan Eropa
Masa jabatan2,5 tahun, dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan
Dasar hukumTraktat Uni Eropa
PendahuluKetua Dewan Eropa
Dibentuk1 Desember 2009
Pejabat pertamaHerman van Rompuy
Situs webconsilium.europa.eu
Uni Eropa
Bendera Uni Eropa

Artikel ini adalah bagian dari seri:
Politik dan pemerintahan
Uni Eropa

Presiden Dewan Eropa (bahasa Inggris: President of European Council) adalah pemimpin Dewan Eropa dan menjadi representasi Dewan Eropa dalam kancah internasional[2]. Presiden Dewan Eropa terdiri dari gabungan kepala negara atau pemerintahan dari negara-negara anggota Uni Eropa sebagaimana halnya sama dengan Presiden Komisi Eropa. Selain itu Presiden Dewan Eripa juga memberikan arah politik bagi Uni Eropa.

Pada periode tahun 1975 hingga 2009, Presiden Dewan Eropa merupakan sebuah jabatan tak resmi yang dipegang oleh kepala negara atau pemerintahan yang berasal dari negara anggota dengan masa jabatan selama enam bulan dan dipilih secara bergilir. Namun sejak diberlakukannya Traktat Lisbon tahun 2007, dinyatakan bahwa Dewan Eropa harus memilih seorang presiden untuk masa jabatan selama dua setengah tahun dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan. Untuk dapat diangkat menjadi Presiden Dewan Eropa, calon presiden harus mendapat dukungan dua per tiga dari anggota Dewan Eropa.

Pada 19 November 2009, Dewan Eropa memilih Count Herman van Rompuy sebagai Presiden Dewan Eropa yang pertama pasca Traktat Lisbon diberlakukan pada 1 Desember 2009[3]. Herman van Rompuy menjabat hingga 30 November 2014 setelah dipilih kembali pada 31 Mei 2012.

Menjelang berakhirnya masa jabatan van Rompuy, Dewan Eropa memilih Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk untuk menjadi Presiden Dewan Eropa. Tusk menjabat hingga 30 November 2019[4][5].

Pada 2 Juli 2019, Dewan Eropa memilih Perdana Menteri Belgia, Charles Michel untuk menggantikan Donald Tusk efektif pada 1 Desember 2019. Michel menjabat hingga 30 November 2024[6] dan digantikan oleh mantan Perdana Menteri Portugal, António Costa pada 1 Desember 2024.

Sejarah

Sebelum Pemberlakuan Traktat Lisbon 2007

Pertemuan pertama para kepala pemerintahan Masyarakat Ekonomi Eropa yang digelar pada 1961 dan kemudian diformalkan pada tahun 1974 menjadi Dewan Eropa oleh Presiden Prancis Valéry Giscard d'Estaing. Dengan dibentukan Uni Eropa pada 1993, Presiden Dewan Eropa dijabat oleh Presiden Dewan Uni Eropa yang dijabat oleh pemimpin negara yang memegang jabatan presiden yang digilir setiap enam bulan sekali. Dikarenakan Uni Eropa terdiri dari para pemimpin nasional, jabatan Presiden Dewan Uni Eropa dijabat oleh kepala negara atau kepala pemerintahan negara yang ditunjuk menjadi presiden[7][8][9].

Kedudukan tetap

Konstitusi Eropa yang dirancang oleh Konvensi Eropa menggambarkan bahwa Presiden Dewan Eropa sebagai sebuah jabatan ketua dengan masa jabatan yang tetap dan penuh waktu untuk dijabat[10]. Konstitusi tersebut ditolak oleh para pemberi suara dalam dua negara anggota selama peratifikasian, namun, perubahan yang direncanakan terhadap kepresidenan Dewan Eropa tetap dipertahankan dalam Perjanjian Lisbon, dan mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 2009.

Presiden Dewan Eropa pertama dijangka akan memberikan penegasan terhadap fungsi dan kewajiban peran Presiden Dewan Eropa untuk penggantinya kelak, karena tidak ada gambaran yang jelas tentang bagaimana jabatan Presiden Dewan Eropa akan berkembang[11].

Muncul pendapat bahwa Presiden Dewan Eropa hanya sebatas sebagai peran administratif pemangku simbol yang hanya mengetuai rapat-rapat dan memastikan berjalannya institusi dan kebijakan di lingkungan Uni Eropa. Hal tersebut akan menarik para pemimpin negara anggota yang mungkin akan berhenti dari jabatannya atau masuk masa pensiun dan mencari puncak karier yang sesuai, serta akan menyerahkan sebagian besar pekerjaan kepada Komisi Eropa daripada menggunakan kekuasaan di dalam lembaga Dewan Eropa itu sendiri[12].

Pendapat lain, justru membayangkan seorang Presiden Dewan Eropa yang lebih proaktif di dalam Uni Eropa dan berbicara atas nama Uni Eropa tingkat internasional. Jabatan ini, menurut para pendukungnya, akan segera dibentuk menjadi "presiden Eropa" de facto dan tidak seperti model pertama, akan dilihat di panggung dunia sebagai juru bicara Uni Eropa. Orang-orang yang terkait dengan posisi ini akan menjadi pemimpin yang lebih karismatik[10]. Pengangkatan Herman van Rompuy menunjukkan keinginan untuk melihat gaya presiden sebelumnya[butuh rujukan].

Bagaimanapun juga, sejumlah alasan praktis telah dipertimbangkan untuk digunakan dalam model dan gaya baru untuk Presiden Dewan Eropa[13]. Penetapan Presiden Dewan Eropa yang sebelumnya dilakukan secara bergilir bermakna pimpinan baru untuk pertemuan kedua atau bahkan ketiga dengan tanpa kejelasan siapa orangnya. Jika jabatannya dibuat dengan masa jabatan yang tetap maka presiden petahana hanya punya sedikit waktu untuk mempersiapkan rapat dewan karena ia juga memiliki pemerintahan nasional yang harus dijalankan (masalah yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah anggota yang harus diajak bernegosiasi seiring dengan perluasan Uni Eropa). Lebih lanjut, ketika mewakili Uni Eropa secara eksternal di KTT G7 atau G20, mereka sering kali secara bersamaan mewakili negara mereka sendiri. Maka daripada itu dengan mengizinkan Dewan Eropa memilih Presiden yang tidak sekaligus menjadi kepala pemerintahan di negaranya sendiri untukmenjabat secara penuh waktu dan jangka panjang dapat menghindari masalah-masalah tersebut.

Pada 19 November 2009, Perdana Menteri Belgia Count Herman van Rompuy ditetapkan menjadi Presiden Dewan Eropa. Keputusan tersebut muncul menjelang diberlakukannya Traktat Lisbon pada 1 Desember 2009[14]. Perdana Menteri Britania Raya, Gordon Brown menyatakan bahwa van Rompuy mendapatkan dukungan dari 27 negara anggota Uni Eropa setelah adanya pertemuan di Brussels pada sore hari tanggal 19 November 2009. Brown memuji van Rompuy sebagai seorang "pembangun kesepakatan" yang membawa sebuah periode kestabilan politik di Belgia setelah berbulan-bulan ketidakpastian politik[15]. Dalam sebuah konferensi pers pasca ditetapkan sebagai Presiden Dewan Eropa, van Rompuy menyatakan "setiap negara harus menang dalam negosiasi. Sebuah negosiasi yang berakhir dengan kekalahan di satu pihak tidak akan pernah menjadi negosiasi yang baik. Saya akan mempertimbangkan semua sensitifitas dan kepentingan, bahkan jika persatuan kita menjadi kekuatan kita, perbedaan kita akan menjadi kekayaan kita"[16].

Tugas dan Tanggung Jawab

Sebelum Tahun 2009

Peran President-in-Office dalam Dewan Eropa dilaksanakan oleh kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara anggota yang ditunjuk menjadi Kepresidenan Dewan Uni Eropa. Jabatan ini digilir setiap enam bulan sekali dan bermakna bahwa ada dua presiden baru Dewan Eropa dalam setahun.

Peran President-in-Office disifatkan sebagai primus inter pares diantara para kepala negara atau pemerintahan di Uni Eropa. President-in-Office bertindak sebagai perwakilan Dewan Eropa dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Parlemen Eropa pada awal dan akhir dari kepresidenan Dewan Eropa[17][18] .

2009 - sekarang

President of the European Council Herman Van Rompuy during a visit to the Paranal Observatory.[19]

Peran Presiden Dewan Eropa sejak tahun 2009 bersifat politis, menyiapkan pekerjaan Dewan Eropa, mengatur dan mengetuai rapat dewan, mencari kesepakatan diantara para anggota dan melaporkannya kepada Parlemen Eropa. Selain itu Presiden Dewan Eropa juga "pada tingkat dan kapasitasnya tersebut, memastikan representasi eksternal Uni Eropa dalam isu-isu yang menyangkut kebijakan luar negeri dan keamanan bersama, tanpa mengurangi wewenang Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan"[20]. Beberapa ketumpangtindihan fungsi antara Presiden Dewan Eropa, Presiden Komisi Eropa dan Perwakilan Tinggi (biasanya terkait kebijakan eksternal) menyebabkan samarnya pengaruh Presiden Dewan Eropa itu sendiri. Muncul kekhawatiran lebih lanjut mengenai apakah presiden akan memiliki personel dan sumber daya yang cukup untuk menjalankan tugas jabatannya secara efektif dan bahwa, tanpa kementerian, presiden mungkin akan menjadi "bola mainan" di antara para pemimpin Uni Eropa[21].

Daftar Presiden Dewan Eropa

www.eu2013.lt

Masa Jabatan Presiden Dewan Uni Eropa adalah 6 bulan. Daftar Presiden Dewan Uni Eropa sebagai berikut:

Periode Trio Negara Website
1958 Jan–Jun    Belgia  
Jul–Des  Jerman Barat
1959 Jan–Jun  Prancis
Jul–Des  Italia
1960 Jan–Jun  Luxembourg
Jul–Des  Belanda
1961 Jan–Jun  Belgia
Jul–Des  Jerman Barat
1962 Jan–Jun  Prancis
Jul–Des  Italia
1963 Jan–Jun  Luxembourg
Jul–Des  Belanda
1964 Jan–Jun  Belgia
Jul–Des  Jerman Barat
1965 Jan–Jun  Prancis
Jul–Des  Italia
1966 Jan–Jun  Luxembourg
Jul–Des  Belanda
1967 Jan–Jun  Belgia
Jul–Des  Jerman Barat
1968 Jan–Jun  Prancis
Jul–Des  Italia
1969 Jan–Jun  Luxembourg
Jul–Des  Belanda
1970 Jan–Jun  Belgia
Jul–Des  Jerman Barat
1971 Jan–Jun  Prancis
Jul–Des  Italia
1972 Jan–Jun  Luxembourg
Jul–Des  Belanda
1973 Jan–Jun  Belgia
Jul–Des  Denmark
1974 Jan–Jun  Jerman Barat
Jul–Des  Prancis
1975 Jan–Jun  Irlandia
Jul–Des  Italia
1976 Jan–Jun  Luxembourg
Jul–Des  Belanda
1977 Jan–Jun  Britania Raya
Jul–Des  Belgia
1978 Jan–Jun  Denmark
Jul–Des  Jerman Barat
1979 Jan–Jun  Prancis
Jul–Des  Irlandia
1980 Jan–Jun  Italia
Jul–Des  Luxembourg
1981 Jan–Jun  Belanda
Jul–Des  Britania Raya
1982 Jan–Jun  Belgia
Jul–Des  Denmark
1983 Jan–Jun  Jerman Barat
Jul–Des  Yunani
1984 Jan–Jun  Prancis
Jul–Des  Irlandia
1985 Jan–Jun  Italia
Jul–Des  Luxembourg
1986 Jan–Jun  Belanda
Jul–Des  Britania Raya
1987 Jan–Jun  Belgia
Jul–Des  Denmark
1988 Jan–Jun  Jerman Barat
Jul–Des  Yunani
1989 Jan–Jun  Spanyol
Jul–Des  Prancis
1990 Jan–Jun  Irlandia
Jul–Des  Italia
1991 Jan–Jun  Luxembourg
Jul–Des  Belanda
1992 Jan–Jun  Portugal
Jul–Des  Britania Raya
1993 Jan–Jun  Denmark
Jul–Des  Belgia
1994 Jan–Jun  Yunani
Jul–Des  Jerman
1995 Jan–Jun  Prancis
Jul–Des  Spanyol
1996 Jan–Jun  Italia
Jul–Des  Irlandia
1997 Jan–Jun  Belanda
Jul–Des  Luxembourg
1998 Jan–Jun  Britania Raya presid.fco.gov.uk
Jul–Des  Austria ?
1999 Jan–Jun  Jerman ?
Jul–Des  Finlandia presidency.finland.fi
2000 Jan–Jun  Portugal ?
Jul–Des  Prancis ?
2001 Jan–Jun  Swedia eu2001.se
Jul–Des  Belgia eu2001.be
2002 Jan–Jun  Spanyol ue2002.es
Jul–Des  Denmark eu2002.dk
2003 Jan–Jun  Yunani eu2003.gr
Jul–Des  Italia eu2003.it
2004 Jan–Jun  Irlandia eu2004.ie
Jul–Des  Belanda eu2004.nl
2005 Jan–Jun  Luxembourg eu2005.lu
Jul–Des  Britania Raya eu2005.gov.uk
2006 Jan–Jun  Austria eu2006.at
Jul–Des  Finlandia1 eu2006.fi Diarsipkan 2010-01-25 di Wayback Machine.
2007 Jan–Jun T1  Jerman eu2007.de
Jul–Des  Portugal eu2007.pt
2008 Jan–Jun  Slovenia eu2008.si
Jul–Des T2  Prancis ue2008.fr
2009 Jan–Jun  Ceko eu2009.cz Diarsipkan 2013-09-21 di Wayback Machine.
Jul–Des  Swedia se2009.eu Diarsipkan 2010-08-08 di Wayback Machine.

Presiden Tetap

No. Potret Nama

(lahir–wafat)

Asal Negara Masa Jabatan Partai dalam Dewan Eropa Partai Di Negara Asal Ref.
Mulai Menjabat Berhenti Menjabat Lama Menjabat
1
Herman Van Rompuy

(lahir 1947)

 Belgia 1 Desember 2009 30 November 2014 5 tahun Partai Rakyat Eropa CD&V [22]
2
Donald Tusk

(lahir 1957)

 Polandia 1 Desember 2014 30 November 2019 5 tahun Partai Rakyat Eropa PO [23]
3
Charles Michel

(lahir 1975)

 Belgia 1 Desember 2019 30 November 2024 5 tahun Partai Rakyat Eropa MR [24]
4
António Costa

(lahir 1961)

 Portugal 1 Desember 2024 Petahana 1 tahun, 131 hari Partai Sosialis Eropa PS [25]


1Germany was due to succeed Austria in 2006 but stepped aside as general elections were scheduled for that period. Finland, as next in line, took their place. In the event, the German elections took place in 2005 due to a loss of confidence vote, but the re-arrangement remained.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ English Style Guide: A handbook for authors and translators in the European Commission (Edisi 8). European Commission. November 2024. hlm. 126. Diakses tanggal 22 November 2024.
  2. ^ Treaty of Lisbon amending the Treaty on European Union and the Treaty establishing the European Community, Article 9 B
  3. ^ "European Council statement on the measures taken regarding the implementation of the Treaty of Lisbon" (PDF). Consilium.
  4. ^ "Italy's Mogherini and Poland's Tusk get top EU jobs". BBC News. 30 August 2014. Diakses tanggal 31 March 2022.
  5. ^ Herszenhorn, David M. (9 March 2017). "EU leaders defy Warsaw to reappoint Donald Tusk". Politico. Diakses tanggal 31 March 2022.
  6. ^ "Charles Michel re-elected president of the European Council". www.consilium.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-10-19.
  7. ^ Stark, Christine. "Evolution of the European Council: The implications of a permanent chair" (PDF). Dragoman.org. Diakses tanggal 12 July 2007.
  8. ^ van Grinsven, Peter (September 2003). "The European Council under Construction" (PDF). Netherlands Institution for international Relations. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 September 2007. Diakses tanggal 16 August 2007.
  9. ^ Europa. "Consolidated EU Treaties" (PDF). Diakses tanggal 27 June 2007.
  10. ^ a b "SCADPlus: The Institutions of the Union: European Council". Europa. Diarsipkan dari asli tanggal 21 December 2009. Diakses tanggal 27 June 2007.
  11. ^ Goldirova, Renata (22 October 2007). "First names floated for top new EU jobs". EU Observer. Diakses tanggal 22 October 2007.
  12. ^ Iey Berry, Peter Sain (16 November 2007). "[Comment] The new EU president" standard bearer or shaker?". EU Observer. Diakses tanggal 18 November 2007.
  13. ^ Corbett, Richard. ‘President of the European Council, new kid on the block: asset or complication?'. In 'The European Union after the Lisbon Treaty, Maastricht Centre for European Governance, Maastricht Monnet Lecture Series Vol. 3 (2011).
  14. ^ "New leadership team for Europe". Council of the European Union. Diakses tanggal 24 November 2009. The formal decisions on these appointments will be taken once the Treaty of Lisbon has entered into force, on 1 December 2009.
  15. ^ "Belgian PM Van Rompuy is named as new EU president". The Daily Telegraph. 19 November 2009. Diakses tanggal 20 November 2009.
  16. ^ Henry Chu: European Union settles on a Belgian and a Briton for top posts. Los Angeles Times. Retrieved 19 November 2009.
  17. ^ "How does the EU work". Europa. Diakses tanggal 12 July 2007.
  18. ^ "European Council". Europa. Diakses tanggal 12 July 2007.
  19. ^ "European High-level Delegations visit Paranal". ESO Press Release. Diakses tanggal 12 February 2013.
  20. ^ "President of the European Council" (PDF). General Secretariat of the Council of the EU. 24 November 2009. Diakses tanggal 24 November 2009.
  21. ^ Mahony, Honor (28 November 2007). "Unclear EU treaty provisions causing 'nervousness'". EU Observer. Diakses tanggal 28 November 2007.
  22. ^ "Herman Van Rompuy, 2009-2014". European Council. Diakses tanggal 2 January 2026.
  23. ^ "Donald Tusk, 2014-2019". European Council. Diakses tanggal 2 January 2026.
  24. ^ "Charles Michel, 2019-2024". European Council. Diakses tanggal 2 January 2026.
  25. ^ Moens, Barbara; Hernández-Morales, Aitor; Vela, Jakob Hanke; Barigazzi, Jacopo; Leali, Giorgio (27 June 2024). "Von der Leyen, Costa and Kallas bag EU top jobs". Politico. Diakses tanggal 2 January 2026.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement