Picus awokera
| Picus awokera | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 22681459 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Piciformes |
| Famili | Picidae |
| Genus | Picus |
| Spesies | Picus awokera Temminck, 1836 |
Pelatuk jepang atau pelatuk hijau jepang (Picus awokera) adalah burung pelatuk dari keluarga Picidae yang merupakan endemik di Jepang.[1] Spesies ini berukuran sedang dan memiliki kekerabatan dekat dengan pelatuk hijau eropa.
Deskripsi
Burung pelatuk ini bisa tumbuh hingga berukuran 29-30 cm dengan berat berkisar 120-138 gram.[1][2] Bulunya sangat jelas, dengan bagian atas tubuh berwarna hijau dan banyak bintik-bintik rapi di perut. Terdapat warna merah di sisi kepala dan paruh. Warna tubuh jantan dan betina hampir sama, tetapi jantan memiliki pola merah yang lebih besar dan seluruh kepalanya berwarna merah.[2] Mereka mengeluarkan siulan "pyo pyo" yang khas dan kuat, selain suara "kyo kyo" yang sangat mirip dengan beberapa pelatuk lainnya. Suaranya cepat dan panjang.[3]
Sebaran dan habitat
Pelatuk hijau ini hanya hidup di Jepang dan ditemukan di hutan, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan di selatan Honshu. Mereka terkadang membangun sarang di pohon sakura yang berada di taman-taman kota.[2]
Perilaku
Makanan dan pemberian makan
Mereka terbang dari satu pohon ke pohon lain dengan mematuk batang pohon untuk menangkap serangga, laba-laba, dan bahkan semut di tanah. Dari musim gugur hingga musim dingin, mereka juga memakan buah-buahan dan kacang-kacangan.[2]
Meskipun tidak sering mendatangi tempat makan burung, mereka terkadang memakan lemak sapi, kacang tanah, dan biji bunga matahari dari tempat makan yang disediakan untuk burung pelatuk dan burung pemakan serangga lainnya, terutama selama bulan-bulan musim dingin ketika makanan alami sedang langka.[3]
Perkembangbiakan
Pelatuk hijau jepang melakukan pertunjukan kawin yang dramatis dengan bersuara untuk menarik pasangan. Musim kawin berlangsung dari Mei hingga Juni. Pasangan pelatuk ini sering kali membentuk ikatan monogami selama musim kawin. Sarang biasanya digali di batang pohon yang mati atau membusuk dan mereka lebih menyukai hutan berdaun lebar. Burung-burung ini menggunakan paruhnya yang kuat untuk membuat rongga sarang dan melapisinya dengan serpihan kayu. Betina bertelur 4-7 butir telur putih yang dierami oleh kedua induknya. Setelah menetas, baik jantan maupun betina memberi makan anak-anaknya makanan yang sebagian besar terdiri dari serangga, dan secara bertahap memperkenalkan biji-bijian dan makanan lain seiring pertumbuhan mereka.[4]
Daftar rujukan
- ^ a b Oiseaux.net. "Pic awokéra - Picus awokera - Japanese Green Woodpecker". www.oiseaux.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ a b c d "Picus awokera (Japanese Green Woodpecker) | Treasures of Mt. Takao | TAKAO 599 MUSEUM". www.takao599museum.jp. Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ a b "Japanese Woodpecker - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-04. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ "Japanese Green Woodpecker - BirdBuddy Wiki". web-og5tdmdpw-bird-buddy-488f2fbd.vercel.app (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


