Pertempuran Waterloo

Pertempuran Waterloo
Bagian dari Perang Napoleon (Koalisi Ketujuh), lebih tepatnya Seratus Hari

Sebuah lukisan yang menggambarkan Pertempuran Waterloo karya Robinson
Tanggal18 Juni 1815
LokasiWaterloo, Kerajaan Bersatu Belanda (sekarang bagian dari Belgia)
Hasil Kemenangan koalisi
Pihak terlibat
 Prancis Koalisi Ketujuh:
Britania Raya
 Prusia
Kerajaan Belanda Belanda
Provinsi Hanover Hannover
Nassau
 Braunschweig
Tokoh dan pemimpin
Napoleon I
Michel Ney
Emmanuel de Grouchy
Jean-de-Dieu Soult
Jean-Baptiste Drouet
Honoré Charles Reille
Georges Mouton
François de Kellermann
Édouard Milhaud
Adipati Wellington
Henry Paget (WIA)
Rowland Hill, Viscount Hill ke-1
Thomas Picton 
Pangeran Oranye (WIA)
Gebhard von Blücher
August Neidhardt von Gneisenau
Hans Ernst Karl
Georg Dubislav Ludwig von Pirch
Friedrich Wilhelm Freiherr von Bülow
Kekuatan
127.000 tentara 67.000 tentara koalisi
60.000 tentara Prusia
Korban
25.000 tewas atau terluka,
7.000 ditawan,
15.000 hilang
22.000 tewas atau terluka
Tentara Wellington : 3.500 tewas, 10.200 terluka, 3.300 hilang.
Tentara Blücher : 1.200 tewas, 4.400 terluka, 1.400 hilang.

Pertempuran Waterloo terjadi pada tanggal 18 Juni 1815 di dekat kota Waterloo sekitar 15 km selatan ibu kota Belgia, Brussel (yang saat itu berada dalam wilayah Kerajaan Bersatu Belanda), merupakan pertempuran terakhir Napoleon. Kekalahan pasukan Prancis melawan pasukan Inggris dan koalisinya, di bawah pimpinan Arthur Wellesley, Adipati Wellington ke-1, dan sekutunya Prussia, di bawah komando Feldmarschall Blücher ini menjadi penutup sejarahnya sebagai Kaisar Prancis dan akhir dari Kekaisaran Pertama Prancis. Pertempuran ini juga dicatat dalam sejarah sebagai penutup dari seratus hari terakhir Napoleon sejak pelariannya dari pulau Elba, saat masa pengasingan pertamanya.

Setelah kekalahan militer total yang kedua dalam waktu yang berdekatan ini, Prancis dibebankan persyaratan perdamaian yang memberatkan dalam Perjanjian Paris Kedua, dan Napoleon menjadi tawanan perang oleh pihak Inggris dan ditahan di Pulau St. Helena di Samudra Atlantik hingga meninggalnya pada 5 Mei 1821.

Pendahuluan

Peta Pertempuran Waterloo.

Pada 13 Maret 1815, enam hari sebelum Napoleon tiba di Paris, Kongres Wina menyatakan dirinya sebagai penjahat.[1] Empat hari kemudian, Britania Raya, Rusia, Austria dan Prusia memobilisasi tentara mereka untuk mengalahkan Napoleon.[2] Napoleon mengetahui bahwa sekali gagal untuk mencegah satu atau lebih dari sekutu-sekutu Koalisi Ketujuh, maka kesempatan satu-satunya untuk tetap memegang kekuasaan adalah menyerang sebelum koalisi sempat bergerak.

Susunan awal pasukan Wellington dimaksudkan untuk membalas ancaman Napoleon yang mengepung tentara Koalisi dengan bergerak melewati Mons ke barat-daya Brussel.[3] Hal ini dapat memutus jalur komunikasi Wellington dengan pangkalannya di Oostende, tetapi dapat menempatkan pasukannya lebih dekat dengan pasukan Blücher. Napoleon memanfaatkan kekhawatiran Wellington dengan laporan intelijen palsu.[4] Dia membagi pasukannya menjadi sayap kiri dengan Michel Ney sebagai komandan, sayap kanan dengan Emmanuel de Grouchy sebagai komandan dan pasukan cadangan yang dia komandani sendiri. Melintasi perbatasan dekat Charleroi sebelum fajar tanggal 15 Juni dan mengamankan posisi tengah antara pasukan Wellington dan Blücher.

Pada 16 Juni, Wellington mendapat kabar dari Willem II, Pangeran Oranye dan terkejut mengetahui lajunya pasukan Napoleon. Segera dia memerintahkan pasukannya untuk berkonsentrasi di Quatre Bras, di mana Willem II dengan brigade Karl Bernhard dari Sachsen-Weimar-Eisenach mempertahankan posisi mereka melawan pasukan Ney.[5] Ney diperintahkan untuk mengamankan persimpangan Quatre Bras untuk dapat di kemudian hari maju ke timur dan memperkuat Napoleon.

Napoleon tahun 1815. karya Paul Delaroche.

Napoleon bergerak menuju konsentrasi tentara Prusia, dengan pasukan cadangan dan pasukan sayap kanan. Dia mengalahkan Blücher di Pertempuran Ligny. Di Quatre Bras, Wellington datang dan memukul mundur Ney. Akan tetapi, kekalahan Prusia di Ligny membuat Wellington tidak dapat mempertahankan posisinya di Quatre Bras, maka keesokan harinya dia mundur ke utara mengambil posisi bertahan.[6]

Prusia mundur dari Ligny tanpa gangguan dan tanpa disadari oleh pihak Prancis.[7] Sebagian dari pasukan penjaga bagian belakang tetap berada di posisi sampai dengan tengah malam, beberapa dari mereka juga tidak bergerak sampai pagi hari.[7] Ahkirnya, Pasukan Prusia mundur ke utara sejajar dengan Wellington. Pasukan Prusia berkumpul di Korps IV Friedrich Wilhelm Freiherr von Bülow yang tidak diserang di Ligny dan berada dalam posisi yang kuat di selatan Wavre.[7]

Napoleon dengan pasukan cadangannya, bergabung dengan pasukan Ney pada 17 Juni pukul 13:00, mencoba menyerang pasukan Wellington. Akan tetapi mereka tidak menemukan Wellington. Pasukan Prancis ini kemudian mencoba mengejar pasukan Wellington, tetapi hasilnya hanyalah pertempuran kecil pasukan kavaleri di Genappe. Sebelum meninggalkan Ligny, Napoleon memerintahkan Grouchy untuk mengikuti alur mundur pasukan Prusia dengan pasukan sebesar 33.000 orang. Keterlambatan, ketidakpastian arah dari pasukan Prusia dan ketidakjelasan perintah membuat Grouchy tidak dapat mencegah pasukan Prusia mencapai Wavre yang dari sana mereka dapat maju mendukung pasukan Wellington. Sebelum tanggal 18 Juni, Wellington sudah tiba di posisinya di Waterloo, diikuti dengan bagian utama dari pasukan Napoleon. Pasukan Blücher berkumpul di sekitar Wavre, sekitar 13 km ke arah timur.

Referensi

  1. ^ Timeline: The Congress of Vienna, the Hundred Days, and Napoleon's Exile on St Helena, Center of Digital Initiatives, Brown University Library
  2. ^ Hamilton-Williams, David p. 59
  3. ^ Siborne, W., p. 82
  4. ^ Hofschröer, Waterloo Campaign Ligny and Quatre Bras pp. 136–160
  5. ^ Longford, p. 508
  6. ^ Longford, p. 527
  7. ^ a b c Chesney, p. 136

Pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement