Pertahanan diri

Demonstrasi jujutsu dalam menghadapi serangan pisau di Berlin, Jerman (1924).

Pertahanan diri atau pembelaan diri (Inggris: self-defence) adalah sebuah tindakan pencegahan yang bertujuan melindungi kesehatan dan keselamatan diri dari bahaya.[1] Penggunaan hak untuk membela diri sebagai dasar hukum untuk menggunakan kekuatan dalam situasi berbahaya diakui di banyak jurisdiksi.[2]

Fisik

Seorang Bangladesh Rifles Senior Warrant Officer (kiri dengan seragam loreng hijau-kuning) melakukan teknik kendali berbasis keuntungan mekanis terhadap seorang Korps Marinir Amerika Serikat dalam sebuah demonstrasi.

Pertahanan diri fisik adalah penggunaan kekuatan tubuh untuk menghadapi ancaman kekerasan secara langsung. Kekuatan ini dapat berupa bersenjata maupun tidak bersenjata. Dalam kedua kasus, keberhasilan bergantung pada berbagai faktor, baik tingkat keparahan ancaman maupun kesiapan mental dan fisik dari pihak yang membela diri.[3]

Tanpa senjata

Banyak aliran seni bela diri dipraktikkan untuk tujuan pertahanan diri atau memasukkan teknik pertahanan diri di dalamnya. Sebagian aliran berfokus terutama pada pertahanan diri, sementara beberapa olahraga tarung juga dapat diterapkan secara efektif untuk pertahanan diri. Ada seni bela diri yang mengajarkan cara melepaskan diri dari situasi ancaman pisau atau senjata api, atau bagaimana menghindar dari pukulan, sementara aliran lain menekankan teknik menyerang. Banyak sekolah bela diri modern kini menggabungkan berbagai gaya dan teknik untuk memberikan pelatihan pertahanan diri yang lebih praktis. Latihan pertahanan diri sering kali disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta.[butuh rujukan]

Bersenjata

Tongkat baton baja teleskopik untuk keamanan yang dijual kepada masyarakat di Jepang (2009).

Beragam jenis senjata dapat digunakan secara defensif. Senjata yang paling sesuai bergantung pada jenis ancaman yang dihadapi, kondisi korban, serta pengalaman orang yang membela diri. Pembatasan hukum juga sangat bervariasi dan memengaruhi pilihan pertahanan diri yang tersedia.[butuh rujukan]

Di beberapa yurisdiksi, senjata api dapat dibawa terbuka atau tersembunyi secara khusus untuk tujuan ini. Sebaliknya, yurisdiksi lain menerapkan pembatasan ketat mengenai siapa yang boleh memiliki senjata api dan jenis apa yang dapat dimiliki. Pisau, terutama yang dikategorikan sebagai switchblade, juga dapat diatur, demikian pula baton, semprotan merica, dan senjata kejut listrik pribadi—meskipun beberapa di antaranya dapat legal dibawa dengan izin atau untuk profesi tertentu.[butuh rujukan]

Semprotan penanda berbasis air yang tidak menimbulkan cedera, seperti semprotan pewarna permanen untuk pertahanan diri, atau semprotan penanda ID maupun penanda DNA yang menghubungkan tersangka dengan lokasi kejahatan, umumnya legal untuk dimiliki dan dibawa di banyak tempat.[4]

Benda sehari-hari (beberapa contohnya termasuk: senter, tongkat bisbol, koran, gantungan kunci dengan kunci, peralatan dapur, alat, serta kaleng semprot rambut yang dipadukan dengan pemantik) juga dapat digunakan sebagai senjata improvisasi untuk pertahanan diri.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Definisi "Self-Defense" menurut Dictionary.com. Dictionary.reference.com. Diakses pada 2 Juni 2012.
  2. ^ Kopel, David B.; Gallant, Paul; Eisen, Joanne D. (2008). "The Human Right of Self-Defense". BYU Journal of Public Law. 22. BYU Law School: 43–178.
  3. ^ Joseph, Christopher (22 September 2023). "What is Self Defense? Explaining The Concept of Self Defense". USA Self Defense Centers. Diakses tanggal 7 Desember 2023.
  4. ^ Branded a criminal – Red Offender spray is rolled out at Canterbury's nightspots (KentOnLine.co.uk, 13 Mei 2010). Diakses pada 5 Agustus 2012.
  5. ^ Self-Defense With Everyday Objects 16 Agustus 2017. Arkady Bukh


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement