Pengguna:Taufiqyendra
Taufiq Yendra Pratama | |
|---|---|
| Lahir | 5 November 1990 Bangkinang, Riau, Indonesia |
| Asal | Riau, Indonesia |
| Pekerjaan | Komposer · Musisi · Pendidik |
| Tahun aktif | 2010–sekarang |
| Artis terkait | Suwang Projek · Muara Takus Ethnic Music · Arecca Ansamble |
| Situs web | Blog resmi |
Taufiq Yendra Pratama (lahir 5 November 1990 di Bangkinang, Riau) adalah seorang komposer, musisi, dan praktisi musik tradisional asal Indonesia. Ia dikenal melalui karya-karya yang menggabungkan musik tradisional Melayu Riau dengan pendekatan kontemporer dan world music. Taufiq merupakan pendiri Suwang Projek serta penggagas Muara Takus Ethnic Music dan Suwang Art House.
Sejak lebih dari satu dekade, ia aktif mencipta musik tari, komposisi lintas seni, dan mengembangkan musik tradisi sebagai media edukasi maupun terapi. Karyanya pernah tampil di panggung nasional hingga internasional, termasuk Konser Karawitan Anak Indonesia (2019), DO Music Festival (2022), Playoff Music Festival (2024), serta pertunjukan budaya Indonesia di Kazakhstan dan Tajikistan. Ia juga meraih penghargaan penata musik terbaik Festival Siak Bermadah (2014, 2016) dan masuk 10 penata musik terpilih se-Indonesia versi Kemendikbud (2019).[1]
Pendidikan
- 2013 – Sarjana Pendidikan (S.Pd), Pendidikan Sendratasik, Universitas Islam Riau[2]
- 2019 – Magister Seni (M.Sn), Penciptaan Seni Musik Nusantara, Institut Seni Indonesia Padangpanjang[2]
Karier
Sejak 2014, Taufiq aktif sebagai Dosen Luar Biasa di FKIP Universitas Islam Riau, mengampu mata kuliah Musik Pengiring Tari dan Ansambel Musik Tradisional Melayu.[2] Ia juga menjadi tutor di Universitas Terbuka untuk mata kuliah Pendidikan Seni di SD.[2]
Ia mendirikan Suwang Projek pada 2018, yang menghasilkan lebih dari 30 karya musik tari dan komposisi, tampil di berbagai event nasional maupun internasional.[3]
Menurut wawancara dengan *Riau Online*, Taufiq menyebut kecintaannya pada musik Melayu sebagai sebuah anugerah, bukan sekadar pilihan.[4] Di masa pandemi, ia memilih memelihara ayam untuk menopang kehidupan sehari-hari agar tetap bisa berkesenian.[5] Ia juga menegaskan filosofi bahwa "berkesenian bukan untuk cari duit, tapi duit untuk berkesenian".[6]
Pada 2019, karyanya IMAK Kini bersama Osam Art Community lolos kurasi Konser Karawitan Anak Indonesia (KKAI) yang digelar oleh Kemendikbud.[7][8]
Pada 2023, ia menampilkan karya Bagadumbo dalam program residensi di Tanjung Beringin, Riau.[9] Tahun berikutnya, ia dipercaya menggubah musik pembuka Pesta Rentak Sumatera Utara bersama Arecca Ansamble.[10]
Gaya dan Pendekatan
Karya Taufiq menggabungkan musik tradisional Melayu Riau dengan pendekatan kontemporer. Ia mengolah mantra, ritme repetitif, dan instrumen tradisional menjadi medium musik terapi dan world music. Melalui Suwang Projek, ia menjembatani musik tradisi dengan ruang-ruang modern, termasuk festival musik dan pertunjukan lintas disiplin.[11]
Karya Terkemuka
- Menimang Lisan (2013) – komposisi berbasis sastra lisan Kampar.[2]
- Mambang Deo-Deo (2014) – karya terinspirasi ritual pengobatan Sakai.[2]
- IMAK (2016–2019) – rangkaian karya eksplorasi bunyi.[2]
- Bagadumbo (2018–2023) – kolaborasi musik, tari, teater, dan visual.[12]
- Negeri 3 Musim (2019) – karya reflektif tentang kabut asap.[2]
- Kampar Maimbau (2020) – lagu bahasa Kampar bernuansa kerinduan.[2]
- Batobo (2021) – kolaborasi bersama grup Nadadinadi, masuk 25 karya terbaik Linmtara.[13]
- Impresi Mambang Deo-deo (2023) – karya musik terapi terinspirasi ritual Sakai.[2]
- Badeo Garudo (2024) – komposisi musik Nusantara dengan narasi Garuda.[2]
Prestasi dan Partisipasi Internasional
- 2014 – Penata musik tari terbaik 1, Festival Siak Bermadah.[2]
- 2016 – Penata musik tari terbaik 1, Festival Siak Bermadah.[2]
- 2019 – Terpilih 10 penata musik terbaik di Konser Karawitan Anak Indonesia (Kemendikbud).[14]
- 2019 – Membawa musik tradisional Indonesia ke Kazakhstan dan Tajikistan.[2]
- 2022 – tampil di DO Music Festival, Pekanbaru.[15]
- 2024 – tampil di Playoff Music Festival bersama Suwang Projek, Tulus, Dere, dan Kunto Aji.[2]
- 2024 – dipercaya menggubah musik pembuka Pesta Rentak Sumatera Utara.[16]
Organisasi
- Pendiri Suwang Projek
- Penggagas Muara Takus Ethnic Music
- Anggota Koalisi Seni Indonesia wilayah Riau
- Anggota Asosiasi Harpa Mulut Indonesia[2]
Referensi
- ^ "Taufik Yendra Bersyukur Dianugrahi Kemampuan Bikin Lagu Melayu". Riau Online. 8 Februari 2021. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p "Curriculum Vitae Taufiq Yendra Pratama". Portofolio pribadi. 2025.
- ^ "DO Music Festival Berhasil Bikin Pecah Pekanbaru". IDN Times. 3 September 2022. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Taufik Yendra Bersyukur Dianugrahi Kemampuan Bikin Lagu Melayu". Riau Online. 8 Februari 2021. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Sepi Pentas karena Pandemi, Taufik Yendra Pratama Pilih Pelihara Ayam". Riau Online. 8 Februari 2021. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Berkesenian Bukan untuk Cari Duit tapi Duit untuk Berkesenian". Riau Online. 8 Februari 2021. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "'Imak Kini' Riau Ikut Konser Karawitan Anak Indonesia". Cakaplah.com. 16 Maret 2019. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "IMAK Kini Ikut Konser Karawitan Anak Indonesia". Mediacenter Riau. 15 Maret 2019. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Di Depan Raja dan Masyarakat Tanjung Beringin, Seniman Ini Tampilkan Karya Bagadumbo". Paras Riau. 19 Januari 2023. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Tari Mararak Sisampek, Refleksi Budaya Kuantan Singingi di Kenduri Riau 2024". Bilikanalogi. 20 Oktober 2024. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "DO Music Festival Berhasil Bikin Pecah Pekanbaru". IDN Times. 3 September 2022. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Karya Bagadumbo Tampil di Tanjung Beringin". Paras Riau. 2023. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Batobo - Nadadinadi". YouTube. 2021. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "IMAK Kini Ikut Konser Karawitan Anak Indonesia". Mediacenter Riau. 2019. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "DO Music Festival Berhasil Bikin Pecah Pekanbaru". IDN Times. 2022. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
- ^ "Tari Mararak Sisampek di Kenduri Riau 2024". Bilikanalogi. 2024. Diakses tanggal 19 Agustus 2025.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


