Pengembangan lingkungan tradisional
Pengembangan Lingkungan Tradisional (dalam bahasa Inggris: Traditional Neighborhood Development, disingkat TPT) mengacu pada pengembangan lingkungan atau kota secara keseluruhan dengan menggunakan prinsip-prinsip perencanaan kota tradisional. TND dapat terjadi di lingkungan infill dan melibatkan pemanfaatan kembali bangunan yang ada secara adaptif (alih fungsi adaptif), tetapi seringkali melibatkan pembangunan baru di lahan yang sebelumnya belum dikembangkan.[1]
Sebuah proyek dapat dikategorikan sebagai pengembangan lingkungan tradisional apabila menyediakan variasi tipe hunian, jaringan jalan dan blok yang saling terhubung, ruang publik yang dirancang untuk penggunaan umum yang mengutamakan sistem keleluasaan berjalan dari area tempat tinggal.[2] Pendekatan ini menekankan skala lingkungan yang mendukung aktivitas pejalan kaki, tingkat kepadatan tempat tinggal yang berada pada kategori sedang hingga tinggi, serta keberadaan pusat kawasan dengan penggunaan campuran. Penggunaan campuran tersebut mencakup fungsi perkantoran, ritel, pendidikan, dan rekreasi yang dapat dijangkau oleh penduduk, sehingga menciptakan kawasan yang terhubung dan mudah diakses.[3][4]
Pengembangan lingkungan tradisional beroperasi pada skala kawasan atau kota kecil, berbeda dengan urbanisme baru yang mencakup skala perencanaan dari tingkat bangunan hingga wilayah. Proyek pengembangan lingkungan tradisional dapat memanfaatkan berbagai gaya arsitektur dan tidak terbatas pada estetika tradisional. Prospect New Town merupakan contoh pengembangan lingkungan tradisional dengan gaya modern, sedangkan Baxter Village di dekat Fort Mill, Carolina Selatan, merupakan contoh pengembangan lingkungan tradisional bergaya neotradisional.[5]
Sejarah
Pengembangan pengembangan lingkungan tradisional telah dikenal dalam bidang desain untuk jangka waktu yang panjang, tetapi bentuk legalnya pertama kali ditetapkan di Amerika Serikat antara tahun 1990 dan 1992 di Bedford, New Hampshire. Penetapan tersebut dilakukan karena penerapan prinsip-prinsip TND memerlukan penyesuaian terhadap peraturan zonasi yang berlaku. Upaya legislasi ini dilakukan oleh empat individu, yaitu Rick Chellman, Norman Stahl, Andrés Duany, dan Scott Brooks. Mereka menyusun dan mengusulkan TND Ordinance pertama, yang menyusun secara resmi kebutuhan regulatif TND ke dalam kerangka zonasi tradisional. Sebelum adanya peraturan ini, banyak persyaratan zonasi umum di Amerika Serikat mewajibkan prinsip desain suburbia yang tidak sesuai dengan kebutuhan TND.[6][7]
Salah satu aspek dalam perubahan regulasi tersebut adalah penyesuaian terhadap standar kecepatan desain jalan, yang sebelumnya secara umum menetapkan kecepatan 35 mil per jam (56 km/jam) untuk area suburban sejak dekade 1960-an. Setelah disahkan di Bedford, peraturan zonasi TND menjadi acuan bagi sejumlah komunitas lain. Tujuan penyusun ordinance tersebut adalah menyediakan preseden regulatif dan kerangka praktis untuk penerapan TND.[6][8]
Referensi
- ^ United States Environmental Protection Agency. (t.t.). What is Traditional Neighborhood Development? [PDF]. Diakses secara daring dari https://19january2017snapshot.epa.gov/sites/production/files/documents/ia_cedar_rapids.pdf
- ^ "Traditional Neighborhood Development : ConservationTools". conservationtools.org. Diakses tanggal 2023-08-04.
- ^ Development, United States Office of Community Planning and (2004). HOME and Neighborhoods: A Guide to Comprehensive Revitalization Techniques (dalam bahasa Inggris). U.S. Department of Housing and Urban Development, Community Planning and Development.
- ^ Nolon, John R. (2003). Open Ground: Effective Local Strategies for Protecting Natural Resources (dalam bahasa Inggris). Environmental Law Institute. ISBN 978-1-58576-055-8.
- ^ Steuteville, Robert (1997-09-01). "Neotraditional projects proliferate in many parts of the US". CNU (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-22.
- ^ a b Development, Neighborhood (2021-12-24). "Neighborhood Development". Global Journal of Engineering and Architecture (dalam bahasa Inggris): 1–1.
- ^ Emerson, Chad (2007). The SmartCode Solution to Sprawl (dalam bahasa Inggris). Environmental Law Institute. ISBN 978-1-58576-107-4.
- ^ "SUBURBAN STREET collocation | meaning and examples of use". dictionary.cambridge.org (dalam bahasa Inggris). 2025-11-18. Diakses tanggal 2025-11-22.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


