Pengeboman NATO di Yugoslavia
| Operasi Allied Force | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Kosovo | |||||||
Bangunan di Serbia yang terbakar, 1999 | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
|
| ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
|
| ||||||
| Kekuatan | |||||||
|
31,600+ Personil 1,031 Pesawat[5] 30+ Kapal Angkatan Laut[6] 144+ UAV Task Force Hawk[7] |
114,000 personel aktif 20,000 polisi Serbia 1,270 tank 825 kendaraan tempur lapis baja 1,400 senjata artileri 100 senjata Peluru kendali darat ke udara 240 pesawat tempur[6] | ||||||
| Korban | |||||||
|
2 Tentara Tewas (di luar pertempuran) 4 Terluka 3 ditangkap 1 F-117 ditembak jatuh 1 F-16 ditembak jatuh 1 AV-8B ditembak jatuh 2 AH-64 Apache ditembak jatuh 2 A-10 Thunderbolt Rusak Parah 46 UAV ditembak jatuh[8] |
Estimasi Kementrian Pertahanan Serbia tahun 2013:
304 tentara and polisi[10] 6 MiG-29 ditembak jatuh 4 MiG-29 Hancur 1 J-22 di tembak jatuh 50 Pesawat Lainnya Hancur/Jatuh | ||||||
|
Human Rights Watch estimasi: 489–528 Warga sipil terbunuh (56 - 60% berada di Kosovo)[11] Estimasi Yugoslavia: 1,200–2,000 Warga Sipil Terbunuh[11] dan sekitar 6,000 Warga Sipil Terluka [12] FHP: | |||||||
Pengeboman NATO di Yugoslavia adalah kampanye pengeboman udara oleh North Atlantic Treaty Organization (NATO) terhadap Republik Federal Yugoslavia (RFY) selama Perang Kosovo. Kampanye militer ini berlangsung dari 24 Maret 1999 hingga 10 Juni 1999, berakhir pada kesepakatan penarikan pasukan Yugoslavia dari Kosovo dan pembentukan United Nations Interim Administration Mission in Kosovo (UNMIK), misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kosovo.[13]
Secara resmi, operasi militer ini diberi nama kode Operasi Allied Force (disingkat OAF) oleh NATO, sedangkan Amerika Serikat menyebutnya Operasi Noble Anvil[14]. Di Yugoslavia sendiri, operasi ini disalah sebutkan sebagai Malaikat Pengampun (bahasa Serbia: Милосрдни анђео / Milosrdni anđeo), kemungkinan karena kesalahan translasi atau kesalahpahaman pihak-pihak tertentu.[15][16][17] Alasan utama yang mendorong NATO untuk melakukan intervensi adalah meningkatnya kekerasan dan pembersihan etnik Albania di Kosovo oleh RFY, mengakibatkan etnis Albania untuk melarikan diri ke negara-negara tetangga. Hal ini diprihatinkan dapat berpotensi merusak stabilitas daerah Balkan. Aksi RFY sendiri telah dikecam oleh organisasi-organisasi internasional seperti PBB, NATO, dan sejumlah organisasi non-pemerintah internasional (INGO) lainnya.[18]
Penolakan Yugoslavia untuk menandatangani Perjanjian Rambouillet awalnya digunakan sebagai pembenaran oleh NATO untuk melakukan tindakan penggunaan kekuatan ("use of force").[19] Hak veto Tiongkok dan Rusia yang dalam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat menghalangi hal tersebut,[20] mendorong NATO untuk meluncurkan Operasi Allied Force tanpa persetujuan PBB dengan dalih bahwa pengeboman ini adalah intervensi kemanusiaan. Meskipun demikian, Piagam PBB melarang tindakan penggunaan kekuataan kecuali memang dari keputusan Dewan Keamanan PBB seperti yang tertuang di dalam Pasal 42, Pasal 51, dan Pasal 53.[21] Tiga hari usai dimulainya pengeboman, pada tanggal 26 Maret 1999, Dewan Keamanan PBB menolak tuntutan Rusia, Belarus dan India untuk menghentikan tindakan militer terhadap Yugoslavia.[22]
Sesudah berakhirnya perang, 1,500[23] hingga 2,131 kombatan tewas terbunuh.[24] Sebanyak 10,317 rakyat sipil meninggal dunia atau menghilang, 85% diantaranya adalah orang Albania Kosovo. Sekitar 848,000 orang, diantaranya 164,000 orang Serbia dan 24,000 orang Roma, meninggalkan atau diusir dari Kosovo.[25] Kebanyakan dari orang non-Albania yang tersisa (termasuk orang Albania yang dianggap sebagai kolaborator) mengalami kekerasan, penculikan dan pembunuhan.[26] Pengeboman NATO sendiri setidaknya membunuh sebanyak 1,000 anggota pasukan keamanan Yugoslavia beserta 469 dan 528 rakyat sipil. Operasi militer ini juga merusak atau menghancurkan beberapa jembatan, pabrik industri, rumah sakit, sekolah, monumen bersejarah dan usaha swasta di samping fasilitas dan instalasi militer. Tercatat, sebanyak 9 hingga 11 ton uranium terdeplesi tersebar di Yugoslavia.[27] Setelah perang Kosova dan perang Yugoslavia, Serbia menjadi tempat dengan angka pengungsi tertinggi di Eropa.[28]
Intervensi militer ini merupakan operasi militer besar kedua bagi NATO, usai kampanye pengeboman tahun 1995 di Bosnia dan Herzegovina. Ini adalah pertama kalinya NATO menggunakan kekuatan militer tanpa dukungan tegas dari Dewan Keamanan PBB dan persetujuan hukum internasional.[29] Memicu perdebatan dan kontroversi tentang legitimasi intervensi ini hingga sekarang.[30][31]
Referensi
- ^ "Turkish Air Force". Hvkk.tsk.tr. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-13. Diakses tanggal 2009-03-24.
- ^ Kozaryn, Linda D. (25 Juni 1999). "Larger Kosovo Force Takes to Field". American Forces Press Service. Washingotn: U.S> Department of Defense. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 September 2017. Diakses tanggal 29 April 2025.
- ^ Zunes, Stephen (6 July 2009). "The US War on Yugoslavia: Ten Years Later". HuffPost. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Agustus 2017. Diakses tanggal 16 April 2018.
- ^ Judah, Tim (2008). The Serbs: History, Myth and the Destruction of Yugoslavia. New Haven, Connecticut: Yale University Press. hlm. 150. ISBN 978-0-300-15826-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Report to Congress: Kosovo operation allied force after-action report" (PDF). au.af.mil. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2 November 2016. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
- ^ a b "NATO Operation Allied Force". U.S. Department of Defense. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 April 2017. Diakses tanggal 29 April 2025.
- ^ Lambeth, Benjamin S. (1 Februari 2002). "Task Force Hawk". Air & Space Forces Magazine.
- ^ "Officially confirmed / documented NATO UAV losses". 8 March 2001. Diarsipkan dari asli tanggal 8 March 2001.
- ^ "Stradalo 1.008 vojnika i policajaca". RTS. 11 February 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 June 2021. Diakses tanggal 2 June 2021.
- ^ a b "Human losses in NATO bombing (Serbia Kosovo, Montenegro)". FHP. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 March 2022. Diakses tanggal 24 March 2022.
- ^ a b "Civilian Deaths in the NATO Air Campaign – The Crisis in Kosovo". Human Rights Watch. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 April 2009. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
- ^ „Шеснаеста годишњица НАТО бомбардовања“ Diarsipkan 29 October 2020 di Wayback Machine., РТС, 24. март 2015.
- ^ "Operation Allied Force – Eagle Country" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-29.
- ^ Bonnén, Preben (2003). Towards a common European security and defence policy: the ways and means of making it a reality. LIT Verlag Berlin-Hamburg-Münster. hlm. 188. ISBN 9783825867119.
- ^ www.antenam.net (2024-03-27). "Lies About NATO Intervention". Antena M (dalam bahasa Serbia). Diakses tanggal 2025-04-29.
- ^ KoSSev (2019-03-26). "Mercy(less) lies". KoSSev (dalam bahasa Serbia). Diakses tanggal 2025-04-29.
- ^ "РТС :: Порекло имена "Милосрдни анђео"". web.archive.org. 2012-11-02. Diakses tanggal 2025-04-29.
- ^ Jordan, Robert S.; Archer, Clive; Feld, Werner J.; Jordan, Robert S. (2001). International organizations: a comparative approach to the management of cooperation (Edisi 4. ed). Westport, Conn.: Praeger. ISBN 978-0-275-96549-5.
- ^ Suy, Eric (2000-03). "NATO's Intervention in the Federal Republic of Yugoslavia". Leiden Journal of International Law (dalam bahasa Inggris). 13 (1): 193–205. doi:10.1017/S0922156500000133. ISSN 1478-9698.
- ^ Bjola, Corneliu (2009-09-10). Legitimising the Use of Force in International Politics: Kosovo, Iraq and the Ethics of Intervention (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-135-25684-5.
- ^ O'Connell, Mary Ellen (2000). "The UN, NATO, and International Law After Kosovo". Human Rights Quarterly. Volume 22 (1): 57–89. doi:10.1353/hrq.2000.0012.
- ^ "Security Council Rejects Demand For Cessation Of Use Of Force Against Federal Republic Of Yugoslavia". Security Council. SC/6659. United Nations. 26 Maret 1999. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
- ^ Daalder, Ivo H.; Michael, E. O'Hanlon (2004). Winning Ugly: NATO's War to Save Kosovo. Washington, D.C.: Brookings Institution Press. hlm. 151. ISBN 978-0815798422. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Kosovo Memory Book Database Presentation and Expert Evaluation" (PDF) (PDF). Humanitarian Law Center dan Humanitarian Law Center Kosovo. 2015. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
- ^ Judah, Tim (2008). The Serbs: History, Myth and the Destruction of Yugoslavia. New Haven, Connecticut: Yale University Press. hlm. 150. ISBN 978-0-300-15826-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Federal Republic Of Yugoslavia Abuses Against Serbs And Roma In The New Kosovo". Human Rights Watch. Agustus 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Oktober 2017. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
- ^ Miljević, Nada R.; Miljević, Mirjana M.; Todorović, Dragana J.; Cvijović, Mirjana R.; Golobočanin, Dušan D.; Orlić, Milan P.; Veselinović, Dragan S.; Biočanin, Rade N. (2001). "Uranium content in the soil of the Federal Republic of Yugoslavia after NATO intervention" (PDF). Archive of Oncology. 9 (4): 245–249. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
- ^ S. Cross; S. Kentera; R. Vukadinovic; R. Nation (2013). Shaping South East Europe's Security Community for the Twenty-First Century: Trust, Partnership, Integration. Springer. hlm. 169. ISBN 9781137010209.
Serbia is a case in point. It hosts the largest number of refugees and IDPs in Europe.
Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ^ Zyla, Benjamin (2020). The end of European security institutions? the EU's common foreign and security policy and NATO after Brexit. SpringerBriefs in political science. Cham: Springer International Publishing AG. ISBN 978-3-030-42160-1.
- ^ "Final Report to the Prosecutor by the Committee Established to Review the NATO Bombing Campaign Against the Federal Republic of Yugoslavia | International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia". www.icty.org. Diakses tanggal 2025-04-29.
- ^ Aaron Schwabach, The Legality of the NATO Bombing Operation in the Federal Republic of Yugoslavia, 11 Pace Int'l L. Rev. 405 (1999)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


