Pendidikan menengah di Malaysia
Pendidikan menengah di Malaysia merupakan jenjang pendidikan yang ditempuh oleh siswa setelah mengikuti jenjang pendidikan prasekolah dan jenjang pendidikan dasar serta sebelum memasuki jenjang pendidikan tinggi. Kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan menengah di Malaysia adalah Kurikulum Standar Sekolah Menengah dengan pembelajaran terpadu berbasis kompetensi.[1]
Pendidikan menengah di Malaysia merupakan bagian dari wajib belajar di Malaysia yang ditempuh selama 5 tahun.[2] Pembelajaran untuk pendidikan menengah di Malaysia menggunakan sistem multibahasa yang mewajibkan penyelenggaraan mata pelajaran bahasa Melayu dan bahasa Inggris.[3][2] Bahasa pengantar dalam pembelajaran pada pendidikan menengah di Malaysia dapat berupa bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Mandarin atau bahasa Tamil.[3][2]
Kedudukan
Pendidikan menengah di Malaysia merupakan jenjang pendidikan yang ditempuh oleh siswa setelah mengikuti jenjang pendidikan prasekolah dan jenjang pendidikan dasar. Pelaksanaan pendidikan menengah di Malaysia bertujuan untuk mengawali pendidikan siswa sebelum memasuki jenjang pendidikan tinggi. Kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan menengah di Malaysia adalah Kurikulum Standar Sekolah Menengah yang mengutamakan pembelajaran berbasis kompetensi dengan pendekatan pembelajaran terpadu.[1]
Pembelajaran
Pendidikan menengah di Malaysia ditempuh oleh siswa di Malaysia sebagai bagian dari wajib belajar di Malaysia. Masa tempuh pendidikan menengah di Malaysia adalah 5 tahun yang dapat diikuti oleh siswa yang telah menamatkan pendidikan dasar di Malaysia. Setiap tingkatan pembelajaran pada pendidikan menengah di Malaysia memiliki masa waktu pembelajaran selama satu tahun. Penyelenggaraan pendidikan menengah di Malaysia dilakukan di sekolah menengah. Pelaksanaan pendidikan menengah di Malaysia dilakukan pada berbagai jenis sekolah menengah baik sekolah menengah negeri maupun sekolah menengah swasta.[2]
Pembelajaran untuk pendidikan menengah di Malaysia menggunakan sistem multibahasa yang mewajibkan penyelenggaraan mata pelajaran bahasa Melayu dan bahasa Inggris. Pada sekolah menengah kebangsaan di Malaysia, bahasa Melayu menjadi bahasa pengantar dalam pembelajaran. Sedangkan pada sekolah menengah jenis kebangsaan di Malaysia, bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Mandarin atau bahasa Tamil.[3][2]
Referensi
- ^ a b Abadi, M. M., dkk. (Juli 2025). Wahyuningrum, Sri Rizqi (ed.). Tantangan Integrasi Keilmuan di Madura dan Malaysia. Pamekasan: UIN Madura Press. hlm. 82. ISBN 978-623-5614-55-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c d e Qurtubi, Ahmad (2020). Perbandingan Pendidikan. Surabaya: Jakad Media Publishing. hlm. 110. ISBN 978-623-6551-00-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Marfauzi (Oktober 2021). Ardyansyah, Dhany (ed.). Seri Negara ASEAN: Malaysia. Jakarta: Bumi Aksara. hlm. 67. ISBN 978-602-444-988-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


