Pencak Organisasi
| Singkatan | PO |
|---|---|
| Tanggal pendirian | Agustus 27, 1927 |
| Pendiri | Mayor Jenderal TNI (Purn.) Imam Soedja'i |
| Jenis | Perguruan pencak silat |
| Kantor pusat | Lumajang, Jawa Timur |
Wilayah layanan | Indonesia, Belanda |
Pencak Organisasi (sering disingkat PO) adalah sebuah perguruan pencak silat yang didirikan oleh Mayor Jenderal TNI (Purn.) Imam Soedja'i pada tanggal 27 Agustus 1927 di Desa Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.[1][2] Perguruan ini memiliki ciri khas sebagai organisasi pergerakan yang pada masa perjuangan berfungsi sebagai alat melawan penjajahan Belanda, dan merupakan penyatuan dari berbagai perguruan silat di Lumajang di bawah naungan Sarekat Islam.[3]
Sejarah
Latar Belakang Pendirian
Pencak Organisasi lahir dari semangat perjuangan Imam Soedja'i yang pada tahun 1925 menjabat sebagai Ketua Sarekat Islam di Lumajang.[2] Sebelum mendirikan PO, Imam Soedja'i pernah bergabung dengan Persaudaraan Setia Hati Terate, tetapi kemudian mengembangkan aliran silatnya sendiri.[2] Gagasan pendirian PO muncul dari keinginan Imam Soedja'i untuk menyatukan berbagai perguruan pencak silat yang ada di Lumajang di bawah satu organisasi pergerakan, yaitu Sarekat Islam.[3]
Imam Soedja'i yang berasal dari keluarga berada dan mengenyam pendidikan di HIS (sekolah Belanda), mendapatkan ilmu pencak silat dengan mengembara ke berbagai daerah, termasuk belajar kepada Eyang Kusumo di Bandung.[3] Pergaulan Imam Soedja'i dengan tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno dan Tjokroaminoto turut memengaruhi semangat perjuangannya dalam mendirikan PO.[3]
Masa Perjuangan
Pencak Organisasi secara resmi didirikan pada tanggal 1 Agustus 1927 dan diresmikan sebagai organisasi di bawah Sarekat Islam Lumajang.[3] Pada masa penjajahan, PO beroperasi sebagai gerakan bawah tanah untuk melawan penjajah.[2] Latihan dilakukan secara diam-diam karena pengawasan ketat dari pemerintah Hindia Belanda.[1]
PO menjadi wadah bagi pemuda-pemuda silat bermental baja yang terlibat dalam berbagai pertempuran lokal melawan tentara kolonial.[3] Banyak anggota PO yang kemudian bergabung dengan laskar rakyat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), termasuk Raden Soemedi Poerbokoesoemo yang menjadi asisten Imam Soedja'i.[1] Imam Soedja'i gugur di medan perang dan untuk menghormati jasanya, namanya diabadikan sebagai nama jalan di Lumajang.[2]
Perkembangan Modern
Setelah kemerdekaan, PO berkembang menjadi organisasi pencak silat modern. Tanggal berdiri PO dalam AD/ART disesuaikan menjadi 27 Agustus sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa pendirinya.[1] PO kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia seperti Tuban, Bojonegoro, Jember, Surabaya, dan bahkan hingga ke Belanda.[1][3]
Ajaran dan Falsafah
Janji Pencak Organisasi
PO memiliki lima janji yang dipegang teguh anggotanya:[2]
- Percaya dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Patuh dan Tunduk kepada Kedua Orang Tua serta Guru
- Menepati Janji
- Tidak Boleh Sombong
- Berani karena Benar
Makna Logo
Logo PO memiliki makna simbolis yang dalam:[2]
- Warna Kuning: Melambangkan kemenangan
- Warna Hitam: Mengekspresikan kesetiaan
- Keris: Lambang pusaka nenek moyang Indonesia
- Lima Lekukan Keris: Mewakili lima janji PO
- Tali Mati: Lambang persatuan dan persaudaraan
- Lingkaran Segi Lima: Melambangkan asas yang mendasari PO
Tingkatan Sabuk
PO memiliki sistem tingkatan sabuk yang mencerminkan perkembangan keahlian anggotanya:[2]
| Tingkatan | Warna Sabuk | Keterangan |
|---|---|---|
| Pemula | Putih | Tingkat dasar |
| Menengah | Hijau | Pemahaman dasar teknik |
| Lanjutan | Kuning | Kemajuan keterampilan |
| Mahir | Merah | Keahlian lanjutan |
| Senior | Cokelat | Tingkat mahir |
| Master | Hitam | Tingkat tertinggi |
Prestasi
Pesilat PO telah berprestasi dalam berbagai kejuaraan, termasuk mewakili Indonesia dalam SEA Games di Chiang Mai, Thailand.[2] PO juga aktif menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) secara rutin.[4]
Lihat Pula
Referensi
- ^ a b c d e Hidayat, Mansur (2019). Mayor Jendral Imam Soedja’i: Sumbangsih untuk Pergerakan Rakyat dan Revolusi Indonesia. Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 53.
- ^ a b c d e f g h i Dominik (14 Januari 2025). "Pencak Organisasi (PO): Sejarah, Makna Logo, dan Jurusnya". OlahragaTimes.com. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
- ^ a b c d e f g Pranata, Galih (24 Oktober 2022). "Bela Diri Pencak dari Sarekat Islam, Lahir Untuk Melawan Penjajahan". Nationalgeographic.co.id. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
- ^ "Berbagai Kegiatan Memperingati Milad Pencak Organisasi". Antara Jawa Timur. 28 Agustus 2024.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


