Pemberontakan Khawarij melawan Ali
| Pemberontakan Khawarij (657-661) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Fitnah Pertama | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
| Kekhalifahan Rasyidin | Khawarij | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
Ali bin Abi Talib X Hasan bin Ali Malik al-Asytar Qais bin Sa'ad Abdullah bin Abbas Ziyad bin Khasafah (WIA) Al-Hilu bin Auf Al-Azdi ⚔[1] Ma'qil bin Qays Khalid bin Ma‘dan Yazid bin al Mughafil Ali al-Abrasy bin Hasan Jariyah bin Qudamah |
Abdullah bin Wahb ar-Rasibi ⚔ Hurqus bni Zuhair as-Sa'di ⚔ Al-Khirrit bin Rashid al-Naji ⚔[2] Hilal ibn Ulafa al-Taymi ⚔ Abdurrahman bin Muljam Asyras bin Auf ⚔ Al-Ashhab bin Basyir ⚔ Sa`id bin Qafil ⚔ Abu Maryam as-Sa'di ⚔ | ||||||
| Korban | |||||||
| Tidak diketahui | ~ 4,000 terbunuh | ||||||
Pemberontakan Khawarij merupakan serangkaian pemberontakan bersenjata yang dipimpin oleh kelompok Khawarij terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib. Pemberontakan ini terjadi di berbagai wilayah Kekhalifahan dan pada akhirnya berujung pada kekalahan militer Khawarij. Meski demikian, seorang anggota Khawarij yang membangkang berhasil membunuh Ali pada tahun 661 M.
Konflik
Penangkapan di Karkh
Saat Ali sedang berkhotbah di masjid, sekelompok Khawarij menyela khotbahnya sehingga membuat Ali menegur mereka. Setelah itu, Ali kembali ke kediamannya, sementara para Khawarij menuju perkemahan Abdullah bin Wahb ar-Rasibi untuk meminta dukungan. Namun, Wahb menolak dengan alasan bahwa mereka belum cukup kuat untuk menyerang Ali secara militer dan menyarankan mereka mencari tempat lain untuk mengumpulkan kekuatan. Malam harinya, para Khawarij,termasuk Harqus bin Zuhair dan Hamzah bin Sanan, berangkat secara sembunyi-sembunyi dalam kelompok kecil (dua atau lima orang) agar tidak mencurigakan pemerintah, menuju Al-Mada'in. Ali kemudian mengutus Sa'ad bin Mas'ud, gubernur Mada'in, untuk mengejar mereka. Sa'd berhasil menghadapi para Khawarij di Karkh dan bertempur seharian. Akhirnya, Khawarij melarikan diri dan menyeberangi Sungai Efrat dan bersembunyi di Nahrawan.[3][4]
Pertempuran Nahrawan
Pada Juli 658, pasukan Khawarij bentrok dengan tentara Ali di dekat Bendungan Nahrawan. Setelah arbitrase diterima dalam Pertempuran Shiffin, sekitar 12.000 prajurit dari pasukan Ali memberontak dan menuduhnya kafir karena menyetujui perundingan. Ali mengunjungi perkemahan Harurah untuk membujuk mereka kembali, dan mereka bersedia bergabung ulang dengan syarat perang melawan Muawiyah dilanjutkan dalam 6 bulan. Ali menolak untuj mengingkari arbitrase tersebut. Akibatnya, para Khawarij melanjutkan pemberontakan dan mengangkat Abdullah bin Wahb ar-Rasibi sebagai khalifah mereka.[5][6]
Ali menerima laporan tentang kekejaman Khawarij terhadap warga sipil, lalu mengirimkan 14.000 pasukan ke Nahrawan. Dalam pertempuran yang terjadi, pasukan Khawarij yang berjumlah 2.800 orang kalah jumlah dan akhirnya dikalahkan oleh pasukan Ali, serta khalifah mereka, Abdullah bin Wahb ar-Rasibi, tewas terbunuh.[7]
Akibat
Pada 28 Januari 661, seorang anggota Khawarij bernama Ibnu Muljam menyerang Ali dengan pedang beracun di Masjid Agung Kufah. Ali yang berusia sekitar 62 tahun meninggal dunia dua hari kemudian akibat luka tersebut. Hasan bin Ali segera memerintahkan eksekusi terhadap Ibnu Muljam.[8]
Referensi
- ^ Ḥasanī, Hāshim Maʻrūf (1978). al-Shīʻah bayna al-Ashāʻirah wa-al-Muʻtazilah (dalam bahasa Arab). Dār al-Qalam. hlm. 37.
- ^ al-ʻAsqalānī, Aḥmad ibn ʻAlī Ibn Ḥajar (1856). Istīʻāb fī asmāʼ al-aṣḥāb (dalam bahasa Arab). Maṭbaʻ Madrasat al-Usquf. hlm. 872.
- ^ Najib-ur-Rehmn, Sultan-ul-Ashiqeen Sultan Mohammad (2022-10-09). The Rashidun Caliphate (dalam bahasa Inggris). Sultan ul Faqr Publications. hlm. 217–218. ISBN 978-969-2220-24-8.
- ^ IslamKotob. ديوان المبتدأ والخبر في تاريخ العرب والبربر ومن عاصرهم من ذوي الشأن الأكبر - ج 2 (dalam bahasa Arab). IslamKotob. hlm. 637.
- ^ Donner 2010, hlm. 163.
- ^ Wellhausen 1901, hlm. 17–18.
- ^ Madelung 1997, hlm. 259, 260.
- ^ Madelung, Wilferd, "Excursuses", The succession to Muḥammad, Cambridge: Cambridge University Press, hlm. 356–387, diakses tanggal 2025-11-02
Daftar pustaka
- Donner, Fred M. (2010). Muhammad and the Believers, at the Origins of Islam. Cambridge, MA: Harvard University Press. ISBN 9780674050976.
- Madelung, Wilferd (1997). The Succession to Muhammad: A Study of the Early Caliphate. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0521646960.
- Wellhausen, Julius (1901). Die religiös-politischen Oppositionsparteien im alten Islam [The Religious-Political Opposition Factions in Ancient Islam] (dalam bahasa Jerman). Berlin: Weidmannsche Buchhandlung. OCLC 453206240.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


