Pelabuhan Tanjung Tembaga
Pelabuhan Tanjung Tembaga adalah sebuah pelabuhan yang terletak di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.[1][2] Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Tembaga dilakukan oleh kantor cabang Pelabuhan Indonesia III di Kota Probolinggo.[3] Karakteristik dasar laut di Pelabuhan Tanjung Tembaga adalah landai dan berpasir dengan kedalaman terendah adalah 2 meter.[4]
Pelabuhan Tanjung Tembaga secara umum digunakan sebagai pelabuhan bongkar muat barang bagi kapal-kapal yang berlabuh untuk kegiatan ekspor dan impor.[5][6] Lokasi Pelabuhan Tanjung Tembaga juga merupakan tempat singgah bagi kapal pesiar yang mengangkut penumpang berupa wisatawan asing yang berwisata ke pulau Gili Ketapang.[7][8] Selain itu, Pelabuhan Tanjung Tembaga menjadi pelabuhan penghubung ke pulau Madura, pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi.[9]
Lokasi dan pengelolaan
Pelabuhan Tanjung Tembaga terletak di Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.[2] Secara administratif, Pelabuhan Tanjung Tembaga masuk dalam wilayah Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.[1] Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Tembaga dilakukan oleh kantor cabang Pelabuhan Indonesia III di Kota Probolinggo.[3]
Karakteristik
Karakteristik dasar laut di Pelabuhan Tanjung Tembaga adalah landai dan mengandung pasir. Kedalaman ketinggian air laut terendah di Pelabuhan Tanjung Tembaga adalah 2 meter. Pelabuhan Tanjung Tembaga memiliki dermaga sepanjang 900 meter.[4]
Pemanfaatan
Pelabuhan Tanjung Tembaga secara umum digunakan sebagai pelabuhan bongkar muat barang bagi kapal-kapal yang berlabuh. Layanan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Tembaga telah didukung oleh pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Probolinggo dengan kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Jawa Timur yaitu Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pasuruan.[5] Pelabuhan Tanjung Tembaga menjadi penghubung antara berbagai daerah di pulau Jawa bagian timur dalam kegiatan ekspor dan impor serta distribusi barang bagi pulau Jawa bagian timur.[6]
Lokasi Pelabuhan Tanjung Tembaga merupakan tempat singgah bagi kapal pesiar yang mengangkut penumpang berupa wisatawan asing.[7] Pelabuhan Tanjung Tembaga dimanfaatkan oleh para wisatawan sebagai lokasi penghubung menuju ke pulau Gili Ketapang melalui transportasi laut. Lokasi pulau Gili Ketapang dari Pelabuhan Tanjung Tembaga berjarak sekitar 8 km dan dapat dicapai melalui perjalanan selama 40 menit menggunakan kapal motor.[8] Selain itu, Pelabuhan Tanjung Tembaga juga menjadi penghubung perjalanan laut ke pulau Madura, pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi.[9]
Referensi
- ^ a b Fahmi, Muhammad (3 Maret 2024). "Riwayat Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo, Jadi Saksi Perlawanan pada Penjajah". Radar Bromo. Diakses tanggal 13 November 2025.
- ^ a b Hardjoeno, R. (2021). Menata Organisasi dan Pembentukan Holding Company: Studi dan Analisis pada Badan Usaha Milik Negara. Yogyakarta: Penerbit Andi. hlm. 281. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Sasono, Herman Budi (2012). Manajemen Pelabuhan dan Realisasi Ekspor Impor. Yogyakarta: Penerbit Andi. hlm. 18. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b PT Feraco Indonesia (2004). Indonesian Investment and Trading Opportunity by Province, Regency, City (dalam bahasa Inggris). Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah. hlm. 207. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Pusat Data dan Analisa Tempo (2020). Melongok Banyuwangi, Daerah di Ujung Jawa Yang Mulai Berkembang. Tempo Publishing. hlm. 57. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Feraco (2003). Kabupaten & Kota Potensial untuk Berinvestasi di Indonesia. Feraco. hlm. 254. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Bambang, Ahmad (2017). Marketing Platform For Bumn: D'Gil! Marketing 2. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 192. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Wiyanti, Indah (Februari 2021). "Pesona Terumbu Karang Gili Ketapang di Masa New Normal". Dalam Dahlan, Em Saidi (ed.). Catatan dari Kastil Yunani: Masa Sumenep. Sumenep: Penerbit Masa. hlm. 36. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Deputi Bidang Regional dan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (1997). Profil Perkotaan pada 111 Kawasan Andalan di Indonesia. Deputi Bidang Regional dan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. hlm. 2–71. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


