Pelabuhan Babang

Pelabuhan Babang
Lokasi
NegaraIndonesia
LokasiBabang, Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara
Detail
Mulai beroperasi1984
OperatorKementerian Perhubungan Republik Indonesia
JenisPelabuhan laut

Pelabuhan Babang adalah sebuah pelabuhan laut yang terletak di Desa Babang, Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pelabuhan ini merupakan salah satu pelabuhan utama yang menunjang konektivitas dan distribusi logistik di wilayah Halmahera Selatan, khususnya bagi pulau-pulau terluar dan terpencil di sekitarnya.

Pelabuhan Babang pada malam hari

Sejarah

Pembangunan Pelabuhan Babang dimulai pada tahun 1976 dan selesai pada bulan Desember 1984. Pelabuhan ini diresmikan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi saat itu, Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie. Pembangunan pelabuhan ini bertujuan untuk membuka keterisolasian Pulau Bacan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Halmahera Selatan.

Pelabuhan Babang tahun 1990

Fungsi dan Peran

Pelabuhan Babang menjadi simpul penting dalam jaringan tol laut yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia untuk menurunkan disparitas harga antarwilayah. Kapal-kapal pengangkut logistik secara rutin bersandar di pelabuhan ini untuk mendistribusikan barang ke wilayah timur Indonesia.

Infrastruktur

Pembangunan terminal penumpang di Pelabuhan Babang telah dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2019, pembangunan terminal modern yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang hampir rampung, dengan tujuan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan penumpang.

Insiden

Pada Januari 2024, Pelabuhan Babang menjadi sorotan media setelah ditemukan satu kontainer berisi sekitar 19 ton bahan kimia sianida. Meski dokumen pengiriman dinyatakan legal, keberadaan bahan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan memicu spekulasi mengenai kemungkinan penggunaannya dalam aktivitas pengolahan emas ilegal di daerah tersebut.[1]

Dampak Bencana

Pelabuhan Babang turut terdampak oleh gempa bumi Halmahera Selatan tahun 2019. Meskipun mengalami beberapa kerusakan infrastruktur ringan, pelabuhan tetap dapat beroperasi dan layanan transportasi tidak mengalami gangguan signifikan.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ https://ketik.co.id/berita/penemuan-sianida-19-ton-di-pelabuhan-babang-ketua-fpii-halsel-kemungkinan-untuk-mengelola-emas

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement