Parang bungkul
| Parang bungkul | |
|---|---|
Parang bungkul dari Kalimantan Selatan. | |
| Jenis | Pedang |
| Negara asal | Kalimantan (Kalimantan Selatan, Indonesia) |
| Sejarah pemakaian | |
| Digunakan oleh | Suku Banjar |
| Spesifikasi | |
| Berat | 610 gram – 831 gram |
| Panjang | 60 cm (24 in) |
| Tipe pedang | Tepi tunggal, satu sisi cembung dan cekung di sisi lainnya |
| Tipe gagang | Tanduk kerbau, tulang, kayu |
| Jenis sarung | Kayu |
Parang bungkul adalah pedang lengkung yang berasal dari Kalimantan Selatan. Senjata sabet ini digunakan oleh masyarakat Kesultanan Banjar, saat pendudukan Belanda hingga pasca kemerdekaan Indonesia saat atau Partai Komunis Indonesia memberontak.[1] Parang bungkul memiliki bentuk sederhana, bilahnya terlihat agak membungkuk dan melebar ke ujung. Bagian puhun (pangkal bilah parang) berbentuk ramping serta ujung bilah bawahnya agak membulat.[2]
Jenis
Secara umum parang bungkul terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Parang bungkul Kandangan, parang bungkul jenis ini memiliki bilah yang melebar pada bagian ujung dengan pangkal yang lebih sempit, menjadikan parang jenis ini memiliki titik tumpu hantaman yang lebih berfokus.
- Parang bungkul tangi, parang jenis ini merupakan asimiliasi parang bungkul Kandangan dan parang Kayu Tangi, sehingga memiliki bentuk seperti pedang dan lebih diperuntukan sebagai senjata.
- Parang bungkul warik mangantuk, parang jenis ini memiliki bentuk bilah melebar pada bagian ujung yang lebih melengkung pada bagian tengah setelah pangkal.[3]
Referensi
- ^ "Parang Bungkul". BOGAZKESEN ARMOURY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-07.
- ^ Helmi, Muhammad. "Inilah Parang yang Dipakai Sultan Adam - Radar Banjarmasin". Inilah Parang yang Dipakai Sultan Adam - Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 2025-07-07.
- ^ Kompasiana.com (2025-02-24). "Parang Bungkul (dari senjata hingga lambang daerah)". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-07-07.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


