Papa T. Bob
| Papa T Bob | |
|---|---|
| Lahir | Erwanda Rehuel Lukas 22 Oktober 1960 Sangir, Indonesia |
| Meninggal | 10 Juli 2020 (umur 59) Jakarta, Indonesia |
| Nama lain | Erwanda R. Lukas Erwanda Lukas Wanda Chaplin |
| Pekerjaan | penulis lagu |
| Tahun aktif | 1990–2020 |
| Suami/istri | Ida Farida Bob (cerai) Mama T. Bob |
Papa T Bob (22 Oktober 1960 – 10 Juli 2020) adalah seorang musisi dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal luas oleh masyarakat melalui lagu anak-anak ciptaannya[1] dan lagu dangdut yang berjudul Klepek Klepek dinyanyikan oleh Hesty Klepek klepek.[2]
Riwayat hidup
Papa T Bob lahir dengan nama asli Erwanda Lukas. Ia lahir di sebuah kapal yang berlayar di pesisir Kepulauan Sangir, Talaud, Sulawesi Utara pada 22 Oktober 1960.[3]
Karir
Awalnya, Papa T. Bob lebih sering bermain dengan lagu humor dan musik rock. Kemudian, Ia lebih memilih musik rock dengan membentuk grup Caesar Rock Group One. Pada tahun 1980-an, Ia dikenal sebagai penyanyi dengan nama panggung Wanda Chaplin.[4] Menggunakan nama panggung ini, Ia pernah menjuarai Lomba Musik Humor 1979.[5]
Bersama Kelompok Recekan, grup komedi yang dibentuk bersama murid SMAN 31 Jakarta, Ia menjadi juara musik humor nasional. Erwanda juga sempat menjajal musik country dan merekam 10 album.[3]
Adapun daftar lagu bergenre humor yang Ia ciptakan antara lain: Dolanan Wong Urip, Nasib Pengamen, Dunia Night Club serta Operasi Dua Jari, 1000 Emil Salim, Join dan Rentetan Ex Box.[5]
Ketika penyanyi cilik banyak bermunculan di tahun 1990-an, Ia beralih menjadi pencipta lagu anak-anak. Untuk mengakrabkan diri dengan anak-anak, Ia menggunakan sapaan Papa. Sedangkan nama Bob diambil dari nama salah satu anaknya, Bobby.[4]
Awal menciptakan lagu anak-anak bermula ketika Ia ditanya apakah memiliki lagu anak-anak oleh produser saat sedang menawarkan lagu-lagu rock. Terlanjur menjawab iya, Papa membuat lagu "Semut-semut Kecil’ yang dinyanyikan Melisa dan diterbitkan Gajah Mada Record. Lagu “Semut-semut Kecil” tercipta setelah Ia memperhatikan gerak-gerik T. Bob, anaknya sewaktu berusia satu tahun enam bulan.[4]
Sukses lagu tersebut sukses, Ia menciptakan lagu anak-anak lainnya, seperti “Si Kodok” dan me-medley dua lagu anak-anak tradisional, “Cublak-Cublak Suweng” dan “Soleram”, dengan cita rasa musik pop namun tetap dengan lirik yang bermuatan pendidikan. Angka penjualan kaset yang memuat empat lagu tersebut mencapai 200.000–800.000 kopi.[4]
Untuk menciptakan lagu, Papa harus melihat wajah penyanyinya. Setelah bertemu si anak, Ia bisa membayangkan lagu seperti apa yang pantas. Menurutnya, tatap muka sangat penting karena kalau tidak bertemu, Papa menolak untuk menciptakan lagu. Joshua termasuk penyanyi yang pernah ditolak tetapi akhirnya Joshua dikenal luas dengan hit Diobok-Obok. Lagu ini dicetuskan Joshua ketika Ia main air AC yang bocor di dalam studio, dan langsung didaptasikan ke dalam lirik lagu "Air".[3]
Selain itu Papa juga mengorbitkan Tiga Anak Manis dengan anggotanya Johani, Johermin, dan Indah Pratiwi[4] yang membawakan lagu "Semua Mencium (Dicium Mama, Dicium Papa)", Tina Toon dengan hit Bolo-Bolo, Trio Kwek-Kwek dengan hit Jangan Marah, Tanteku, Katanya, lalu menyusul kemudian Enno Lerian dengan hit Si Nyamuk Nakal dan Du Di Dam, Bondan Prakoso yang populer lewat Si Lumba-lumba, dan masih banyak lagi.[3]
Selain menciptakan lagu untuk anak-anak, Papa juga menciptakan lagu untuk penyanyi dewasa seperti lagu pop untuk Nike Ardilla, Nia Danianty, Ayu Ting-Ting dan Hesty Klepek-Klepek.[5]
Pada 2014, Ia membuat satu lagu khusus berjudul “Anti Kekerasan Anak”.[4]
Pada Agustus 2019, Papa bersama sahabatnya, Mamo Agil menghidupkan kembali lagu anak-anak dengan menggelar Lomba Karya Cipta Lagu Anak di TIM. Upaya ini mendapatkan penghargaan dari Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia dan Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta.[1]
Kehidupan pribadi
Kasus
Banyak isu yang mengabarkan bahwa Papa T Bob disebut-sebut sebagai miliarder era 90-an, keuntungan miliaran rupiah Ia dapat dari menggarap album artis penyanyi anak-anak (Joshua, Trio Kwek Kwek, Susan dan Ria Enes). Namun, seiring makin suramnya industri rekaman lagu anak-anak, nama tenarnya pun tak lagi terdengar gaungnya.[6]
Ia sudah 2 kali diberitakan media massa sehubungan dengan kasus penipuan. Pada 18 Maret 2014, dirinya dilaporkan oleh mantan istri gara-gara membawa kabur mobil Suzuki Aerio yang dipinjamnya sejak 8 Maret 2005. Kabarnya, mobil itu digadaikan demi berjudi.
Sebelumnya. pada September 2003, Ia diperiksa Polres Jakarta Selatan berkaitan dengan raibnya mobil Kijang yang Ia sewa dari sebuah rental. Setelah melalui proses yang berbelit, Ia pun bisa "lolos" dan kasus itu tak terdengar lagi kelanjutannya.[7]
Meninggal dunia
Papa T. Bob meninggal dunia pada 10 Juli 2020 karena penyakit diabetes.[8]
Diskografi
Album
- Sama Sama di Awan (1993)
Sebagai Wanda Chaplin
- Operasi Dua Jari (1980)
- Cinta Huru-Hara (1982)
Referensi
- ^ a b Tim Redaksi. "Pencipta Lagu Anak-anak, Papa T Bob Meninggal Dunia". hiburan. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ NAGASWARA. "Hesty Klepek Klepek - Artist". NAGASWARA. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ a b c d Saptoyo, Rosy; Galih, Bayu (10 Juli 2023). "Karya-karya Papa T Bob, Mewarnai Senandung Masa Kanak-kanak". Kompas.com. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
- ^ a b c d e f Hanggoro, Hendaru Tri (2020-07-11). "Papa T. Bob, Pencipta Lagu Anak Generasi 1990-an". Historia.ID. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ a b c Abdulah, Arif (2020-07-10). "Papa T Bob: Dari Musik Humor, Dangdut hingga Terkenal sebagai Pencipta Lagu Anak". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ "Papa T Bob: Judi, Cacat Terbesar Dalam Hidup Saya". tabloidbintang.com. 9 Juni 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-11. Diakses tanggal 10 Juli 2020. ; ;
- ^ "Keluh-Kesah Mantan Istri Papa T. Bob "TAK ADA YANG KAYA DENGAN HOBI ITU"". Tabloid Nova. -. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-06. Diakses tanggal 2014-16-04. ;
- ^ Septiani, Ayunda (10 Juli 2020). "Papa T Bob Meninggal Dunia, Ini Riwayat Penyakit yang Diidapnya". detikcom.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


