Pangan Balak
Pangan Balak atau juga disebut dengan Mengan Jejama adalah salah satu tradisi dan kebudayaan dari suku Lampung, khususnya masyarakat Lampung Saibatin. Tradisi ini memiliki makna sebagai sarana mempererat silahturahmi, memperkuat nilai gotong royong, serta menjadi wujud rasa syukur dalam kehidupan bermasyarakat[1]. Tradisi Pangan Balak terdapat di wilayah Provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Tanggamus. Tradisi Pangan Balak sendiri merupakan kegiatan makan bersama berskala besar, yang dilakukan saat pesta adat (nayuh) seperti pernikahan, khitanan atau perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tanggamus[2]. Tradisi Pangan Balak sudah tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2017 dan sudah terdaftar pada tahun 2018[3].
Referensi
- ^ "Tradisi Adat Pangan Balak Warnai HUT Desa Sukajaya di Tanggamus, Ketika Warisan Budaya Menyatukan Warga". Tradisi Adat Pangan Balak Warnai HUT Desa Sukajaya di Tanggamus, Ketika Warisan Budaya Menyatukan Warga. Diakses tanggal 2026-02-06.
- ^ "SINTA - Science and Technology Index". sinta.kemdiktisaintek.go.id. Diakses tanggal 2026-02-06.
- ^ "Pangan Balak di Puncak Acara HUT ke-22 Tanggamus". Tribunlampung.co.id. Diakses tanggal 2026-02-06.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


