Pagentan, Singosari, Malang

Pagentan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMalang
KecamatanSingosari
Kode Kemendagri35.07.24.1011 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3507280010 Suntingan nilai di Wikidata
Luas1,87 km²
Jumlah penduduk16.895 jiwa (2023)
Kepadatan9.040 jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 7°53′47″S 112°39′49″E / 7.89639°S 112.66361°E / -7.89639; 112.66361

Pagentan


Peta Pagentan, Singosari

Pagentan adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kelurahan ini memiliki luas wilayah sebesar 187 hektare (1,87 km²) dan berpenduduk 16.895 jiwa (2023), sehingga kepadatan penduduknya mencapai sekitar 9.040 jiwa/km².[1] Dengan total penduduk laki-laki sebanyak 8.391 dan penduduk perempuan sebanyak 8.504.[2] Pagentan memiliki 10 Rukun Warga (RW) dan 62 Rukun Tetangga (RT).

Geografisnya terletak di bagian barat laut Kecamatan Singosari, dengan koordinat 7°53′47″S 112°39′49″E. Pagentan berada pada ketinggian rata‑rata 400–700 meter di atas permukaan laut, sehingga beriklim sejuk dengan suhu malam hari berkisar 18–22 °C. Secara administratif, Pagentan berbatasan dengan Kelurahan Candirenggo di sebelah timur dan Desa Losari di sebelah utara. Penggunaan lahannya didominasi 40% untuk permukiman dan 30% untuk pertanian hortikultura, terutama sayuran dan buah‑buahan.[3]

Pendidikan

1. MIS ALMAARIF 02 PAGENTAN SINGOSARI

MIS ALMAARIF 02 PAGENTAN SINGOSARI merupakan salah satu sekolah jenjang MI berstatus Swasta yang berada di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur. MIS ALMAARIF 02 PAGENTAN SINGOSARI didirikan pada tanggal 20 Juli 1992 dengan Nomor SK Pendirian 29/YPA/A.1/VII/1992 yang berada dalam naungan Kementerian Agama. Operator yang bertanggung jawab adalah Adi Susanto.[4] Dengan adanya keberadaan MIS ALMAARIF 02 PAGENTAN SINGOSARI, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang.[5]

2. SD NEGERI 1 PAGENTAN

SD NEGERI 1 PAGENTAN merupakan salah satu sekolah jenjang sekolah dasar berstatus Negeri yang berada di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur. SD NEGERI 1 PAGENTAN didirikan pada tanggal 17 Januari 2017 dengan Nomor SK Pendirian 12 tahun 2017 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kegiatan pembelajaran, sekolah yang memiliki 436 siswa ini dibimbing oleh 18 guru yang profesional di bidangnya. Kepala Sekolah SD NEGERI 1 PAGENTAN saat ini adalah Yuni Suprapti. Operator yang bertanggung jawab adalah Singgih Dwi Prasetyo.[6] Dengan adanya keberadaan SD NEGERI 1 PAGENTAN, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang.[7]

3. Sekolah SD ISLAM ALMAARIF 02

SD ISLAM ALMAARIF 02 merupakan salah satu sekolah jenjang sekolah dasar berstatus Swasta yang berada di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur. SD ISLAM ALMAARIF 02 didirikan pada tanggal 30 Maret 2016 dengan Nomor SK Pendirian 503/0025/IPPLF/35.07.303/2016 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kegiatan pembelajaran, sekolah yang memiliki 594 siswa ini dibimbing oleh 26 guru yang profesional di bidangnya. Kepala Sekolah SD ISLAM ALMAARIF 02 saat ini adalah Luluk Ernawati. Operator yang bertanggung jawab adalah Zainal Arifin.[8] Dengan adanya keberadaan SD ISLAM ALMAARIF 02, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang.[9]

4. LKP Keputren

LKP Keputren merupakan salah satu sekolah jenjang Kursus berstatus Swasta yang berada di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur. LKP Keputren didirikan pada tanggal 4 Desember 2007 dengan Nomor SK Pendirian No 05 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Operator yang bertanggung jawab adalah Ema Kurnia Hayati.[10] Dengan adanya keberadaan LKP Keputren, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang.[1]

5. MA ALMAARIF SINGOSARI

MAS ALMAARIF SINGOSARI merupakan salah satu sekolah jenjang MA berstatus Swasta yang berada di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur. MAS ALMAARIF SINGOSARI didirikan pada tanggal 4 April 2016 dengan Nomor SK Pendirian 450-2016 yang berada dalam naungan Kementerian Agama. Operator yang bertanggung jawab adalah Moch Roisul Abrori.[11] Dengan adanya keberadaan MAS ALMAARIF SINGOSARI, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Kec. Singosari, Kab. Malang.[12]

Geografis

Batas-batas wilayah administrasi Kelurahan Pagentan adalah :

  • Sebelah Barat  : Desa Klampok, Desa Purwoasri
  • Sebelah Timur  : Desa Tamanharjo, Desa Watugede
  • Sebelah Utara  : Kelurahan Losari, Kelurahan Candirenggo
  • Sebelah Selatan : Desa Banjararum, Desa Purwoasri[13]

Secara administrasi, Pagentan terdiri dari 16 desa, 63 rukun warga, dan 248 rukun tetangga.[14]

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

Potensi Desa

Pagentan merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Singosari yang memiliki berbagai macam pariwisata alam, tempat bersejarah, hingga wisata religi yang menjadi daya tarik.

Adapun tempat wisata religi yang bercorak Islam yang berada pada kelurahan ini salah satunya ialah Makam Mbah Bungkuk.Tempat wisata religi tersebut dikenal juga dengan Makam Kyai Haminuddin yang berada di Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari. Lokasi makam Mbah Bungkuk itu juga ada terdapat masjid yang pertama kali didirikan oleh Mbah Bungkuk itu sendiri. Sehingga makam Mbah Bungkuk di area masjid tidak pernah sepi dari peziarah seperti makam-makam Wali Songo yang ada di Pulau Jawa ini.[2]

Selain, wisata religi juga terdapat tempat bersejarah yang menjadi pariwisata sekaligus menjadi destinasi religi. Beberapa destinasi bersejarah yang wajib untuk dikunjungi di Kelurahan Pagentan seperti Candi Singosari, Arca Dwarapala, dan Candi Sumberawan. [3]

Kegiatan Karang Taruna Kelurahan

Pagentan Holiday Festival

Panitia PHF Vol. 3 & MMD UB Kelompok 22
Penampilan Drum Band di PHF Vol.3 Hari Pertama
Penampilan Reog Ponorogo di PHF Vol.3

Pagentan Holiday Festival merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Kelurahan Pagentan. Pagentan Holiday Festival ini akrab disebut dengan acara PHF. Pertama kali diadakan pada tahun 2023 dan pada tahun 2025, Pagentan Holiday Festival sukses menyelenggarakan kembali yang ketiga kalinya (Volume 3). Berbagai kegiatan telah diadakan untuk menghibur masyarakat Singosari, khususnya Kelurahan Pagentan mulai dari kegiatan perlombaan, seperti Lomba Fashion Anak, Tari Kreasi, Mewarnai, Festival Al Banjari dan Senam Zumba. [15] Berbagai penampilan menarik yakni, Reog Ponorogo dan Drum Band dari SMK Penerbangan Malang.

Kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD)

Peta Lokasi MMD Universitas Brawijaya 2025

Kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) berasal dari Universitas Brawijaya. Tujuan MMD sebagai salah satu bentuk kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat Perguruan Tinggi secara umum sebagaimana dinyatakan dalam UU Nomor 12 tahun 2012, yaitu merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu, pengetahuan, teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya tahun 2025 dilaksanakan di 5 kabupaten, yakni Bojonegoro, Ngawi, Malang, Lumajang, dan Banyuwangi, mencakup 75 desa. Program ini bertujuan mendorong kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan desa melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat secara interdisipliner. MMD UB menjadi bagian penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan peningkatan peran aktif perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.[16]

Program MMD Universitas Brawijaya ini salah satu pelaksanaannya berada di Kelurahan Pagentan, yang terletak di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Letaknya sekitar 11,2 kilometer di sebelah utara dari Universitas Brawijaya (UB), menjadikannya lokasi yang cukup mudah diakses dari salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Malang. Adapun berikut adalah Program Kerja yang dibawakan oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya selama satu bulan di Kelurahan Pagentan :

1. Transformasi Digital Desa: Pemanfaatan Wikipedia sebagai Sumber Informasi Terbuka

Mahasiswa MMD UB, Kesya Stevany Santoso, memberikan materi tentang pemanfaatan Wikipedia kepada anggota Karang Taruna Kelurahan Pagentan.

Meskipun memiliki populasi padat, Pagentan menghadapi tantangan lokal signifikan dalam aspek infrastruktur dan informasi. Luas desa yang kecil dengan sumber daya lahan terbatas menyulitkan perluasan sarana fisik seperti jalan dan listrik. Sementara itu, dokumentasi potensi lokal, misalnya sejarah desa, adat-istiadat, atau kegiatan sosial warga masih minim tersedia dalam bentuk digital. Kondisi ini menyebabkan akses informasi publik tentang Pagentan rendah dan visibilitas desa di ranah digital kurang berkembang. Padahal, pencatatan informasi desa secara digital sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk menjawab masalah dokumentasi dan visibilitas digital tersebut, program kegiatan WikiLatih dipilih sebagai solusi inovatif. WikiLatih adalah kegiatan pelatihan yang berfokus pada penyuntingan di Wikipedia bagi pemula. Melalui WikiLatih, warga desa, khususnya pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna tingkat Kelurahan, dibekali kemampuan literasi digital dan diajarkan teknik membuat serta mengembangkan artikel di Wikipedia.

2. Transformasi Promosi UMKM: Pelatihan AI untuk Visualisasi Produk dan Strategi Promosi UMKIM dengan Karang Taruna

Mahasiswa MMD UB, Muktaz Abdul Aziz, memberikan materi tentang pemanfaatan AI untuk UMKM kepada anggota Karang Taruna Kelurahan Pagentan.

Program pemberdayaan yang dirancang untuk menjawab tantangan utama pelaku UMKM di Kelurahan Pagentan dalam menghadapi era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, masih banyak pelaku usaha mikro yang belum memiliki keterampilan dalam mempromosikan produknya secara visual dan strategis di platform digital. Hal ini menghambat daya saing mereka, baik dalam menjangkau pasar yang lebih luas maupun membangun citra produk yang menarik.

3. Berkarya dan Berdaya: Pengolahan Lilin Aromatherapy dari Limbah Minyak Goreng Rumah Tangga

Mahasiswa MMD UB, Salma Azizah Asy-Syahidah memberikan informasi pembuatan Lilin Aromatherapy kepada Ibu-ibu PKK RT.06 RW.03, Kelurahan Pagentan.

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, khususnya dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan gaya hidup sehat dan modern kepada masyarakat Kelurahan Pagentan, serta meningkatkan keterampilan warga Pagentan dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai bahan produk kreatif.

4. Pemberdayaan Limbah Minyak Goreng Bekas untuk Produksi Sabun Cuci Piring sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Domestik

Mahasiswa MMD UB, Rahmah Nur Azizah, memberikan informasi tentang pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring kepada Ibu-ibu PKK RT.06 RW.03, Kelurahan Pagentan.

Program pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari minyak goreng bekas ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah domestik secara mandiri dan berkelanjutan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran warga Kelurahan Pagentan terhadap pentingnya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta memberikan keterampilan praktis dalam mengubah limbah minyak goreng bekas menjadi produk bernilai guna. Kegiatan ini tidak hanya mendorong pengelolaan limbah yang lebih bijak, tetapi juga membuka peluang usaha mikro berbasis produk ramah lingkungan. Output yang diharapkan antara lain meningkatnya pemahaman masyarakat terkait bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan, terciptanya produk sabun cuci piring hasil karya warga, tersusunnya panduan pembuatan sabun secara sederhana, serta tumbuhnya inisiatif warga dalam mengembangkan produk berbasis daur ulang.

5. EcoBangun Desa: Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Plastik melalui Inovasi Ecobrick Bersama Ibu PKK

Mahasiswa MMD UB, Layli Qibtiah Zahroni, memberikan pelatihan tentang pemanfaatan botol bekas menjadi Ecobrick kepada Ibu-ibu PKK Kelurahan Pagentan.

Kegiatan pelatihan pembuatan Ecobrick di Kelurahan Pagentan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai upaya pemberdayaan dan pengembangan keterampilan berbasis lingkungan. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai Ecobrick melalui presentasi PowerPoint yang menjelaskan konsep dasar, manfaat, serta langkah-langkah pembuatannya. Setelah pemahaman dasar diperoleh, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Para peserta diajak untuk menghasilkan suatu barang yang memiliki nilai guna dari pemanfaatan sampah plastik. Melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan sampah plastik diharapkan ibu-ibu PKK tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif dan ramah lingkungan.

6. Protein Unggul dari Peternakan: Cooking Class Pembuatan PMT dari Olahan Ayam serta Edukasi Gizi bersama Masyarakat Pagentan

Program ini merupakan kegiatan edukatif yang dilaksanakan di Posyandu Kelurahan Pagentan, salah satu wilayah lokus stunting. Kegiatan berupa cooking class demonstratif yang menampilkan proses pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari olahan ayam, dengan menu utama wonton ayam yang bergizi dan mudah diterapkan di rumah. Selain menyaksikan demonstrasi pembuatan, peserta juga menerima penyampaian materi gizi seimbang dan peran penting protein hewani dalam pencegahan stunting. Sebagai tindak lanjut edukasi, peserta dibekali dengan booklet berisi informasi upaya pencegahan stunting, gizi, resep, dan panduan praktis yang dapat diterapkan di rumah.

7. Edukasi Kesehatan Kucing dan Pencegahan Zoonosis melalui Kader Posyandu Kelurahan Pagentan

Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat Kelurahan Pagentan mengenai risiko penyakit zoonosis yang dapat ditularkan oleh kucing, seperti scabies, toxoplasmosis, dan ringworm, serta membekali warga dengan cara-cara pencegahan sederhana. Edukasi dilakukan secara interaktif dengan pemanfaatan media visual dan pembagian leaflet edukatif agar materi dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan usia. apabila tidak dicegah melalui edukasi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

8. Ayo Makan Sehat: Sehat Ceria Bersama “Isi Piringku”

Sehat Ceria Bersama “Isi Piringku” merupakan program edukasi kepada anak-anak sekolah dasar MI Al-Maarif 2 di Kelurahan Pagentan untuk meningkatkan kesadaran gizi anak-anak melalui edukasi pola makan seimbang sesuai dengan panduan “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI.  Program ini dirancang secara interaktif agar siswa dapat dengan mudah memahami bahwa setiap kali makan, setengah dari piring mereka harus diisi dengan buah dan sayuran, sepertiga dengan sumber karbohidrat, dan seperenam lagi dengan sumber protein, serta pentingnya minum air putih yang cukup. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal konsep makanan bergizi, tetapi juga terbiasa memilih dan mengkonsumsi makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

9. Permainan Board Game Pengenalan Gizi Seimbang sebagai Media Edukasi pada Anak Sekolah Dasar

Program ini merupakan kegiatan edukasi interaktif yang melibatkan peran aktif seluruh peserta. Kegiatan ini akan dilakukan di MI Al Ma’arif 2 di Kelurahan Pagentan. Melalui board game, peserta dilibatkan secara aktif dalam proses belajar sambil bermain, sehingga pengetahuan terkait gizi seimbang dapat diserap dengan cara yang menyenangkan, visual dan praktis. Permainan ini dirancang dengan komponen papan permainan, pion, kartu quiz dan informasi gizi, dadu dan tantangan yang mendorong diskusi serta pemahaman tentang konsep gizi, seperti manfaat sayur dan buah, pedoman “Isi Piringku”, pola hidup sehat serta risiko konsumsi makanan tidak seimbang.

10. Greenie: Pemanfaatan Ekstrak Sawi Hijau dalam Pembuatan Mie

Mahasiswa MMD UB, Rafael Hario Rivandi, memberikan pelatihan tentang pengolahan Wonton untuk mencegah stunting kepada Ibu-ibu Posyandu Kelurahan Pagentan.

Greenie merupakan sebuah program yang dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan pengetahuan anak-anak tentang manfaat dari sayuran sawi hijau dan alternatif pengolahan sayuran sawi hijau. Program ini dirancang untuk anak-anak sekolah dasar agar memahami pentingnya konsumsi sayur bagi tubuh. Kegiatan ini bukan hanya sekadar untuk memberikan pengetahuan tentang manfaat dari sayur tetapi juga melibatkan anak-anak sekolah dasar dalam pembuatan mie secara langsung sehingga dapat meningkatkan keaktifan mereka dalam berinteraksi langsung dengan bahan-bahan yang akan digunakan.

11. EcoBottle Project: Solusi Ramah Lingkungan Melalui Daur Ulang Botol Plastik Sebagai Media Tanam yang Kreatif

Mahasiswa MMD UB, Luvena Nila Aryani, memberikan sosialisasi tentang penyakit menular dari kucing ke manusia kepada Ibu-ibu Posyandu Kelurahan Pagentan.

EcoBottle Project merupakan program edukatif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui kegiatan daur ulang botol plastik menjadi media tanam yang kreatif. Program ini dirancang khusus untuk anak-anak, agar mereka dapat belajar mencintai lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Melalui aktivitas menghias dan memanfaatkan botol bekas sebagai pot tanaman, anak-anak diajak untuk berkreasi sambil memahami pentingnya mengurangi sampah plastik dan menjaga kelestarian alam.

12. Teras Hijau: Sosialisasi Pembuatan Hidroponik Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Barang Bekas sebagai Wadah Tanam pada Ruang Terbatas untuk Menciptakan Desa Hijau

Mahasiswa MMD UB, Latifah Maharani, memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan lahan terbatas untuk teras hijau kepada masyarakat Kelurahan Pagentan.

Program sosialisasi pembuatan hidroponik ramah lingkungan yang memanfaatkan barang bekas, seperti botol plastik, sebagai wadah tanam di ruang terbatas. Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan kembali tanaman hijau di desa padat penduduk, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mengurangi limbah plastik rumah tangga. Melalui metode tanam yang efisien dan hemat tempat, program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih asri, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

13. Pemanfaatan HidroDesa untuk Urban Farming Kelurahan Pagentan

Mahasiswa MMD UB, Septira Arshiana, memberikan sosialisasi tentang hidroponik kepada masyarakat Kelurahan Pagentan.
Mahasiswa MMD UB, Andini Rahma Mulia, memberikan sosialisasi tentang makanan bergizi melalui pengenalan "Isi Piringku" kepada siswa MI Al Ma'Arif 2.
Mahasiswa MMD UB, Rosyana Ardelia Handoko, memberikan sosialisasi tentang makanan bergizi melalui gameboard kepada siswa MI Al Ma'Arif 2.

Kelurahan Pagentan memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian skala kecil, namun lahan pertanian yang terbatas akibat kepadatan penduduk menjadi kendala utama. Melalui konsep hidroponik berbasis teknologi sederhana, masyarakat tetap dapat mengembangkan pertanian produktif di lahan yang sempit dan pemukiman padat penduduk, bahkan di pekarangan rumah. Selain meningkatkan ketahanan pangan lokal, program ini juga bertujuan untuk mendorong wawasan masyarakat akan manfaat yang ada dari botol plastik bekas dengan pemanfaatan hasil pertanian sebagai bahan olahan bernilai tambah yang dapat dinikmati sendiri. Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan desa yang lebih hijau dan produktif, meningkatkan keterampilan pertanian masyarakat, serta membangun kesadaran lingkungan berbasis teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik desa.

Pranala luar

Daftar Refrensi

  1. ^ Kelurahan Pagentan (2022-09-13). "Gambaran Umum". Kelurahan Pagentan. Diakses tanggal 2025-07-05.
  2. ^ Pemerintah Kecamatan Singosari (2020-03-30). "Profil Kecamatan Singosari". Pemerintah Kecamatan Singosari. Diakses tanggal 2020-07-17.
  3. ^ Kelurahan Pagentan (2022-09-13). "Gambaran Umum". Kelurahan Pagentan. Diakses tanggal 2025-07-05.
  4. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  5. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  6. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  7. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  8. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  9. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  10. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  11. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  12. ^ "DaftarSekolah.net : Data Seluruh Sekolah di Indonesia". daftarsekolah.net. Diakses tanggal 2025-07-05.
  13. ^ DISKOMINFO (2022-09-13). "Gambaran Umum". Pemerintah Kelurahan Pagentan. Diakses tanggal 2025-07-04.
  14. ^ Kabupaten Banjarnegara, BPJS (2015). "Statistik Daerah Kecamatan Pagentan". Badan Pusat Statistik Indonesia. Diakses tanggal 2025-07-04.
  15. ^ Pagentan (2022-09-13). "Gambaran Umum". Kelurahan Pagentan. Diakses tanggal 2025-07-05.
  16. ^ Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya (2025). "Mahasiswa Membangun Desa 2025". Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya. Diakses tanggal 2025-07-17.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement