Pabrik Gula Sewugalur


Bekas Rumah Dinas Karyawan Pabrik Gula Sewugulur.

Pabrik Gula Sewugalur adalah pabrik gula yang didirikan oleh E.J Hoen, O.A.O. Van Der Berg, dan R.M.E Raaff pada tahun 1881. Terletak di Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, pabrik gula ini pernah berjaya hingga dibangun fasilitas seperti sekolah, rumah dinas hingga jalur kereta api untuk mendukung semua kegiatan operasional.[1]

Setelah masa kejayaannya, pada tahun 1931-1935 pabrik ini mengalami krisis malaise yang berdampak pada produktivitas pabrik hingga mengakibatkan gulung tikar. Rel kereta api yang dibuat sebagai salah satu fasilitas pabrik juga berhenti beroperasi ketika pendudukan Jepang di Indonesia.

Diketahui pabrik ini dibangun dengan menyewa tanah keluarga Bangsawan Kadipaten Pakualaman. Saat ini, Pabrik Gula Sewugalur hanya tersisa reruntuhan saja setelah banyaknya pabrik gula di Yogyakarta yang dihancurkan ketika Agresi Militer II pada tahun 1948-1949.

Sejarah

Pada awal abad ke-19 terdapat beberapa komoditas yang  berkembang mulai dari gula, kopi, tembakau, teh hingga karet. Di masa ini, para pengusaha dari Barat hingga Timur data ke wilayah Jawa dan menyewa tanah-tanah pada bangsawan untuk perkebunan yang akan mereka kembangkan.

Dari banyaknya komoditas yang dibuka di tanah jawa, gula merupakan komoditas teratas. Waktu itu, daerah kesultanan menjadi wilayah utama sebagai penghasil gula di Tanah Jawa.

Daerah Yogyakarta, merupakan salah satu daerah kesultanan yang dipilih untuk pembangunan pabrik gula. Diketahui, terdapat 19 pabrik gula yang beroperasi di Yogyakarta dan salah satunya merupakan Pabrik Gula Sewugulur yang berdiri pada tahun 1881 oleh E.J. Hoen, O.A.O. Van Der Berg dan R.M.E. Raaff dengan menyewa tanah milik keluarga Bangsawan Kadipaten Pakualaman dengan sistem kontrak jangka panjang. Diketahui, tanah yang disewa ini memiliki luas 19.020 meter persegi. Pembangunan pabrik gula ini sendiri menghabiskan dana hingga 750.000 gulden.[2][3]

Produk dan Layanan

Dalam masa kejayaan Pabrik Gula Sewugulur, mendirikan beberapa fasilitas dalam kompleks pabrik. Fasilitas tersebut adalah sekolah, rumah dinas, pemakaman, hingga rel kereta api.

Pada akhir abad ke-19, pabrik ini dapat memproduksi gula dari 70.000 hingga 80.000 pikul. Produksi yang berlimpah ini membuat Pabrik Gula Sewu Gulur menjadi salah satu pabrik dengan status pabrik gula kelas menengah.[3]

Sayangnya, pada tahun 1935 Pabrik Gula Sewugulur harus mengalami gulung tikar hingga akhirnya diruntuhkan pada 1948-1949 saat Agresi Militer II.[1]

Referensi

  1. ^ a b Liputan6.com (2025-06-15). "Jejak Kejayaan Pabrik Gula Sewugalur di Kulon Progo". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-10-19. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  2. ^ Sani, Shofi (2022-11-25). "EKSISTENSI PABRIK GULA SEWUGALUR DAN PENGARUHNYA TERHADAP DINAMIKA SOSIAL EKONOMI TAHUN 1881–1935". MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora (dalam bahasa Inggris). 13 (2). doi:10.21831/mozaik.v13i2.51701. ISSN 2808-9308.
  3. ^ a b Agung, Firdaus. "Rumah Indis dan Jejak Pabrik Gula Sewugalur di Kulon Progo". tirto.id. Diakses tanggal 2025-10-19.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement