Osilasi dekadal Pasifik

Osilasi dekadal Pasifik (dalam bahasa Inggris: Pacific decadal oscillation atau PDO) merupakan merupakan pola variabilitas iklim jangka panjang yang melibatkan interaksi antara samudra dan atmosfer yang berpusat di cekungan Samudra Pasifik utara, khususnya di wilayah utara 20°LU.[1] PDO ditandai oleh variasi suhu permukaan laut di Samudra Pasifik.[2] PDO memiliki pola yang mirip dengan El Niño, tetapi berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang.[3][4] Seperti halnya fenomena El Niño–Osilasi Selatan (ENSO), fase ekstrem PDO ditandai oleh variasi iklim yang meluas dan berkaitan dengan perubahan pola cuaca di sekitar kawasan Pasifik dan Amerika Utara.[5] Fenomena ini merupakan siklus alami yang memperlihatkan variabilitas dalam skala dekade, dengan setiap fase umumnya berlangsung sekitar 20–30 tahun,[6][7] dengan karakteristik yang berbeda pada waktu-waktu tertentu dalam satu tahun. PDO digunakan sebagai salah satu indikator dalam prediksi iklim jangka panjang.[8]

Karakteristik

Osilasi Dekadal Pasifik memiliki dua fase utama, yaitu fase positif dan fase negatif.[9] Fase positif ditandai oleh suhu permukaan laut yang lebih dingin dari normal di wilayah utara Hawaii serta di bagian tengah dan barat Samudra Pasifik Utara, yang meluas dari timur Jepang, sementara suhu permukaan laut di sepanjang pesisir barat Amerika Utara lebih hangat dari rata-rata. Pola ini juga berkaitan dengan anomali suhu positif di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Sebaliknya, fase negatif merupakan kebalikan dari fase positif, dengan suhu permukaan laut yang relatif hangat di bagian tengah Samudra Pasifik Utara, lebih dingin di sepanjang pesisir Amerika Utara, serta tekanan permukaan laut yang lebih tinggi dari normal di wilayah Pasifik Utara.[10][11]

Prediksi

Laboratorium Penelitian Sistem Bumi NOAA (NOAA Earth System Research Laboratory) menghasilkan prediksi resmi untuk El Niño–Osilasi Selatan (ENSO) serta prediksi statistik terhadap Indeks Osilasi Dekadal Pasifik (PDO) dengan menggunakan metode linear inverse modeling (LIM).[12][13] Metode ini menganggap bahwa perubahan PDO bisa dibagi menjadi dua bagian: satu bagian yang bisa diprediksi secara langsung dan mengikuti pola tertentu, dan bagian lainnya yang lebih acak dan sulit diprediksi.[14][15][16]

Sebagian besar kemampuan model LIM untuk memprediksi PDO berasal dari pengaruh ENSO dan tren iklim global, bukan dari proses di daerah ekstratropis (daerah di luar tropis). Karena itu, model ini hanya bisa memprediksi dengan cukup baik sampai sekitar empat musim ke depan. Hasil prediksi ini sesuai dengan konsep mekanisme jejak musiman (seasonal footprinting mechanism), yaitu proses di mana pola suhu permukaan laut yang ideal berkembang menjadi fase matang ENSO dalam waktu 6 sampai 10 bulan. Fase ini kemudian memengaruhi suhu laut di Samudra Pasifik Utara melalui pengaruh atmosfer.[17] Kemampuan memprediksi perubahan PDO dalam jangka waktu puluhan tahun bisa lebih baik jika memperhitungkan pengaruh dari faktor eksternal seperti perubahan iklim global,[18] serta faktor yang berasal dari proses alami di dalam sistem iklim itu sendiri.[19]

Referensi

  1. ^ "Pacific Decadal Oscillation (PDO): Definition and Indices | Climate Data Guide". climatedataguide.ucar.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-27.
  2. ^ "Pacific Decadal Oscillation (PDO): A Comprehensive Guide" (dalam bahasa American English). 2021-09-01. Diakses tanggal 2025-09-27.
  3. ^ Zhang, Yuan; Wallace, John M.; Battisti, David S. (1997-05). "ENSO-like Interdecadal Variability: 1900–93". Journal of Climate (dalam bahasa Inggris). 10 (5): 1004–1020. doi:10.1175/1520-0442(1997)010<1004:ELIV>2.0.CO;2. ISSN 0894-8755.
  4. ^ Lin, Lei; Sun, Zixuan; Lv, Ting; Wang, Yueqi; Tan, Wei; Jin, Kangjie; Xiang, Dongdong (2025-02-24). "In-Phase Pacific Decadal Oscillation and El Niño–Southern Oscillation Enhance the Interannual Variability of Spring Blooms in the Yellow Sea". Ocean-Land-Atmosphere Research. 4: 0083. doi:10.34133/olar.0083.
  5. ^ Mantua, N.J. 1999: The Pacific Decadal Oscillation. A brief overview for non-specialists, Encyclopedia of Environmental Change.
  6. ^ "Pacific Decadal Oscillation (PDO): A Comprehensive Guide" (dalam bahasa American English). 2021-09-01. Diakses tanggal 2025-09-27.
  7. ^ "Pacific Decadal Oscillation (PDO) | El Niño/La Niña Watch & PDO". Ocean Surface Topography from Space (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-27.
  8. ^ Meeker, E. D.; Maroon, E. A.; Deppenmeier, A. L.; Thompson, L. A.; Vimont, D. J.; Yeager, S. G. (2025). "Seasonality of Pacific Decadal Oscillation Prediction Skill". Geophysical Research Letters (dalam bahasa Inggris). 52 (14): e2025GL116122. doi:10.1029/2025GL116122. ISSN 1944-8007.
  9. ^ Mehta, Vikram M. (2017-03-16). Natural Decadal Climate Variability: Societal Impacts (dalam bahasa Inggris). CRC Press. ISBN 978-1-315-35687-7.
  10. ^ "Pacific Decadal Oscillation (PDO): Definition and Indices | Climate Data Guide". climatedataguide.ucar.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-27.
  11. ^ Li, Peilin; Zhou, Botao; Zhang, Dapeng; Huang, Yanyan; Xie, Wenxin; Song, Ziyi; Liu, Yujia (2024-11-01). "On the association of Pacific Decadal Oscillation with the interdecadal variability in Asian-Pacific Oscillation". Atmospheric Research. 310: 107635. doi:10.1016/j.atmosres.2024.107635. ISSN 0169-8095.
  12. ^ psl.noaa.gov https://psl.noaa.gov/enso/forecasts.html. Diakses tanggal 2025-10-01.
  13. ^ Team, PSL Web. "Experimental Probabilistic LIM Forecasts: NOAA Physical Sciences Laboratory". psl.noaa.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-01.
  14. ^ Alexander, Michael A.; Matrosova, Ludmila; Penland, Cécile; Scott, James D.; Chang, Ping (2008-01-15). "Forecasting Pacific SSTs: Linear Inverse Model Predictions of the PDO". Journal of Climate (dalam bahasa Inggris). 21 (2): 385–402. doi:10.1175/2007JCLI1849.1. ISSN 1520-0442.
  15. ^ Loue; et al. (2021). "A Linear Inverse Model of Tropical and South Pacific Climate Variability: Optimal Structure and Stochastic Forcing" (PDF). journals.ametsoc.org. Diakses tanggal 2025-10-01. ;
  16. ^ Perkins, W. Andre; Hakim, Greg (2020). "Linear Inverse Modeling for Coupled Atmosphere-Ocean Ensemble Climate Prediction". Journal of Advances in Modeling Earth Systems (dalam bahasa Inggris). 12 (1): e2019MS001778. doi:10.1029/2019MS001778. ISSN 1942-2466.
  17. ^ Vimont, Daniel J.; Wallace, John M.; Battisti, David S. (2003-08). "The Seasonal Footprinting Mechanism in the Pacific: Implications for ENSO*". Journal of Climate (dalam bahasa Inggris). 16 (16): 2668–2675. doi:10.1175/1520-0442(2003)016<2668:TSFMIT>2.0.CO;2. ISSN 0894-8755.
  18. ^ Meehl, Gerald A.; Hu, Aixue; Santer, Benjamin D. (2009-02-01). "The Mid-1970s Climate Shift in the Pacific and the Relative Roles of Forced versus Inherent Decadal Variability". Journal of Climate (dalam bahasa Inggris). 22 (3): 780–792. doi:10.1175/2008JCLI2552.1. ISSN 1520-0442.
  19. ^ Mochizuki, Takashi; Ishii, Masayoshi; Kimoto, Masahide; Chikamoto, Yoshimitsu; Watanabe, Masahiro; Nozawa, Toru; Sakamoto, Takashi T.; Shiogama, Hideo; Awaji, Toshiyuki (2010-02-02). "Pacific decadal oscillation hindcasts relevant to near-term climate prediction". Proceedings of the National Academy of Sciences. 107 (5): 1833–1837. doi:10.1073/pnas.0906531107. PMC 2804740. PMID 20080684.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement