Organisasi Kerukunan Warga Dayak

Kerukunan Warga Dusun Maanyan dan Lawangan (Dusmala) adalah sebuah organisasi sosial yang dibentuk untuk mempererat tali persaudaraan dan memberikan bantuan kepada anggota warganya, terutama dalam hal sosial seperti kesehatan, kematian, pernikahan, dan kesulitan lainnya. Organisasi ini didirikan pada tahun 1968 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan latar belakang kondisi yang kurang mendukung, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Organisasi ini terbentuk setelah pengalaman pahit yang dialami oleh warga Dusmala, di mana seorang anggota meninggal dunia, namun hanya delapan orang yang hadir untuk mengantarkan jenazah, meskipun banyak warga lainnya mengetahui kejadian tersebut. Kejadian ini memotivasi sejumlah tokoh warga untuk mendirikan organisasi guna menjaga solidaritas dan memberikan dukungan kepada anggota yang membutuhkan.

Pada awal pendirian, beberapa tokoh penting seperti C. Luran, Drh. GS. Rubay, Pagoe Bangel, dan lainnya berkumpul untuk merumuskan pembentukan organisasi ini. Pengurus pertama organisasi tersebut terdiri dari:

  • Penasehat: C. Luran, Drh. GS. Rubay, dan Pagoe Bangel
  • Ketua: Drs. F.D. Leiden
  • Wakil Ketua: Drs. Bart Ludjen, KW. Wenthe, Siswo Partomo
  • Sekretaris: Charles Dioh
  • Bendahara: F. Iyun Kekes, BA

Organisasi ini berjalan tanpa adanya pergantian pengurus yang signifikan hingga tahun 1994, karena masalah partisipasi warga dalam pertemuan pengurus.

Pada tahun 1994, organisasi mengalami perubahan setelah Drs. F.D. Leiden meninggal dunia. Kepemimpinan diteruskan oleh Drs. Bart Ludjen. Pada saat yang sama, terjadi perubahan besar dalam struktur organisasi dengan masuknya Suku Lawangan, yang kemudian membuat nama organisasi berubah menjadi Dusun Maanyan dan Lawangan (Dusmala).

Susunan pengurus yang baru saat itu adalah:

  • Ketua: Drs. Bart Ludjen
  • Wakil Ketua I: Ir. Brita Asi Saloh
  • Wakil Ketua II: Drs. F. Sion Ibat
  • Sekretaris: Kasmody Leiyen, SH
  • Bendahara: Ny. Halene Kudik Kitting

Selain itu, pengurus baru ini juga memperkenalkan pembagian tugas melalui berbagai bidang yang diharapkan dapat lebih fokus dalam mengembangkan program kerja organisasi.

Pada tahun 2000, setelah meninggalnya Drs. Bart Ludjen, terjadi perubahan besar dalam pengurus organisasi. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) pada tahun 2001, dipilih pengurus baru yang menjalankan tugas selama periode 2001-2006. Beberapa perubahan signifikan di antaranya adalah penekanan pada 3 program prioritas organisasi, yakni pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.

Kepengurusan yang terpilih pada periode 2001-2006 meliputi:

  • Ketua Umum: Drs. Ardiman W. Magan
  • Wakil Ketua I: Drs. Risnadoni Bungken
  • Sekretaris Umum: dr. Don FD Leiden SpOG, MMR
  • Bendahara Umum: Drs. Meiliantoni

Selain itu, organisasi ini semakin berkembang dengan menambahkan bidang-bidang baru yang bertujuan untuk memperbaiki sistem organisasi dan meningkatkan kinerja sosial mereka.

Pada Musda 2007, yang diselenggarakan pada 20 Januari 2007, kepengurusan baru masa bakti 2007-2012 terbentuk. Pada periode ini, fokus organisasi diberikan pada pengembangan pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Pada waktu yang sama, organisasi melakukan perubahan dalam penulisan nama Maanyan menjadi Maanyan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).

Secara umum, tujuan utama organisasi ini adalah membantu warganya dalam berbagai kesulitan hidup dan menjaga keharmonisan antar warga, dengan menjalankan berbagai program sosial yang meliputi:

  • Bantuan kesehatan
  • Bantuan dalam kasus kematian
  • Bantuan pernikahan
  • Program-program sosial lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga

Seiring berjalannya waktu, organisasi ini terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat, sembari menjaga tradisi dan persatuan antar warga.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement