Orang Lhoba

Orang Lhoba
Kelompok wanita Lhoba mengenakan pakaian tradisional
Jumlah populasi
3.682 (2010)
Daerah dengan populasi signifikan
Kabupaten Mainling, Medog, Lhunze, Nangxian, dan Luoyu, Tibet
Bahasa
Bokar, Idu Mishmi, Adi, bahasa Tibet, Mandarin
Agama
Animisme, Buddhisme Tibet, Kristen

Orang Lhoba adalah salah satu kelompok etnis minoritas yang diakui secara resmi oleh pemerintah Tiongkok. Mereka terutama tinggal di wilayah tenggara Tibet, termasuk Kabupaten Mainling, Medog, Lhunze, Nangxian, dan Luoyu. Nama "Lhoba" berasal dari bahasa Tibet yang berarti "orang selatan", merujuk pada lokasi geografis mereka di selatan wilayah Tibet tradisional.[1]

Sejarah

Wilayah yang kini dihuni oleh orang Lhoba dikenal sebagai Lhoyü (atau Luoyu) pada abad pertengahan. Sejak abad ke-7, wilayah ini berada di bawah kendali Tibet. Namun, tidak diketahui secara pasti apakah orang Lhoba saat ini memang mendiami wilayah tersebut pada masa penaklukan Tibet, atau apakah bahasa yang mereka gunakan berasal dari wilayah tersebut.[1]

Bahasa

Orang Lhoba berbicara dalam beberapa bahasa yang termasuk dalam keluarga bahasa Sino-Tibet, seperti Bokar, Idu Mishmi, dan Adi. Bahasa-bahasa ini tidak saling dapat dipahami, dan sebagian besar orang Lhoba tidak mengetahui bahasa Tibet. Mereka tidak memiliki sistem tulisan sendiri dan pada masa lalu mencatat sejarah mereka dengan cara mengikat simpul pada tali atau menorehkan kayu.[1]

Budaya dan Agama

Sebagian besar orang Lhoba menganut animisme, dengan kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki roh yang disebut "Wuyong". Mereka juga menyembah berbagai dewa alam seperti harimau, pohon, bulan, dan matahari. Praktik keagamaan mereka meliputi shamanisme, penyembuhan spiritual, ramalan, dan sihir. Salah satu praktik ramalan yang unik adalah membaca pola pada hati hewan yang baru disembelih untuk menilai keberuntungan.[2]

Beberapa orang Lhoba juga menganut Buddhisme Tibet dan Kristen, meskipun mereka sering menggabungkan unsur-unsur animisme dalam praktik keagamaan mereka.[1]

Pakaian dan Kesenian

Pakaian tradisional orang Lhoba mencerminkan identitas budaya mereka. Pria mengenakan jaket hitam tanpa lengan yang terbuat dari wol domba, dengan topi berbentuk helm yang terbuat dari kulit beruang atau anyaman bambu. Mereka juga memakai perhiasan seperti anting-anting, kalung manik-manik, dan cincin dari perak dan tembaga. Wanita mengenakan blus berlengan sempit dan rok dari wol domba, serta perhiasan yang lebih banyak sebagai simbol status sosial dan kekayaan.[1]

Ekonomi dan Kehidupan Sehari-hari

Orang Lhoba tradisionalnya bergantung pada berburu, meramu, dan pertanian ladang berpindah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Mereka memanfaatkan sumber daya tanaman liar di sekitar pegunungan untuk kebutuhan sehari-hari dan memiliki pengetahuan tradisional yang kaya tentang tanaman obat.[3]

Pada tahun 2008, beberapa desa dengan populasi Lhoba yang relatif tinggi di Kabupaten Mainling mulai mengembangkan pariwisata dengan dukungan dari pemerintah setempat, memberikan mereka sumber pendapatan baru.[4]

Populasi

Menurut Sensus Nasional keenam Tiongkok pada tahun 2010, jumlah orang Lhoba tercatat sebanyak 3.682 jiwa, menjadikan mereka salah satu kelompok etnis minoritas terkecil di Tiongkok.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f "Lhoba People". Wikipedia. Diakses tanggal 2025-05-09.
  2. ^ "Lhoba People in Southeast of Himalayas". Tibet Travel. Diakses tanggal 2025-05-09.
  3. ^ "Ethnobiomed". Ethnobiomed. Diakses tanggal 2025-05-09.
  4. ^ "Lhoba of Tibet Find New Ways of Living". China Daily. Diakses tanggal 2025-05-09.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement