Ohannes Kurkdjian

Ohannes (Onnes) Kurkdjian
Potret hitam putih seorang pria paruh baya yang memakai helm putih
Kurkdjian di tepi Laut Pasir (Lautan Pasir) di Pegunungan Tengger (ca 1910)
Lahir1851
Yerevan
Meninggal1903
Surabaya
Dikenal atasFotografi
Ohannes Kurkdjian di tepi Lautan Pasir di Pegunungan Tengger - sekitar tahun 1910. Stereophotograph.

Ohannes Kurkdjian (Nama depan kadang dieja 'Onnes' , bahasa Armenia dieja 'Hovhannes' , 1851–1903) adalah seorang fotografer yang tinggal di Yerevan, Tiflis, Singapura dan kemudian Surabaya selama era Hindia Belanda.

Bisnis dengan namanya (terletak di Bultzingslowenplein) adalah studio Kurkdjian Atelier dan kemudian O. Kurkdjian & Co.

Kehidupan

Kurkdjian lahir pada tahun 1851 di Kyurin (Gürun), sebuah kota di wilayah Armenia yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman. Ia menempuh pendidikan fotografi di Wina, Austria, pada tahun 1870, sebelum kemudian pindah ke Tiflis, Georgia.

Selama Perang Rusia-Turki tahun 1878, Kurkdjian bekerja sebagai fotografer untuk Angkatan Darat Rusia. Setelah itu, ia menetap di Yerevan, Armenia, dan meraih pengakuan dari komunitas fotografi Eropa atas karyanya. Pada tahun 1879, selama lima bulan, ia menjelajahi dan memotret monumen-monumen kuno di Ani, bekas ibu kota Armenia kuno.[1] Dari Dari hasil ekspedisi ini, ia menerbitkan album berjudul Ruins of Armenia dalam bahasa Armenia dan Prancis. Penerbitan tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam gerakan kemerdekaan Armenia melawan rezim Tsar Rusia pada periode 1878–1882.

Karena keterlibatannya dalam aktivitas politik, Kurkdjian terpaksa mengungsi ke Wina pada tahun 1881. Tekanan dari rezim Tsar juga mendorong banyak warga Armenia untuk meninggalkan tanah air mereka, sebagian menuju Asia Timur dan Asia Tenggara. Pada tahun 1885, Kurkdjian pindah ke Singapura, bekerja selama dua bulan di studio fotografer setempat, sebelum akhirnya menetap di Jawa pada 1886. Ia mendirikan studionya sendiri di Surabaya pada tahun 1890, bernama “Kurkdjian Atelier,” yang berlokasi di Bultzingslowenplein (kini kawasan di antara Jalan Pahlawan dan Jalan Kramat Gantung, Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya).[1] [2][3]

Studionya berkembang pesat dan mempekerjakan sedikitnya 30 orang,[2] termasuk Thilly Weissenborn, fotografer perempuan penting pertama kelahiran Indonesia.[4] Studio ini menghasilkan beragam karya, mulai dari potret tokoh-tokoh seperti Pakubuwana X & Susuhunan Solo, hingga foto-foto lanskap, bangunan, kegiatan bisnis, dan perdagangan. Kurkdjian memperoleh penghasilan dari komisi dan royalti atas album-album foto yang diterbitkan untuk keperluan promosi. Banyak karyanya juga dicetak dalam bentuk kartu pos.

Pada tahun 1897, George P. Lewis, seorang berkebangsaan Inggris, bergabung sebagai asistennya.[2]

Kurkdjian mendokumentasikan kunjungan Ratu Wilhelmina ke Pulau Jawa pada 31 Agustus 1898 dan menerbitkannya dalam Album Ratu. Pada 6 Juni 1901, ia mendapat undangan dari Pemerintah Belanda untuk memotret letusan dahsyat Gunung Kelud yang berlangsung sejak 23 Mei. Letusan tersebut menyebabkan kerusakan parah di Kediri dan Blitar, dengan korban jiwa yang diperkirakan mencapai ribuan orang. Dalam proses dokumentasi itu, Lewis sempat mengambil salah satu potret Kurkdjian yang paling dikenal—yakni saat ia berdiri membelakangi kamera, menghadap ke kawah bekas letusan Gunung Kelud.

Foto-foto letusan ini dipamerkan ke publik dan menuai banyak pujian. Namun di tengah apresiasi terhadap karyanya, dunia dikejutkan oleh kabar kematiannya yang mendadak pada tahun 1903. Ia dimakamkan di Makam Peneleh, kompleks pemakaman Eropa di Surabaya.

Setelah wafatnya Kurkdjian, studionya dilanjutkan oleh Lewis dan berganti nama menjadi O Kurkdjian and Co. Pada tahun 1915, studio ini diakuisisi oleh perusahaan farmasi Mieling & Co.[2] Sejak ia wafat, fokus studio bergeser hanya pada fotografi potret, tidak lagi meliputi lanskap dan dokumentasi visual lainnya.

Galeri

Referensi

  1. ^ a b Stereoscopic photographs of Ani
  2. ^ a b c d Onnes Kurkdjian; Viewmaker and Entrepreneur oleh Hedi Hinzler
  3. ^ Iwan Setiyawan (6 Mei 2025) "Ohannes Kurkdjian, Pelopor Studio Foto Zaman Kolonial di Surabaya" Kompas. hal 13
  4. ^ Haks, Leo (August 2007). "Indonesian photography collection 1860s–1940s". NGA Australia. Canberra, Australia: National Gallery of Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 5 March 2010. Diakses tanggal 10 May 2016.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement