Nyambei

Nyambei adalah tradisi lisan kuno masyarakat Rejang yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Indonesia. Di masa lalu, sastra Nyambei berfungsi sebagai hiburan utama bagi kaum muda-mudi. Tradisi ini sering hadir dalam berbagai acara tradisional dan perayaan masyarakat. Sastra Nyambei adalah tempat untuk bertukar sajak, perkenalan, dan mengungkapkan perasaan melalui bahasa yang indah dan bermakna.[1][2]

Sejarah

Lantunan Nyambei berisi pujian, kisah cinta, dan pujian terhadap alam. Dalam prosesi adat, lantunan ini juga memiliki makna khusus. Sebagai contoh, dalam tarian Kejei, ketika musik berhenti sejenak, penari wanita akan menundukkan kepala dan bersenandung pelan sambil menutupi wajahnya dengan kipas, itulah Nyambei. Faktanya, warisan Nyambei tercatat dalam sejarah dunia. Penulis dan penjelajah Inggris, William Marsden, menyebutkan tradisi serupa dalam bukunya tahun 1785, The History of Sumatra. Ini berarti bahwa Nyambei telah dikenal selama lebih dari dua abad.[3]

Referensi

  1. ^ "Tahukah Anda? Sastra Nyambei Rejang Lebong Kini Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional 2025". merdeka.com. 2025-10-16. Diakses tanggal 2026-02-11.
  2. ^ Agency, ANTARA News. "Sastra lisan "Nyambei" Rejang Lebong ditetapkan sebagai WBTB". ANTARA News Bengkulu. Diakses tanggal 2026-02-11.
  3. ^ "Kisah Haru dan Penuh Perjuangan, di Balik Penetapan Nyambei Sastra Lisan Khas Rejang Lebong Menjadi WBTB". 2025-10-15. Diakses tanggal 2026-02-11.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement