Nunuk Suryani
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan umum. |
Nunuk Suryani | |
|---|---|
| Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan | |
| Mulai menjabat 22 Februari 2023[1] | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Menteri | Nadiem Makarim
Abdul Mu'ti |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 8 November 1966 Karanganyar, Jawa Tengah |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Suami/istri | Hari Wibowo Adi |
| Anak | 1 |
| Almamater | Universitas Diponegoro Universitas Negeri Jakarta |
| Profesi | Dosen[2] |
Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. (lahir 8 November 1966) adalah seorang Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menjabat pada periode 2023-sekarang.[3] Ia sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Jabatan ini diembannya mulai 4 Juni 2020 sebelum ditunjuk oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menggantikan Iwan Syahril, terhitung sejak 22 Februari 2023.
Riwayat pendidikan
Nunuk menyelesaikan pendidikan jenjang S1 di bidang “Sejarah Indonesia” di Universitas Diponegoro tahun 1989. Kemudian, ia mengambil gelar Magister Pendidikan dalam bidang “Pendidikan Sejarah” di Universitas Negeri Jakarta tahun 1997. Ia kembali melanjutkan studi Doktoral (S3) dalam bidang “Teknologi Pendidikan” di Universitas Negeri Jakarta tahun 2003.
Karier
Di tahun 2017 hingga 2020, Nunuk menjadi Kepala Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Kemendikbudristek.[4] Dalam waktu bersamaan, ia juga dipercaya sebagai Kepala Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS) tercatat sejak tahun 2019 hingga Juni 2020. Dan di tahun 2020, ia mendapat amanah sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal GTK Kemendikbudristek dan selama delapan bulan merangkap sebagai Plt. Dirjen GTK, sebelum akhirnya resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek.
Sebelum meniti karier di Jakarta, sejak tahun 1990 Nunuk menjadi tenaga pengajar di Jurusan Pendidikan Sejarah FKIP UNS dan berkembang menjadi pengajar untuk S1, S2, dan S3 untuk bidang Pendidikan Sejarah, Teknologi Pendidikan, dan Ilmu Pendidikan.[5] Ia juga tercatat sebagai Dosen di IAIN Surakarta pada bidang Pendidikan Ekonomi dan Manajemen Pendidikan Islam.
Sejak 19 April 2016, ia resmi menjadi Guru Besar ke-177 Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Guru Besar ke-55 FKIP UNS dengan orasi ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan Media Digital untuk meningkatkan Kualitas dan Daya Tarik Pembelajaran Sejarah”.[6]
Prestasi dan penghargaan
Selain tercatat sebagai Guru Besar Teknologi Pembelajaran Sejarah di UNS, Nunuk juga mendapatkan penghargaan sebagai Dosen Berprestasi III pada tahun 2013.[7]
Publikasi
Sepanjang kariernya, Nunuk menulis beberapa buku, antara lain:
- Media pembelajaran inovatif dan pengembangannya; Penerbit: Remaja Rosdakarya;[8] 2018; ISBN 978-602-446-221-5
- Sejarah Lokal Surakarta (2013)
- Strategi Belajar Mengajar; Penerbit: Ombak;[9] 2012; ISBN 978-602-7544-53-8
- Asesmen Pembelajaran IPS (2010)
Kehidupan pribadi
Nunuk menikah dengan Ir. Hari Wibowo Adi pada tahun 1992 dan memiliki seorang putri, yaitu Retno Astuty Nuvitasari.
Referensi
- ^ Ihsan, Dian (22 Maret 2023). "Profil Dirjen GTK Prof Nunuk yang mengawal pengadaan PPPK guru". kompas.com.
- ^ "Profile Dosen". uns.ac.id.
- ^ "Nunuk Suryani". kemendikbud.go.id.
- ^ "Guru besar FKIP UNS resmi dilantik menjadi Dirjen GTK Kemendikbudristek". uns.ac.id.
- ^ "Daftar Staff". uns.ac.id.
- ^ "UNS kukuhkan Nunuk Suryani jadi guru besar teknologi pembelajaran sejarah". uns.ac.id.
- ^ "Profil Dirjen". kemendikbud.go.id.
- ^ "Media pembelajaran inovatif dan pengembangannya". perpusnas.go.id.
- ^ "Strategi Belajar Mengajar". jogjaprov.go.id.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.







