Nero Redivivus

Nero adalah kaisar kelima dan terakhir dari dinasti kekaisaran pertama Romawi, Julio-Claudian.

Legenda Nero Redivivus adalah sebuah keyakinan populer pada paruh akhir abad ke-1 bahwa kaisar Romawi Nero akan kembali setelah kematiannya pada 68 M. Legenda tersebut adalah keyakinan umum pada akhir abad ke-5. Keyakinan tersebut adalah akibat atau sebab dari banyak penyaru yang mengaku sebagai Nero memimpin pemberontakan.

Beberapa masyarakat pada abad ke-1 dan awal abad ke-2 memandang gagasan Nero bangkit atau orang yang mengalami kematian palsu secara positif, sebagai balasan melawan anggapan jahat pada masa itu. Banyak Kristen awal memandang gagasan tersebut secara negatif, dan menghubungkan Nero Redivivus dengan konsepsi Antikristus.

Latar belakang

Kaisar Romawi Nero bunuh diri dan meninggal pada Juni 68 M. Namun, muncul keyakinan di kalangan masyarakat bahwa kematiannya terjadi di bawah keadaan tak jelas atau dipalsukan, khususnya di belahan timur penutur Yunani di Kekaisaran tersebut. Keadaan tersebut nampak tak mendukung peristiwa bahwa Nero dikebumikan di Bukit Pincian, sebuah tempat yang berbeda dari Mausoleum Augustus, dan tanpa sambutan. Eksentrisitas Nero dan pertikaian dengan aristokrasi Romawi lainnya berujung pada citranya bertahan dalam khayalan populer baik sebagai penyelamat dan penghancur potensial.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Warmington, Brian H. Nero: Reality and Legend. Chatto & Windus. hlm. 167–168.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement