Musim badai Atlantik 2014

Musim Badai Atlantik 2014 adalah musim badai dengan aktivitas di bawah rata-rata, dengan jumlah siklon tropis yang terbentuk lebih sedikit dibanding musim Atlantik biasa. Musim ini termasuk yang terbaru dengan jumlah siklon tropis (depresi atau badai bernama) kurang dari 10, meskipun jumlah badai yang mencapai status hurikan dan hurikan besar masih berada pada tingkat rata-rata. Musim ini menghasilkan sembilan siklon tropis, delapan di antaranya berkembang menjadi badai bernama, yaitu badai tropis yang telah mencapai kekuatan tertentu dan diberi nama resmi oleh Organisasi Meteorologi Dunia. Dari delapan badai bernama tersebut, enam mencapai status hurikan, dan dua di antaranya meningkat menjadi badai besar (kategori 3 atau lebih).[1] Musim badai ini secara resmi berlangsung dari 1 Juni hingga 30 November, periode ketika sebagian besar siklon tropis Atlantik terbentuk di Samudra Atlantik. Badai pertama, Arthur, terbentuk pada 1 Juli,[2][3] sedangkan badai terakhir, Hanna, melemah pada 28 Oktober, sekitar satu bulan sebelum musim berakhir.[4][5]
Sebagian besar lembaga prakiraan cuaca memperkirakan bahwa aktivitas badai pada musim Atlantik 2014 akan berada di bawah rata-rata, karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung, hal ini terkait pula dengan perkiraan terbentuknya fenomena El Niño kuat. Meskipun El Niño baru terbentuk pada Oktober 2014, kondisi yang tidak menguntungkan tetap menekan terbentuknya badai di seluruh Samudra Atlantik.[6][7] Setiap badai bernama pada musim ini memengaruhi daratan, tetapi secara keseluruhan dampaknya relatif ringan. Badai Arthur menewaskan satu orang secara tidak langsung dan menimbulkan kerugian sekitar 16,8 juta USD (2014) setelah menghantam Carolina Utara; Arthur juga menjadi hurikan kategori 2 pertama yang mendarat di Amerika Serikat sejak Siklon tropis Ike 2008, dan sisa-sisanya bergerak ke Kanada Atlantik.[8][9]
Prakiraan musiman
| Sumber | Tanggal | Nama Badai |
Hurikan | Hurikan besar |
Sumber |
| Rata-rata (1981–2010) | 12.1 | 6.4 | 2.7 | [10] | |
| Aktivitas tertinggi | 30 | 15 | 7† | [11] | |
| Aktivitas terendah | 1 | 0† | 0† | [11] | |
| TSR | 12 Desember 2013 | 14 | 6 | 3 | [12] |
| WSI | 24 Maret 2014 | 11 | 5 | 2 | [13] |
| TSR | 7 April 2014 | 12 | 5 | 2 | [14] |
| CSU | 10 April 2014 | 9 | 3 | 1 | [7] |
| NCSU | 16 April 2014 | 8–11 | 4–6 | 1–3 | [15] |
| UKMO | 16 Mei 2014 | 10* | 6* | N/A | [16] |
| NOAA | 22 Mei 2014 | 8–13 | 3–6 | 1–2 | [17] |
| FSU COAPS | 29 Mei 2014 | 5–9 | 2–6 | 1–2 | [18] |
| CSU | 31 Juli 2014 | 10 | 4 | 1 | [19] |
| TSR | 5 Agustus 2014 | 9–15 | 4–8 | 1–3 | [20] |
| NOAA | 7 Agustus 2014 | 7–12 | 3–6 | 0–2 | [21] |
| Kejaian sebenarnya | 8 | 6 | 2 | ||
| * Hanya pada periode June–November † Peristiwa terbaru | |||||
Sebelum dan selama setiap musim badai, berbagai prakiraan aktivitas badai diterbitkan oleh badan meteorologi nasional, lembaga ilmiah, dan ahli badai terkemuka. Lembaga-lembaga ini antara lain National Hurricane Center and Climate Prediction Center milik Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), Tropical Storm Risk, Met Office Inggris, serta beberapa ahli seperti Philip J. Klotzbach, William M. Gray, dan rekan di Colorado State University (CSU) Prakiraan tersebut mencakup perubahan mingguan maupun bulanan pada faktor-faktor penting yang menentukan jumlah badai tropis, hurikan, dan hurikan besar dalam satu musim. Menurut NOAA dan CSU, rata-rata musim badai Atlantik antara 1981 dan 2010 menghasilkan sekitar 12 badai tropis, enam hurikan, tiga hurikan besar, dengan indeks energi siklon terkumpul (Accumulated Cyclone Energy / ACE) sebesar 66–103 unit.[7][10] Secara umum, ACE merupakan ukuran kekuatan badai tropis atau subtropis dikalikan dengan lamanya badai tersebut bertahan. Dengan demikian, badai yang lebih lama atau memiliki intensitas lebih tinggi, seperti Gonzalo, akan memiliki nilai ACE yang tinggi. Perhitungan ACE hanya dilakukan untuk advis resmi penuh pada sistem tropis dan subtropis yang mencapai atau melebihi kecepatan angin 39 mph (63 km/jam); depresi tropis tidak termasuk dalam perhitungan ini. Setelah badai melemah, biasanya setelah musim berakhir, NHC meninjau kembali data dan menghasilkan laporan final untuk setiap badai. Revisi ini dapat mengubah total ACE, baik naik maupun turun, dibandingkan nilai operasional awal.[22] NOAA biasanya mengkategorikan suatu musim sebagai di atas rata-rata, rata-rata, atau di bawah rata-rata berdasarkan nilai ACE kumulatif, meskipun jumlah badai tropis, hurikan, dan hurikan besar dalam satu musim juga kadang dipertimbangkan.[10]
Prakiraan Pra-musim
Pada 13 Desember 2013, Tropical Storm Risk (TSR) sebuah konsorsium publik yang beranggotakan para ahli asuransi, manajemen risiko, dan prakiraan iklim musiman dari University College London (UCL). UCL mengeluarkan tinjauan pertama mengenai aktivitas badai selama musim badai Atlantik 2014. Laporan tersebut memprediksi musim mendekati normal, dengan 14 (±4) badai tropis, 6 (±3) badai, 3 (±2) badai intens, serta indeks ACE kumulatif sebesar 106 (±58) unit. Prediksi ini didasarkan pada angin passat yang sedikit lebih kuat dari normal serta suhu permukaan laut yang sedikit lebih hangat dari normal di Laut Karibia dan Atlantik Utara tropis.[7]
Beberapa bulan kemudian, pada 24 Maret 2014, Weather Services International (WSI), anak perusahaan The Weather Channel, merilis prakiraan pertama mereka, merilis prakiraan awal mereka, memperkirakan sebelas badai bernama, lima hurikan, dan dua hurikan besar. WSI memperhitungkan dua faktor utama yang kemungkinan menekan aktivitas badai, yaitu suhu permukaan laut yang lebih dingin dari rata-rata di Atlantik timur dan kemungkinan terbentuknya El Niño pada musim panas 2014.[23]
Pada 7 April, TSR mengeluarkan prakiraan lanjutan, menurunkan perkiraan menjadi 12(±4) badai bernama, 5(±3) hurikan, 2 (±2) badai besar, dan indeks ACE sebesar 75 (±57) unit.[14] Tiga hari kemudian, Colorado State University (CSU) merilis prakiraan pertama mereka, memprediksi aktivitas badai di bawah rata-rata periode 1981–2010. Berdasarkan kemungkinan terbentuknya El Niño dengan intensitas sedang hingga kuat serta suhu permukaan laut Atlantik tropis yang lebih dingin dari normal, CSU memperkirakan sembilan badai bernama, tiga hurikan, satu hurikan besar, dan indeks ACE sebesar 55 unit. Peluang hurikan besar mendarat di Amerika Serikat atau melintasi Laut Karibia diperkirakan lebih rendah dari rata-rata.[7]
Pada 16 Mei, Met Office Inggris (UKMO) merilis prakiraan sedikit di bawah rata-rata, memperkirakan sepuluh badai bernama dengan peluang 70% berada antara tujuh hingga tiga belas, serta enam hurikan dengan peluang 70% antara tiga hingga sembilan. Indeks ACE diperkirakan sebesar 84, dengan kisaran kemungkinan 47 hingga 121.[24] NOAA merilis prakiraan pra-musim pada 22 Mei, memperkirakan delapan hingga tiga belas badai bernama, tiga hingga enam hurikan, dan satu hingga dua hurikan besar dengan probabilitas 70%.[25]
Pada 29 Mei, Pusat Studi Prediksi Laut Atmosfer Universitas Negeri Florida (Florida State University Center for Ocean-Atmospheric Prediction Studies, disingkat FSU COAPS) merilis prakiraan tunggal mereka, memperkirakan lima hingga sembilan badai bernama, dua hingga enam di antaranya meningkat menjadi hurikan, dan satu hingga dua hurikan mencapai intensitas besar. ACE diperkirakan sebesar 60 unit.[26]
Prakiraan Pertengahan Musim
Pada bulan Juli dan Agustus, Colorado State University (CSU), Tropical Storm Risk (TSR), dan NOAA merilis prakiraan terbaru untuk sisa musim badai. Pada 31 Juli, CSU memperbarui prediksinya menjadi sepuluh badai bernama, empat hurikan, dan satu hurikan besar, yang tetap tidak berubah dibandingkan prakiraan sebelumnya pada 23 Mei. Tim CSU mencatat bahwa kondisi untuk pembentukan siklon tropis tampak kurang mendukung, dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin dari normal, tekanan permukaan laut lebih tinggi dari rata-rata, dan adanya vertical wind shear yang kuat.[19] TSR merilis prakiraan baru pada 5 Juli, memprediksi sembilan hingga lima belas badai bernama, empat hingga delapan hurikan, dan satu hingga tiga hurikan besar. Perkiraan ini didasarkan pada kondisi yang serupa dengan yang dicatat oleh CSU.[20] Dua hari kemudian, NOAA merevisi prediksinya, memperkirakan tujuh hingga dua belas badai bernama, tiga hingga enam hurikan, dan nol hingga dua hurikan besar. NOAA mencatat kondisi atmosfer dan samudra yang serupa dengan CSU dan TSR, tetapi juga menambahkan bahwa monsoon Afrika lebih lemah, atmosfer relatif stabil, dan terdapat pergerakan udara yang turun (subsidence).[21]
Referensi
- ^ Pasch, Richard (1 Mei 2015). Annual Summary: 2014 Atlantic Hurricane Season (PDF). (Laporan). Miami, Florida: Pusat Badai Nasional. Diakses tanggal 23 November 2025.
- ^ "Arthur Becomes 1st Hurricane of 2014, Threatens N.C. | Climate Central". www.climatecentral.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ "Hurricane Arthur Recap: First Atlantic Hurricane of the 2014 Season | The Weather Channel". weather.com (dalam bahasa American English). 2015-09-11. Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ Morgan, Leigh (2014-10-29). "'Ghost' of Tropical Storm Hanna 2014 may take another run at Central America". al (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ National Hurricane Center. (2014, December 16). Tropical Cyclone Report: Tropical Storm Hanna (AL092014). National Oceanic and Atmospheric Administration. https://www.nhc.noaa.gov/data/tcr/AL092014_Hanna.pdf
- ^ "NOAA Predicts Near-Normal or Below-Normal 2014 Atlantic Hurricane Season | Department of Commerce". 2010-2014.commerce.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ a b c d e Phillip J. Klotzbach; William M. Gray (10 April 2014). Extended Range Forecast of Atlantic Seasonal Hurricane Activity and Landfall Strike Probability for 2014. Colorado State University. Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ National Hurricane Center. Tropical Cyclone Report: Hurricane Arthur (AL012014). National Oceanic and Atmospheric Administration, 20 April 2015, https://www.nhc.noaa.gov/data/tcr/AL012014_Arthur.pdf
- ^ "2014 Hurricane Season in Review: Eight Things We'll Remember | The Weather Channel". weather.com (dalam bahasa American English). 2015-11-05. Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ a b c "Background Information: The North Atlantic Hurricane Season". Climate Prediction Center. National Oceanic and Atmospheric Administration. August 9, 2012. Diakses tanggal December 13, 2013.
- ^ a b "North Atlantic Ocean Historical Tropical Cyclone Statistics". Fort Collins, Colorado: Colorado State University. Diakses tanggal July 19, 2023.
- ^ Mark Saunders; Adam Lea (12 Desember 2013). Extended Range Forecast for Atlantic Hurricane Activity in 2014. University College London. Tropical Storm Risk. Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ Jon Erdman (March 24, 2014). "2014 Hurricane Season Outlook: Another Quiet Season Possible for Atlantic". Weather Services International. The Weather Channel. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-25. Diakses tanggal March 24, 2014.
- ^ a b August Forecast Update for Atlantic Hurricane Activity in 2014. Tropical Storm Risk. 5 Agustus 2014. Diakses tanggal 2026-01-04
- ^ Lian Xie (April 16, 2014). "Expect Relatively Quiet Hurricane Season, NC State Researchers Say". North Carolina State University. Diakses tanggal April 16, 2014.
- ^ North Atlantic Tropical Storm Seasonal Forecast 2014 (Report). Exeter, England. May 16, 2014. Diakses tanggal May 22, 2014.
- ^ NOAA predicts near-normal or below-normal 2014 Atlantic hurricane season. National Oceanic and Atmospheric Administration (Report). National Oceanic and Atmospheric Administration. May 22, 2014. Diarsipkan dari asli tanggal May 22, 2014. Diakses tanggal September 29, 2021.
- ^ "FSU COAPS Atlantic Hurricane Season Forecast". Florida State University Center for Ocean-Atmospheric Prediction Studies. Florida State University. May 22, 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 25, 2014. Diakses tanggal May 29, 2014.
- ^ a b "Forecast of Atlantic Seasonal Hurricane Activity and Strike Probability for 2014" (PDF). Colorado State University. July 31, 2014. Diakses tanggal August 18, 2014.
- ^ a b "August Forecast Update for Atlantic Hurricane Activity in 2014" (PDF). Tropical Storm Risk. August 5, 2014. Diakses tanggal July 26, 2015.
- ^ a b "NOAA's updated Atlantic hurricane season outlook calls for an increased chance". National Oceanic and Atmospheric Administration. August 7, 2014. Diarsipkan dari asli tanggal August 7, 2014. Diakses tanggal September 29, 2021.
- ^ "HURDAT Re-analysis Original vs. Revised HURDAT". www.aoml.noaa.gov. Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ "2014 Hurricane Season Outlook: Another Quiet Season Possible for Atlantic - weather.com Hurricane Season Forecast". The Weather Channel. 2014-03-24. Diakses tanggal 2025-11-23.
- ^ "North Atlantic tropical storm seasonal forecast 2014". Met Office (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-23.
- ^ "NOAA predicts near-normal or below-normal 2014 Atlantic hurricane season". www.noaanews.noaa.gov. Diakses tanggal 2025-11-23.
- ^ "FSU COAPS Atlantic Hurricane Season Forecast - Discontinued - COAPS". www.coaps.fsu.edu. Diakses tanggal 2025-11-23.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


