Museum Wayang Beber Sekartaji

Infotaula de geografia políticaMuseum Wayang Beber Sekartaji
museum Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 7°55′29.22348″S 110°18′29.63444″E / 7.9247843000°S 110.3082317889°E / -7.9247843000; 110.3082317889 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaYogyakarta
KabupatenBantul
KecamatanBambanglipuro
DesaSumbermulyo Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata


Museum Wayang Beber Sekartaji (bahasa Jawa: ꦩꦸꦱꦺꦪꦸꦩ꧀ꦮꦪꦁꦧꦺꦧꦺꦂꦱꦼꦏꦂꦠꦗꦶ) berlokasi di Kanutan, Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul. Museum ini didirikan pada tanggal 1 Oktober 2017 dan merupakan museum pertama di Indonesia yang berfokus pada Wayang beber. Koleksi dari museum wayang beber sekartaji antaralain lukisan wayang beber kuno, arca, lontar, naskah, prasasti, fosil dan barang-barang kuno lainnya.[1]

Pengembangan Daluwang

Museum wayang beber sekartaji memiliki ruangan pameran yang khusus berisi koleksi barang yang terbuat dari daluwang/dluang. Daluwang/dluang terbuat dari kulit pohon Saeh (Broussonetia papyrifera) yang juga ditanam di belakang gedung museum wayang beber sekartaji. Koleksi barangnya antaralain berupa tas kantong, kemeja, dan lukisan dari hasil karya anak-anak yang berkunjung.[2]

Pohon daluwang memiliki ciri khas daun yang lebar dan batang yang kuat. Proses pengolahan daluang diambil dari kulit pohonnya yang kemudian direndam, lalu dikeringkan sehingga akan menghasilkan kertas yang memiliki tekstur kasar tetapi dengan daya tahan tinggi, serta elastis. Hal tersebut yang membedakan kertas daluwang berbeda dengan kertas yang berasal dari pohon pada umumnya, oleh karena itu kertas tersebut cocok dijadikan sebagai bahan kerajinan seperti lukisan, kemeja, dan seni kriya lainnya.[2]

Sanggar Bhuana Alit

Museum wayang beber sekartaji memiliki Sanggar Seni Budaya Bhuana Alit yang membantu anak-anak untuk mengenal budaya Nusantara khususnya budaya Jawa dan berbagai program untuk melestarikan seni serta tradisi Indonesia.

Beberapa kesenian yang terdapat di museum wayang beber sekartaji antaralain seni tari tradisional, gamelan, kerajinan tangan, dan pewayangan.

Bangunan

Museum wayang beber sekartaji memiliki tiga ruang inti yang terdiri dari: 1. Ruang Sabda (pagelaran) yang berfungsi sebagai tempat pagelaran atau tempat dilangsungkannya acara-acara kesenian seperti pementasan wayang beber bersama sanggar bhuana alit. 2. Ruang Palon (penyimpanan) yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan koleksi wayang beber. 3. Ruang Serat (naskah kuno) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan manuskrip, naskah, lontar, dan koleksi buku-buku yang dimiliki oleh museum wayang beber sekartaji.[3]

Terdapat ruangan lain yang dipergunakan untuk pembuatan kertas kuno daluwang, menggambar wayang beber, dan edukasi aksara jawa.

Jadwal kunjung

Museum wayang beber sekartaji memiliki jadwal kunjung sebagai berikut:

  • Selasa 08.00 sampai dengan 16.00 WIB
  • Rabu 08.00 sampai dengan 16.00 WIB
  • Kamis 08.00 sampai dengan 16.00 WIB
  • Jumat 08.00 sampai dengan 15.00 WIB
  • Sabtu 08.00 sampai dengan 16.00 WIB
  • Minggu 08.00 sampai dengan 16.00 WIB
  • Senin - Libur

Referensi

  1. ^ "Museum di Bantul". www.museumdibantul.com. Diakses tanggal 2025-02-22.5.
  2. ^ a b Bambanglipuro, KKN UGM Unit (2024-07-16). "Menggali Kekayaan Tradisi Nusantara melalui Museum Wayang Beber Sekartaji". Good News from Indonesia. Diakses tanggal 2025-02-22.
  3. ^ "MUSEUM WAYANG BEBER SEKARTAJI – Rangga Warsita". Diakses tanggal 2025-02-22.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement