Museum Timah Indonesia – Pangkalpinang

Halaman depan Museum Timah Indonesia—Pangkalpinang
Suasana Bangunan Museum Timah

Museum Timah Indonesia – Pangkalpinang adalah museum khusus yang menjadi pusat informasi mengenai sejarah pertambangan timah di Bangka Belitung.[1][2][3] Pendirian gedung museum dilakukan pada tahun 1958.[4][2] Sedangkan peresmian Museum Timah Indonesia – Pangkalpinang baru diadakan pada tanggal 2 Agustus 1997.[3][2] Pada mulanya, museum ini hanya mengoleksi alat tambang tradisional yang berasal dari masa penjajahan Belanda. Alat-alat ini ditemukan pada saat kegiatan pertambangan selama periode tahun 1950-an. Perombakan gedung diadakan pada tahun 2010 dengan mengubah tata letak dan desain museum yang berfokus kepada pertambangan. Kepemilikan sekaligus pengelolaannya menjadi hak PT. Timah Tbk. Gedung museum merupakan bekas rumah dinas Hooftdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW). Museum ini beralamat di Jalan Ahmad Yani Nomor 179.[5] Sebelum perjanjian Roem-Royen terjadi, gedung museum ini merupakan tempat perundingan antara perwakilan Indonesia, utusan Komisi Tiga Negara (KTN) dan utusan pemerintah Hindia Belanda. Setelah masa kemerdekaan Indonesia, rumah ini kemudian digunakan sebagai Museum Wisma Budaya. Selanjutnya, Museum Wisma Budaya diubah menjadi Museum Timah Indonesia – Pangkalpinang pada tahun 1997. Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM. /PW.007/ MKP/2010, gedung museum dijadikan sebagai cagar budaya Pangkalpinang. Surat keputusan ini dikeluarkan tanggal 8 Januari 2010 dan dilindungi oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.[2]

Monumen monumen yang ada di museum timah

Koleksi

Museum Timah Indonesia ada sekitar 500 lebih koleksi seperti alat penambangan[6][7] timah, bebatuan, peralatan penggalian, mangkuk kapal keruk, peralatan penggalian, balok timah dan berbagai miniatur,[7] seperti miniatur kapal penambangan timah, bor tambang peninggalan Belanda, lokomotif klasik, diorama, relief sejarah pertambangan timah dan lainnya.[8]

Referensi

  1. ^ Wahyono, Deni. "Melihat 2 Museum Timah Babel, Saksi Sejarah Pertambangan di Indonesia". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-05-26.
  2. ^ a b c d Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 156. ISBN 978-979-8250-66-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b "Timah Bangka Belitung". timah.ubb.ac.id. Diakses tanggal 2025-05-26.
  4. ^ Dahnur, Heru; Prasetya, Anggara Wikan (2024-02-03). "Sejarah, Isi, dan Jam Buka Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-05-26.
  5. ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Gerunggang". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2025-06-01.
  6. ^ "Museum Timah Pangkalpinang: Jejak Sejarah dan Potensi Wisata Modern". kumparan. Diakses tanggal 2025-05-26.
  7. ^ a b rel/pas, Babelpos. "Menelusuri Sejarah Timah di Museum Timah Indonesia Pangkalpinang". babelpos.co. Diakses tanggal 2025-05-26.
  8. ^ Aprionis. Agustian, Bima (ed.). "12.835 pelajar kunjungi Museum Timah Indonesia". ANTARA News Bangka Belitung. Diakses tanggal 2025-05-26.

Lihat juga

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement