Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah

Infotaula de geografia políticaMuseum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
museum Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 0°55′46.35887″N 104°26′38.31522″E / 0.9295441306°N 104.4439764500°E / 0.9295441306; 104.4439764500 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaKepulauan Riau
Kota di IndonesiaTanjungpinang
KecamatanTanjung Pinang Barat
KelurahanKemboja Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Sejarah
Pembuatan31 Januari 2009 Suntingan nilai di Wikidata
Informasi tambahan
Kode pos29111 Suntingan nilai di Wikidata
Zona waktu
Lain-lain

Situs webLaman resmi
Instagram: museumtanjungpinang Modifica els identificadors a Wikidata


Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah adalah sebuah museum yang terletak di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia. Museum ini diresmikan pada 31 Januari 2009 oleh Wali Kota Tanjungpinang Suryatati Abdul Manan.[1] Museum ini berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.[2] Pendirian museum bertujuan melestarikan sejarah dan warisan budaya Kota Tanjungpinang serta masa pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.[3][4]

Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah berlokasi di Jalan Ketapang Nomor 2, Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang.[2]

Sejarah

Hollandsch-Inlandsche School di Jawa.

Gedung museum sebelumnya merupakan sekolah tingkat dasar pertama di Tanjungpinang bernama nama Holland Irlandsch School (HIS). Gedung ini didirikan pada masa penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan Jepang, nama sekolahnya diubah menjadi Futsuko Gakka I (Sekolah Rendah I). Gedung museum masih digunakan sebagai sekolah setelah kemerdekaan Indonesia. Namanya diubah menjadi Sekolah Rakyat (SR).[5]

Koleksi

Koleksi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah terdiri atas beragam benda bersejarah yang mencerminkan perjalanan budaya, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat di wilayah Tanjungpinang dan Kepulauan Riau. Hingga tahun 2022, museum ini tercatat memiliki sebanyak 2.613 koleksi,[6] yang berasal dari berbagai sumber sejarah, meliputi perhiasan, senjata, peralatan rumah tangga, keramik, kendi, piring, guci, artefak, miniatur, foto-foto, catatan dan naskah kuno, karya seni lukis dan seni grafis, koin, cap atau stempel, serta benda-benda hasil temuan prasejarah dan neolitikum seperti kapak genggam, kapak batu, dan beliung persegi berbahan andesit.

Koleksi tersebut diklasifikasikan ke dalam delapan kategori, yaitu etnografi, keramologi, teknologi, historika, seni rupa (dua dan tiga dimensi), filologika, arkeologika, serta numismatika dan heraldika. Setiap ruangan di museum menampilkan tema dan penjelasan tersendiri, antara lain Ruang Tanjungpinang Kota Bermula, Ruang Khazanah Arsip, Ruang Khazanah Budaya, Ruang Budaya Bahari Keramik, dan Ruang Alam Perkawinan Melayu. Sebagian koleksi masih belum seluruhnya ditampilkan karena keterbatasan ruang pamer.

Salah satu koleksi penting di museum ini adalah duplikat cogan Kerajaan Johor–Riau–Lingga dan Kerajaan Pahang, yang merupakan alat kebesaran kerajaan (regalia). Cogan tersebut dibuat dari perpaduan emas dan perak, bertahtakan permata mirah, dengan bagian utama berupa lempengan emas berbentuk daun sirih yang berinskripsi aksara Arab Melayu. Duplikat ini dibuat berdasarkan bentuk aslinya, sementara cogan asli kini menjadi bagian dari koleksi Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Selain Cogan, museum juga menyimpan berbagai artefak dan dokumen administrasi pemerintahan, alat persenjataan, serta foto-foto peninggalan masa Kerajaan Riau-Lingga, yang berasal dari sekitar abad ke-19. Koleksi tersebut diperoleh melalui hibah masyarakat dan hasil penelitian arkeologi, menjadikan museum ini sebagai pusat dokumentasi penting bagi sejarah dan budaya Kepulauan Riau.

Kunjungan

Museum ini dapat dikunjungi setiap hari Selasa hingga hari Minggu. Jam kunjungan dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. Pada hari Senin dan hari libur nasional, museum tidak dibuka.[7]

Referensi

  1. ^ Anugraha, Aji (2018-01-27). "Menilik museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah". Antara News Kepri. Diakses tanggal 2025-01-29.
  2. ^ a b Aditya (2023-08-19). "Menyelami Warisan Sejarah Tanjungpinang di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah". batamnews.co.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-01-28. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ "Museum Kota Tanjungpinang Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Tanjung Pinang Barat". museum.co.id. Diakses tanggal 2025-05-23.
  4. ^ "Menanamkan Nilai Budaya dan Sejarah Melayu: Siswa PKL SMK Negeri 1 Gunung Kijang Kunjungi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Bersama UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau". UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. 22 Oktober 2025. Diakses tanggal 27 Oktober 2025.
  5. ^ Syafara, Zuhdy (2023-01-31). "Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Miliki 2.613 Koleksi Benda Bersejarah". Tanjungpinangkota.go.id. Diakses tanggal 2025-01-28.
  6. ^ Tunggul (2023-02-02). "Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Miliki 2.613 Koleksi Benda Bersejarah". Kepri. Diakses tanggal 2025-01-28.
  7. ^ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 106. ISBN 978-979-8250-66-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lihat pula

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement