Museum Sanggar Apapuhang
| Didirikan | 16 Desember 2022 |
|---|---|
| Lokasi | Desa Wisata Lenganeng, Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara[1] |
| Jenis | Museum khusus |
Museum Sanggar Apapuhang adalah sebuah museum yang terletak di Desa Lenganeng, Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Museum ini sebelumnya berfungsi sebagai sanggar seni dan budaya lalu bertransformasi menjadi museum untuk menyimpan dan melestarikan warisan budaya suku Sangihe.[2]
Didirikan pertama kali pada tahun 2010 dan diresmikan kembali pada Desember 2022, museum ini menyimpan koleksi duplikat benda budaya Sangihe yang kaya, serta menjadi pusat edukasi dan apresiasi terhadap sejarah dan tradisi lokal.[2]
Sejarah dan koleksi

Didirikan pada tahun 2010, Museum Sanggar Apapuhang awalnya berfungsi sebagai ruang penyimpanan duplikat benda budaya Sangihe, baik dalam bentuk miniatur, replika, maupun manuskrip bersejarah. Koleksi yang tersedia mencerminkan kekayaan budaya daerah dan menjadi sumber edukasi bagi masyarakat yang ingin memahami sejarah serta tradisi lokal.[2]
Nama sanggar seni Apapuhang diambil dari cerita legenda manusia pertama atau suku pertama yang hidup di Kepulauan Sangihe. Menurut cerita masyarakat setempat, Apapuhang digambarkan sebagai manusia bertubuh kerdil, dan menurut kepercayaan lokal, kerajaan mereka hanya dapat diakses melalui jalur belakang air terjun di desa Lenganeng, yang dianggap sebagai pintu gerbang menuju kerajaan Apapuhang.[3]
Pembangunan dan renovasi
Dalam upaya menjaga kelestarian benda-benda budaya yang tersimpan, keluarga Walukow Bawele mengambil inisiatif untuk membangun gedung yang lebih representatif. Peletakan batu pertama dilakukan pada 3 Maret 2022 di kediaman keluarga tersebut, sebagai langkah awal pengembangan fasilitas yang lebih modern. Renovasi gedung lama bertujuan untuk meningkatkan daya tahan koleksi serta memberikan akses yang lebih baik bagi pengunjung.[2]
Peresmian museum
Museum Sanggar Apapuhang resmi menjadi museum pertama di Sangihe setelah diresmikan oleh Penjabat Bupati Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan, pada 16 Desember 2022. Peresmian ini menandai pencapaian penting dalam upaya pelestarian budaya daerah. Dengan koleksi yang mencakup peninggalan sejarah, kebudayaan, dan karya seni lokal, museum ini kini menjadi pusat edukasi serta apresiasi terhadap warisan budaya masyarakat Sangihe.[4]
Sejak diresmikan, Museum Sanggar Apapuhang telah menarik perhatian masyarakat yang antusias untuk melihat beragam koleksi yang dipamerkan. Keberadaan museum ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi komunitas yang peduli terhadap pelestarian budaya, sekaligus memperkuat identitas daerah dalam menjaga nilai-nilai tradisional.[4]
Referensi
- ^ "Produk Wisata Museum Sanggar Apapuhang". jadesta.kemenparekraf.go.id. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-06-18.
- ^ a b c d Bawole, Jay (2022-03-03). "Museum Kebudayaan Sanggar Apapuhang Sangihe di Bangun kembali". kabarok.com. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ Rompas, Audro Chrustofel (2017). "PENGEMBANGAN POTENSI DESA SEBAGAI TUJUAN EKOWISATA DI DESA LENGANENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE". Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. ;
- ^ a b Choirina, Ariska Nur (2022-12-17). "Museum Pertama di Sangihe Akhirnya Diresmikan, Simpan Koleksi Sejarah, Budaya dan Karya Seni Lokal". Tribun Video. Diakses tanggal 2025-06-17.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




