Museum Mandala Bhakti
Museum Mandala Bhakti | |
| Didirikan | 1985 |
|---|---|
| Lokasi | Jalan Soegijapranata No. 1 Semarang Jawa Tengah, Indonesia |
| Jenis | Museum Militer / Museum Sejarah |
Museum Mandala Bhakti (bahasa Jawa: ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀ꦩꦤ꧀ꦢꦭꦨꦏ꧀ꦠꦶ, translit. Musiyum Mandala Bhakti) adalah sebuah museum bertema perjuangan yang berlokasi di Kota Semarang.[1] Alamat Museum Mandala Bhakti di Jalan Sugiyopranoto No. 2.[2] Museum Mandala Bhakti terletak dalam kawasan sekitar Tugu Muda.[3]
Bangunan museum dirancang oleh arsitek Belanda I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen pada awalnya digunakan untuk Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Bangunan ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1906. Tahun 1950-an bangunan ini digunakan oleh Kodam IV/Diponegoro[4] sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II. Dan pada tahun 1985 resmi digunakan untuk museum yang menyimpan koleksi tentang data, dokumentasi, dan persenjataan TNI baik yang tradisional maupun modern.
Seluruh koleksi yang tersimpan dalam museum, merupakan bukti fisik dan faktual sejarah perjalanan Kodam tersebut. Di depan museum Mandala Bhakti diletakan senjata berat 25 PDR field gun yang kondisinya masih baik. Salah satu koleksi yang bernilai sejarah tinggi ialah pistol kuno jenis Luger dan machine gun Browning. Senjata ini diyakini digunakan dalam pertempuran lima hari di Semarang. Museum ini juga memiliki koleksi yang menakjubkan artefak militer Indonesia dan foto-foto dari pahlawan Indonesia.
Museum Mandala Bhakti memiliki dua lantai dengan orientasi bangunan menghadap ke arah Utara. Pondasinya terbuat dari batu dengan dinding dari bata berplester. Atapnya berbentuk limasan dengan penutup dari genteng. Terdapat serambi pada sepanjang sisi depan bangunan, baik pada lantai pertama maupun lantai kedua.
Waktu kunjungan
Museum Mandala Bhakti dibuka untuk umum tiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 08.00–15.00 zona waktu setempat.[5] Sementara pada hari Sabtu, Museum Mandala Bhakti dibuka pada pukul 08.00–12.30 zona waktu setempat.[6]
Referensi
- ^ Prianti, D. D., Suyadnya, I. W., dan Nihru, S. S. H. (ed.). Mengakurasi Masa Lalu, Mengintip Masa Depan: Representasi, Memori Kolektif, dan Praktik Museum Masa Kini di Indonesia. Malang: Universitas Brawijaya Press. hlm. 11. ISBN 978-623-296-808-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Direktorat Museum (2008). Monografi Museum Indonesia se-Jawa dan Bali (PDF). Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. hlm. 9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Andrias Eko Susanto, dkk. (2024). Setyowati, C. E., dan Murwaningsih, V. M. (ed.). Bertahan di Tengah Arus Zaman: 90 Tahun SD PL Bernardus. Sleman: Penerbit PT Kanisius. hlm. 89. ISBN 978-979-21-8173-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Semarang Selatan". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 30 Mei 2025. ;
- ^ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 461. ISBN 978-979-8250-66-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Backshall, S., dkk. (2003). The Rough Guide of Indonesia (dalam bahasa Inggris). Rough Guides. hlm. 256. ISBN 978-1-858-2899-1-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




