Museum Dapur Roekijah Jawa

Museum Dapur Roekijah Jawa
Didirikan27 Agustus 2012
LokasiDesa Wisata budaya Maospati,Jalan Raya 44 Maospati Magetan, Jawa Timur
JenisMuseum khusus

Museum Dapur Roekijah Jawa adalah museum yang mengoleksi berbagai peralatan dapur tradisional dengan keragaman bentuk dan fungsi. Museum ini berlokasi di Desa Wisata budaya Maospati, Jalan Raya 44 Maospati, Magetan, Jawa Timur.[1][2][3]

Sejarah

Museum Dapur Roekijah didirikan oleh Heri Ristiawanto sebagai respons terhadap kekhawatirannya akan punahnya peralatan memasak tradisional warisan leluhur. Dikelola secara swadaya, museum ini bertujuan melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan jati diri masyarakat Jawa kepada generasi muda melalui peralatan dapur kuno. Nama "Roekijah" diambil dari mantan istri seorang lurah pada dekade 1970-an yang dikenal sebagai penyimpan berbagai alat dapur klasik di kediamannya. Museum Dapur Roekijah secara resmi didirikan berdasarkan Akta Nomor 073 tertanggal 27 Agustus 2012. Menariknya, sebelum peresmiannya secara hukum, museum ini telah menarik perhatian wisatawan mancanegara, termasuk pengunjung asal Swiss dan Jerman, khususnya dari rombongan Berge und Meer Germany. Fakta ini mencerminkan daya tarik awal museum sebagai destinasi budaya alternatif berbasis pelestarian warisan domestik.[1][2][3] Dalam konteks budaya material, peralatan dapur tradisional Nusantara menunjukkan tingkat kompleksitas tinggi jika dibandingkan dengan bangsa lain, dengan beragam bentuk dan fungsi yang merefleksikan kearifan lokal. Menurut pendiri Museum Dapur, dapur merupakan ruang edukatif penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya leluhur kepada generasi muda, khususnya di tengah penetrasi alat modern yang masif.[2]

Isi museum

Koleksi museum mencakup berbagai peralatan dapur tradisional dengan keragaman bentuk dan fungsi, termasuk "siwur"(alat dari batok kelapa yang digunakan untuk menimba air) serta wadah minum unik dari labu kering yang berasal dari Jawa Barat dan diperkirakan dibuat pada era 1950-an. Koleksi lainnya adalah bakul dari bahan rotan dan bambu tahun 1936, kukuran (alat mengupas kelapa) tahun 1947, lumping kayu tahun 1945 dan nampan kayu tahun 1942, dan salah satu koleksi menarik lainnya adalah batu "Binatu" yang konon digunakan untuk menyetrika pakaian para akuwu (kepala desa) yang terbuat dari kulit kayu. Batu ini memiliki nilai historis karena dikaitkan dengan cikal bakal pendirian sebuah desa di Tasikmalaya, Jawa Barat. Jumlah koleksi museum ini adalah 280 buah.[1][2][3]

Referensi

  1. ^ a b c "Provinsi Jawa Timur". asosiasimuseumindonesia.org. Diakses tanggal 2025-06-20.
  2. ^ a b c d "Museum Dapoer Roekijah Djawa » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-06-20.
  3. ^ a b c openmadiun (2013-06-04). "Museum Dapur Roekijah Jawa Kenalkan Jatidiri Jawa Lewat Dapur". OpenMadiun Communicate. Diakses tanggal 2025-06-20.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement