Muhammad Arifin bin Badri
| Muhammad Arifin | |
|---|---|
Muhammad Arifin | |
| Lahir | 5 Agustus 1975 Semarang, Jawa Tengah |
| Almamater | Universitas Islam Madinah (Lc.) (M.A.) (Dr.) |
| Pekerjaan | ustaz, pendakwah, dosen |
| Gerakan politik | Salafiah |
| Orang tua |
|
Muhammad Arifin bin Badri (Semarang, 5 Agustus 1975) adalah seorang pendakwah,[1] yang menjabat sebagai anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad sejak 2017,[2] serta menjadi ketua STDI Imam Syafi'i Jember[3] sejak 2013.[4]
Kehidupan
Pada September 2012, TvOne menyiarkan berita penangkapan terduga teroris bernama Baderi, lengkap dengan ilustrasi foto yang bersangkutan. Ternyata TvOne melakukan hal fatal, foto yang ditayangkan bukannya foto teroris yang dimaksud, tapi foto seorang dosen Sekolah Tinggi Agama Islam di Jember, bernama lengkap Muhammad Arifin Badri. Badri yang satu ini bukan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Polri. Kesalahan penayangan foto ini fatal dan merugikan Muhammad Arifin Badri. Badri yang dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam di Jember, juga mengajar di sebuah Sekolah Tinggi Agama Islam di Surabaya dan Universitas Muhammadiyah Surakarta, ternyata malahan bertolak belakang aktivitasnya dibanding seorang teroris. Alih-alih berbuat yang merugikan masyarakat, dosen ini justru menganjurkan hal sebaliknya, ia mengingatkan terorisme yang mengatasnamakan Islam itu tidak benar, ada kesenjangan memahami Quran dan Hadis pada sekelompok masyarakat kita, demikian pendapat Badri.[1]
Akhirnya TvOne mengklarifikasi atas kesalahan pemasangan foto terduga teroris yang benar adalah bernama Baderi Hartono. Dalam tayangan Kabar Petang selanjutnya pada 26 September 2012, TvOne mewawancarai Muhammad Arifin Badri untuk mengusut akar terorisme yang berkembang di Indonesia, sekaligus permintaan maaf TvOne terkait kesalahan pemasangan foto Ustaz Muhammad Arifin Baderi pada terduga teroris Baderi.[5] KPI juga menanggapi kesalahan ini bahwa pengaduan masyarakat atas tayangan jurnalistik di televisi ini harus menjadi bahan introspeksi bagi lembaga penyiaran.[6]
Pendidikan
Arifin bin Badri pernah belajar di Pesantren Islam Al Irsyad Salatiga Jawa Tengah tahun 1995. Tahun 1999 ia melanjutkan studi S1 Fakultas Syariah di Universitas Islam Madinah, S2 pada 2004, dan S3 pada 2010.[7]
Kegiatan
Arifin menjadi ketua (rektor) Sekolah Tinggi Dirosat Islam Imam Syafii Jember selama 3 periode yaitu 2013-2025. Iapun dilantik kembali menjadi ketua STDI Imam Syafii Jember periode 2025-2029.[4]
Ia menjadi pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), pengasuh milis Syariah PM-Fatwa, majalah Pengusaha Muslim, website PengusahaMuslim.com.[8]
Pada November 2023, ia berkunjung ke fakultas hadis Universitas Islam Madinah dalam rangka mengkaji capaian penelitian akademik fakultas hadis beserta program keilmuannya.[9]
Fatwa
Kritik metode PAZ Al-Kasaw
Arifin Badri mengkritik bahwa metode PAZ Al-Kasaw terlalu berlebihan jika diklaim terinspirasi dari Al-Quran.[10] Arifin menyatakan bila tidak menunjukkan dalil-dalilnya, lebih bijak diperkecil klaimnya dengan menyatakan: Ini metode pengobatan hasil kreasi sendiri. Dengan cara ini, maka lebih gentle. Adapun efektif atau tidaknya suatu metode mengobatan, biarkan dinas kesehatan atau para tenaga medis yang berurusan.[11]
Manajemen PAZ Al Kasaw Pusat memang mengakui masih rawan dengan penyikapan yang berlebihan tentang hubungan ayat dengan metode PAZ oleh sebagian Paztrooper, seakan mempraktikkan PAZ adalah mempraktikkan ayat, atau mensakralkan suatu metode pengobatan yang terinspirasi dari al-Qur’an dan sikap atau keyakinan semisal. Sebagai langkah awal menindaklanjuti masukan-masukan tersebut, di antaranya mereka mengubah modul pelatihan sehingga tidak lagi mengkaitkan metode PAZ dengan ayat-ayat al-Qur’an. Dan untuk perbaikan-perbaikan yang lain secara bertahap tetap diusahakan. Pihak PAZ Al-Kasaw berterima kasih atas para ustaz dan pihak-pihak yang telah memberikan saran dan masukan.[12]
Lihat pula
- Yazid bin Abdul Qadir Jawas
- Abdul Hakim bin Amir Abdat
- Badrusalam
- Firanda Andirja
- Khalid Basalamah
- Syafiq Riza Basalamah
- Subhan Bawazier
- Ammi Nur Baits
Referensi
- ^ a b Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam (2012-09-26), Mengusut Akar Terorisme - Dr. Muhammad Arifin Badri - TV One (26-09-2012) | Yufid.TV, diakses tanggal 2025-11-14
- ^ "Profil Dewan Fatwa". Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Diakses tanggal 2025-11-14.
- ^ Tim Media dan IT PIAT 6 (2020-01-13). "Kunjungan Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA". PIAT 6. Diakses tanggal 2025-11-14. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ a b "Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A Kembali Terpilih Sebagai Ketua STDI Imam Syafi'i Jember Periode 2025–2029". Moslemtoday.com News Channel. 2025-11-17. Diakses tanggal 2025-11-20.
- ^ "Mengusut Akar Terorisme – Kabar Petang TV ONE | Yufid TV | Download Video Gratis - Ceramah Agama Islam". 2012-09-27. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ^ "Marak Aduan, Program Jurnalistik di TV Harus Tingkatkan Profesionalitas". Komisi Penyiaran Indonesia Pusat. 2012. Diakses tanggal 16-11-2025.
- ^ "Biografi Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri, M.A". kajianlive.my.id. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ^ "Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A, Author at Muslim.or.id". Muslim.or.id. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ^ "استقبلت #كلية_الحديث_الشريف_والدراسات_الإسلامية صباح اليوم الأربعاء فضيلة الدكتور: محمد عارفين بدري". X كلية الحديث الشريف (dalam bahasa Arab). 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 22-11-2025. ;
- ^ Abdul Gani, Irfan (2023-01-19). "PAZ Al Kasaw Tak Akan Kaitkan Lagi Metodenya dengan Qur'an dan Hadist". Diarsipkan dari asli tanggal 30-09-2023. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ^ Abdul Gani, Irfan (2023-01-19). "PAZ Al Kasaw Tak Akan Kaitkan Lagi Metodenya dengan Qur'an dan Hadist". Diarsipkan dari asli tanggal 30-09-2023. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ^ Abdul Gani, Irfan (2023-01-19). "PAZ Al Kasaw Tak Akan Kaitkan Lagi Metodenya dengan Qur'an dan Hadist". Diarsipkan dari asli tanggal 30-09-2023. Diakses tanggal 2025-11-16.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


