Monster (film 2023)
| Monster | |
|---|---|
Poster rilis teatrikal | |
| Nama lain | |
| Kanji | 怪物 |
| Hepburn Sederhana | Kaibutsu |
| Sutradara | Hirokazu Kore-eda |
| Skenario | Yuji Sakamoto |
| Pemeran | |
| Penata musik | Ryuichi Sakamoto |
| Sinematografer | Ryuto Kondo[1] |
| Penyunting | Hirokazu Kore-eda |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 125 menit[2] |
| Negara | Jepang |
| Bahasa | Jepang |
Pendapatan kotor | US$20,7 juta[3] |
Monster (Jepang: 怪物, Kaibutsu) adalah sebuah film drama Jepang yang disutradarai oleh Hirokazu Kore-eda dari skenario yang ditulis Yuji Sakamoto.[4] Dibintangi Sakura Ando sebagai seorang ibu yang berhadapan dengan guru setelah dia menyadari perubahan perilaku putranya.[5] Film ini menandai pertama kalinya Kore-eda menyutradarai film yang tidak ia tulis sendiri sejak Maborosi (1995).[6] Ini adalah proyek musik terakhir Ryuichi Sakamoto (tidak ada hubungannya dengan Yuji Sakamoto), yang meninggal dua bulan sebelum perilisannya; film ini didedikasikan untuk mengenangnya.[7]
Monster ditayangkan perdana di Festival Film Cannes ke-76 pada tanggal 17 Mei 2023, turut berkompetisi untuk Palme d'Or dan dianugerahi Queer Palm serta Best Screenplay. Film ini dirilis di Jepang pada 2 Juni 2023. Film ini menerima pujian kritis yang luas dengan pujian khusus untuk skenario, penyutradaraan, akting, penyuntingan, dan musiknya, serta muncul dalam banyak daftar sepuluh besar "terbaik tahun ini".
Sinopsis
Saori Mugino adalah seorang ibu tunggal yang membesarkan putranya yang duduk di kelas lima, Minato. Minato mulai menunjukkan perilaku aneh seperti memotong rambutnya sendiri dan pulang ke rumah hanya dengan satu sepatu. Suatu malam, Minato tidak pulang sama sekali, dan setelah mencari ke berbagai tempat, Saori menemukannya di sebuah terowongan kereta yang terbengkalai. Saori mulai curiga bahwa guru putranya, Tuan Hori, telah menyakitinya dan ia pun mengonfrontasi pihak sekolah. Namun, para staf memperlakukannya dengan dingin, hingga akhirnya Hori memberikan permintaan maaf yang tidak tulus. Ketika ia menghadapi Hori secara langsung, Hori menegaskan bahwa sebenarnya Minato yang telah merundung murid lain bernama Yori. Saori kemudian mengunjungi rumah Yori dan mendapati bahwa meskipun Yori juga menunjukkan perilaku aneh, ia tampak menyayangi dan peduli pada Minato. Hori akhirnya dipecat dari sekolah, tetapi beberapa hari kemudian ia kembali dan Minato terjatuh dari tangga saat mencoba melarikan diri darinya. Suatu malam ketika hujan deras, Hori datang ke rumah Saori dan Minato, tetapi Saori mendapati bahwa Minato telah menghilang.
Kilas balik memperlihatkan awal cerita dari sudut pandang Hori. Ia melihat Minato menunjukkan perilaku mengganggu, seperti melempar barang-barang milik siswa lain di kelas dan tampaknya mengurung Yori di toilet sekolah. Hori juga sempat mengunjungi rumah Yori, dan menemukan bahwa ayahnya, Kiyotaka, adalah seorang pecandu alkohol yang kasar. Ketika Saori mulai bertanya-tanya tentang putranya, pihak sekolah menekan Hori untuk membiarkan mereka yang menangani agar reputasi sekolah tidak tercoreng, hingga akhirnya ia dipaksa mengundurkan diri. Setelah dihujani wartawan dan ditinggalkan pacarnya, Hori kembali ke sekolah untuk menghadapi Minato, dan sempat mempertimbangkan untuk melompat dari atap sekolah setelah Minato jatuh dari tangga. Saat hujan badai, Hori menemukan pola pada pekerjaan rumah lama Yori yang tampaknya membentuk nama Minato. Menyadari bahwa kedua anak laki-laki itu sebenarnya saling jatuh cinta, Hori bergegas ke rumah keluarga Mugino untuk meminta maaf dan meyakinkan Minato bahwa tidak ada yang salah dengannya. Ketika Saori mengatakan bahwa Minato hilang, mereka pergi ke terowongan kereta untuk mencarinya. Mereka menemukan sebuah gerbong tua yang hampir tertimbun lumpur, tetapi hanya menemukan ponco milik Minato di dalamnya.
Kilas balik terakhir dimulai dari sudut pandang Minato. Yori kerap diganggu oleh anak-anak lain karena perilakunya yang asosial dan tampak feminin. Yori bermain dengan rambut Minato, yang kemudian dipotong Minato secara impulsif. Mereka berdua semakin dekat, tetapi Minato bersikap keras kepada Yori saat ada para perundung lain. Hori salah paham dengan perilaku Minato dan mengira ia sedang merundung Yori. Saat hubungan mereka makin erat, Minato merasa gelisah karena perasaannya menjadi romantis dan ia merasa bukan anak yang layak bagi mendiang ayahnya. Suatu malam, ketika ia pergi ke rumah Yori, Yori dan Kiyotaka mengatakan bahwa Yori telah “sembuh”, meskipun Yori segera menarik ucapannya, yang kemudian memicu kemarahan ayahnya. Saat hujan badai, Minato menemukan Yori masih berpakaian lengkap di dalam bak mandi, penuh dengan memar, lalu keduanya melarikan diri ke gerbong kereta tua yang menjadi tempat persembunyian mereka. Setelah badai mereda, mereka keluar dari bawah gerbong dan bertanya-tanya apakah mereka telah “terlahir kembali”, lalu berlari bersama melintasi sebuah ladang. Di kejauhan, jalan setapak yang sebelumnya tertutup pagar kini sudah terbuka, tanpa ada sisa reruntuhan yang terlihat.
Pemeran
- Sakura Andō sebagai Saori Mugino, seorang ibu tunggal
- Eita Nagayama sebagai Michitoshi Hori, wali kelas Minato dan Yori
- Sōya Kurokawa sebagai Minato Mugino, anak Saori
- Hinata Hiiragi sebagai Yori Hoshikawa, teman sekelas Minato
- Mitsuki Takahata sebagai Hirona Suzumura, kekasih Hori
- Akihiro Kakuta sebagai Humiaki Shoda, wakil kepala sekolah dasar tempat Minato dan Yori bersekolah
- Shidō Nakamura sebagai Kiyotaka Hoshikawa, ayah Yori dan seorang ayah tunggal
- Yūko Tanaka sebagai Makiko Fushimi, kepala sekolah dasar
Produksi
Pengembangan

Bagi Hirokazu Kore-eda, Monster adalah film berbahasa Jepang pertama yang disutradarainya sejak kesuksesan internasional Shoplifters (2018), yang memenangkan Palme d'Or di Festival Film Cannes 2018 dan dinominasikan untuk Film Berbahasa Asing Terbaik untuk Academy Award di Academy Award ke-91. Di antara keduanya, ia menggarap dua film panjang, yaitu The Truth (2019) yang berbahasa Inggris dan Prancis, and Broker (2022) yang berbahasa Korea. Informasi awal tentang proyek ini terungkap pada November 2022 setelah syuting selesai. Pada saat itu, Monster sedang dalam tahap pasca-produksi. Untuk pertama kalinya sejak debut film panjangnya Maboroshi (1995), Kore-eda tidak bertanggung jawab atas skenario film. Naskahnya ditulis oleh penulis televisi Jepang yang sukses, Yuji Sakamoto. Kore-eda menggambarkan Sakamoto sebagai satu-satunya penulis yang selalu ia inginkan untuk diajak berkolaborasi, tetapi ia berpikir hal itu tidak akan terjadi. Kore-eda mengatakan bahwa ia merasa dekat dengan Sakamoto karena minat mereka yang sama terhadap motif-motif tertentu. Ia menggambarkan perasaannya sebagai “campuran antara iri dan kagum terhadap kemampuannya mengembangkan suatu tema dengan cara yang sangat menarik.” Sakamoto menggambarkan Kore-eda sebagai “penulis skenario terbaik di dunia” dan mengingat bagaimana ia mengaguminya saat keduanya bersekolah di tempat yang sama dan sesekali bertemu.[8]
Penerimaan
Respon kritikus
Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, 96% dari 168 ulasan kritikus bersifat positif, dengan nilai rata-rata 8,2/10. Konsensus situs tersebut berbunyi: "Dengan kelembutan yang menghancurkan melalui rasa belas kasihnya, Monster adalah sebuah mahakarya dengan sudut pandang yang bergeser-geser yang terus menghadirkan kejutan hingga akhir".[9] Metacritic, yang menggunakan rata-rata tertimbang, memberikan film ini skor 79 dari 100 berdasarkan 40 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "umumnya menyukai".[10]
Mengulas film tersebut setelah pemutaran perdananya di Cannes, Peter Bradshaw dari The Guardian memberinya 4 dari 5 bintang, menyebutnya sebagai "sebuah film yang diciptakan dengan kecerdasan moral dan kemanusiaan yang besar". Alissa Wilkinson dari Vox memuji kepiawaian Kore-eda dalam mengarahkan penampilan anak-anak.[11]
Monster menerima kritik dari penulis dan akademisi queer di Jepang, khususnya terkait strategi pemasaran, di mana tema queer dalam film disembunyikan dan dianggap sebagai spoiler (hingga akhirnya film ini memenangkan Queer Palm di Cannes), serta pada bagian akhir cerita, yang menurut para kritikus justru melanggengkan trope film yang memposisikan karakter queer sebagai korban.[12][13][14] Pada Maret 2024, The Asahi Shimbun menerbitkan sebuah dialog antara dua kritikus, Mizuki Kodama dan Rio Tsuboi, dengan Kore-eda. Dalam percakapan itu, Kore-eda mengatakan bahwa ia bermaksud menampilkan akhir cerita sebagai pilihan Minato dan Yori untuk hidup, dan ia mengarahkannya sebagai sebuah perayaan atas keberadaan mereka. Ia juga mengatakan bahwa ia memperkirakan "sekitar 20 persen" penonton akan menafsirkannya sebagai penggambaran kehidupan setelah kematian, yang diakuinya sebagai "tidak bisa disangkal" merupakan sebuah perkiraan yang meremehkan dan mungkin "naif".[15]
Referensi
- ^ "Monster". Goodfellas. Diakses tanggal 19 April 2023.
- ^ "KAIBUTSU". Festival de Cannes. Diakses tanggal 7 May 2023.
- ^ "Monster (2023)". Box Office Mojo. Diakses tanggal 25 August 2024.
- ^ Goodfellow, Melanie (18 November 2022). "Hirokazu Kore-Eda's New Film 'Monster' Unveiled, As Gaga, Toho Set June 2023 Release". Deadline. Diakses tanggal 19 April 2023.
- ^ Booth, Ned (19 April 2023). "'Monster' Trailer: Hirokazu Kore-eda Returns To The Cannes Film Festival With His Latest Drama". The Playlist. Diakses tanggal 19 April 2023.
- ^ Rooney, David (17 May 2023). "'Monster' Review: Hirokazu Kore-eda Measures the Weight of Bullying on Childhood Friendship in Tender But Diffuse Drama". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal 21 May 2023.
- ^ Rooney, David (17 May 2023). "'Monster' Review: Hirokazu Kore-eda Measures the Weight of Bullying on Childhood Friendship in Tender But Diffuse Drama". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 May 2023. Diakses tanggal 21 May 2023.
- ^ "監督・編集:是枝裕和 / 脚本:坂元裕二". Gaga.ne.jp. 18 November 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 May 2023. Diakses tanggal 19 April 2023.
- ^ "Monster". Rotten Tomatoes. Fandango Media. Diakses tanggal 27 Februari 2025.
- ^ "Monster". Metacritic. Fandom, Inc. Diakses tanggal 1 Juni 2024.
- ^ Wilkinson, Alissa (28 May 2023). "The Cannes movies everyone will be talking about this year". Vox. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 February 2024. Diakses tanggal 27 September 2023.
- ^ Kubo, Yutaka (17 June 2023). 映画『怪物』はなぜ性的マイノリティを描きながら不可視化したのか。映画製作の構造的な問題を考える [Why the film Monster made sexual minorities invisible while depicting them. Thoughts on systemic issues in film production]. Tokyo Art Beat. Diakses tanggal 12 January 2025.
- ^ Wada-Marciano, Mitsuyo (1 August 2023). 『怪物』をめぐる二重の両義性構造 [The structure of the double ambiguity regarding Monster]. Kyoto University Press. Diakses tanggal 12 January 2025.
- ^ Tsuboi, Rio (7 June 2023). 映画『怪物』を巡って——「普遍的な物語」を欲するみんなたちへ [On the film Monster: To all of you who desire 'universal stories']. Books(tore) as a Safer-Space. Diakses tanggal 12 January 2025.
- ^ Kodama, Mizuki (15 March 2024). 映画『怪物』クィアめぐる批判と是枝裕和監督の応答 3時間半の対話 [Film Monster: queer criticism and director Hirokazu Kore-eda's response; a three-and-a-half-hour dialogue]. The Asahi Shimbun (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 15 March 2024.
Pranala luar
- Situs web resmi (dalam bahasa Jepang)
- Monster di IMDb (dalam bahasa Inggris)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


