Monopoli atas kekerasan

Dalam filsafat politik, monopoli atas kekerasan atau monopoli atas pemakaian hukum paksa adalah hak milik negara yang menjadi satu-satunya pihak dalam yurisdiksinya untuk secara sah memakai paksaan, dan sehingga menjadi otoritas tertinggi dari wilayah tersebut. Walaupun monopoli terhadap kekerasan sebagai konsepsi berdefinisi dari negara pertama kali dijelaskan dalam sosiologi oleh Max Weber dalam esai Politics as a Vocation (1919),[1] monopoli pemakaian paksaan fisik yang sah menjadi konsep inti dari hukum kemasyarakatan modern, yang bermula dari karya tahun 1576 karya yuris dan filsuf politik Prancis Jean Bodin berjudul Les Six livres de la République dan buku tahun 1651 karya filsuf Inggris Thomas Hobbes Leviathan.
Referensi
- ^ Weber, Max (2015). Waters, Tony; Waters, Dagmar (ed.). Weber's rationalism and modern society: new translations on politics, bureaucracy, and social stratification. Diterjemahkan oleh Waters, Tony; Waters, Dagmar. New York, NY: Palgrave Macmillan. hlm. 129–198. doi:10.1057/9781137365866. ISBN 978-1-137-37353-3.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


