Michael Bambang Hartono
Artikel ini membahas seorang tokoh yang baru saja meninggal. Beberapa informasi, terutama seputar sebab kematian dan pemakamannya, dapat berubah sewaktu-waktu. |
| Michael Bambang Hartono | |
|---|---|
| Lahir | 2 Oktober 1939 Kudus, Keresidenan Semarang, Hindia Belanda |
| Meninggal | 19 Maret 2026 (umur 86) Singapura |
| Nama lain | Oei Hwie Siang |
| Almamater | Universitas Diponegoro |
| Pekerjaan | Salah satu pemilik Djarum, BCA dan Como 1907 |
| Dikenal atas | Pemilik BCA Pendiri Polytron |
| Kekayaan bersih | US$ 23,6 miliar ( |
| Suami/istri | Ikawati Budiarto |
| Anak | 4 |
| Orang tua | Oei Wie Gwan dan Goei Tjoe Nio[2] |
| Kerabat | Robert Budi Hartono (adik) |
| Michael Bambang Hartono | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 黃惠祥 | ||||||
| Hanzi sederhana: | 黄惠祥 | ||||||
| |||||||
Michael Bambang Hartono (2 Oktober 1939 – 19 Maret 2026) adalah seorang pewaris kekayaan dan pengusaha Indonesia.
Biografi
Bambang dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis. Bambang sekeluarga menganut agama Katolik.[butuh rujukan]
Bambang dan Budi mengembangkan Djarum sampai ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.[butuh rujukan]
Pada 2022, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono dan Bambang Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan US$ 47,7 miliar.[3] Bambang sendiri menduduki peringkat ke-69 dunia dengan total kekayaan US$ 22,3 miliar.[4]
Selain industri rokok, saat ini Bambang dan Budi merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik Polytron.
Asian Games 2018
Bambang mengikuti Asian Games 2018 untuk mewakili kontingen Indonesia dalam cabang olahraga bridge.[5] Ia meraih medali perunggu, serta mendapat bonus atlet yang kemudian ia sumbangkan seluruhnya kepada federasi.[6]
Kematian
Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.[7][8][9] Jenazahnya kemudian dikebumikan di makam keluarga Djarum di Dukuh Nggodo, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada 25 Maret 2026.[10]
Lihat pula
Referensi
- ^ Forbes (3 Maret 2023). "Michael Hartono". forbes.com. Diakses tanggal 3 Maret 2023.
- ^ Putri, Choiriyah Indriyati (10 November 2024). "Profil Michael Bambang Hartono: Biodata, Bisnis, Total Kekayaan, dan Fakta Menariknya". Inilah.com. Diakses tanggal 25 Maret 2026.
- ^ "R. Budi & Michael Hartono". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-03-03.
- ^ "Michael Hartono". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-03-03.
- ^ Fajriansyah, Adrian (2018-08-15). "M Bambang Hartono Mengasah Kehidupan dengan Bridge". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-03-20.
- ^ Jordan, Ray. "Ketika Orang Terkaya RI Terima Bonus Asian Games dari Jokowi". detiksport. Diakses tanggal 2026-03-20.
- ^ Raya, Mercy. "Mendiang Bambang Hartono, Atlet Bridge yang Pernah Harumkan Nama Indonesia". detiksport. Diakses tanggal 2026-03-20.
- ^ "Pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, Meninggal Dunia". kumparan. Diakses tanggal 19 Mar 2026.
- ^ Salasah, Rebiyyah; Fajriansyah, Adrian (2026-03-19). "Bambang Hartono Tinggalkan Warisan Berharga untuk Olahraga Indonesia". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-03-20.
- ^ "Jenazah Bos Djarum Michael Bambang Hartono Dimakamkan di Sebelah Makam..." Kompas.com. Diakses tanggal 2026-03-25.
Pranala luar
- (Inggris) Situs Resmi PT Djarum Indonesia Diarsipkan 2006-06-14 di Wayback Machine.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


