Megandu

Megandu adalah permainan tradisional dari persawahan Banjar Ole, Marga Dauh Puri, Kabupaten Tabanan, Bali.[1] Pada tahun 2023, Megandu sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).[2] Megandu berasal dari kata 'gandu' yang berarti dipukul atau dilempari.[3]

Sejarah dan asal-usul

Permainan ini menceritakan tentang kehidupan agraris anak-anak desa yang sedang menemani orang tua mereka saat panen padi. ​​Setelah membantu di sawah, mereka menghabiskan waktu luang dengan membuat permainan menggunakan bahan-bahan sederhana, seperti jerami, pelepah kelapa, dan tanah sawah. Mereka menggabungkan bahan-bahan tersebut menjadi bola jerami atau gandu sebagai objek permainan.[4]

Megandu sering dilakukan pada tahun 1950-an. Pemerhati budaya ingin merevitalisasi permainan ini dengan menampilkannya pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-29 tahun 1998. Pada PKB ke-36 tahun 2015, Megandu kembali dipentaskan dalam bentuk tarian. Pada tahun 2017 permainan ini dipentaskan dalam rangka acara Festival Ke Uma yang berlangsung pertama kali di Banjar Ole.

Cara bermain

Megandu dimainkan oleh anak-anak atau remaja dengan jumlah 10 sampai 20 orang. Sebuah patok kayu ditancapkan di tengah arena permainan. Masing-masing harus membuat gandu miliknya lalu dikumpulkan dekat patok kayu.[5] Lalu ambil tali pelepah kelapa untuk dibentangkan sesuai kesepakatan dan arena permainan.[6]

Gambaran Megandu adalah upaya seekor burung untuk melindungi telur-telur di sangkarnya. Satu pemain berperan sebagai burung, dan pemain lainnya berusaha mencuri telur atau gandu. Pemain yang bertindak sebagai burung harus memegang tali pelepah kelapa sambil memutari sangkarnya. Tali itu digunakan untuk menghalangi upaya pencuri telur. Jika semua telur berhasil dicuri, maka pemain lain akan melempari telur itu ke arah burung.[7]

Daftar referensi

  1. ^ Ratna, Putri (11 September 2025). "Dari Sawah ke Panggung: Megandu, Permainan Tradisional Bali yang Dibangkitkan Kembali". Budaya Bali.
  2. ^ ""Megandu" Permainan Tradisional Anak-anak Petani Tabanan di Jantra Tradisional Bali 2025". tatkala.co (dalam bahasa American English). 2025-07-06. Diakses tanggal 2025-11-14.
  3. ^ Fahlevi, Muhamad Ramdan. "Megandu, Permainan Tradisional Tabanan yang Diusulkan Jadi WBTB". detikbali. Diakses tanggal 2025-11-14.
  4. ^ "Megandu - Permainan Rakyat | Ceraken Kebudayaan Bali". ceraken.baliprov.go.id. Diakses tanggal 2025-11-14.
  5. ^ "Mengenal Permainan Megandu dari Tabanan | Bisa Dikembangkan jadi Cabang Olahraga". tatkala.co (dalam bahasa American English). 2022-08-18. Diakses tanggal 2025-11-14.
  6. ^ Saputra, Andi Novriansyah. "Sejarah dan Cara Memainkan Megandu, Permainan Tradisional Bali yang Hampir Terlupakan - Metro Jambi". Sejarah dan Cara Memainkan Megandu, Permainan Tradisional Bali yang Hampir Terlupakan - Metro Jambi. Diakses tanggal 2025-11-14.
  7. ^ Saputra, Andi Novriansyah. "Sejarah dan Cara Memainkan Megandu, Permainan Tradisional Bali yang Hampir Terlupakan - Metro Jambi - Halaman 2". Sejarah dan Cara Memainkan Megandu, Permainan Tradisional Bali yang Hampir Terlupakan - Metro Jambi - Halaman 2. Diakses tanggal 2025-11-14.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement