Masjid di Vietnam
Masjid di Vietnam adalah masjid-masjid yang didirikan di wilayah Vietnam. Pendirian masjid di Vietnam telah dimulai di Vietnam sejak masa Kerajaan Champa. Pembangunan masjid di Vietnam terutama sebagai tempat salat berjemaah bagi muslim. Pada awal abad ke-20 Masehi, para ulama dari suku Melayu mulai mengadakan khotbah dengan bahasa Melayu pada masjid-masjid di Vietnam.
Jumlah masjid yang telah dibangun di Vietnam dan telah memiliki alamat resmi sekurangnya sebanyak 50 masjid. Sejak tahun 2016, kegiatan dakwah di dalam masjid mulai digiatkan oleh kelompok-kelompok dakwah di Vietnam melalui pengajaran tentang Al-Qur'an dan tentang agama Islam bagi anak-anak muslim. Kegiatan dakwah lainnya yaitu mengajak muslim di Vetnam untuk salat berjemaah di masjid.
Pendirian awal dan gaya arsitektur
Masjid-masjid terawal yang dibangun di wilayah Vietnam didirikan pada masa Kerajaan Champa. Gaya arsitektur pada masjid-masjid kuno di Vietnam tidak menerapkan gaya arsitektur Islam maupun gaya arsitektur masjid yang umum di Dunia Islam. Ciri khas dari masjid kuno di Vietnam ialah penggunaan atap berlapis dengan dekorasi yang menamplkan kekhasan masyarakat tradisional pada lokasi di sekitar pembangunan masjid.[1]
Pembangunan dan jumlah
Masjid merupakan salah satu jenis bangunan keagamaan yang diperbolehkan oleh Pemerintah Vietnam untuk dibangun di Vietnam. Kebolehan membangun masjid merupakan bentuk penghormatan terhadap muslim di Vietnam.[2] Pada dasawarsa 1930-an dalam masa penjajahan Prancis di Vietnam, terjadi perpindahan penduduk dari salah satu koloni Prancis di India yaitu Pondicherry menuju ke Saigon untuk hidup menetap. Penduduk yang berpindah dari Pondicherry merupakan orang India yang sebagian menganut agama Hindu dan sebagan lainnya merupakan muslim. Muslim dari India kemudian mendirikan beberapa masjid di Saigon selama dasawarsa 1930-an.[3]
Jumlah masjid yang telah dibangun di Vietnam dan telah memiliki alamat resmi sekurangnya sebanyak 50 masjid.[4] Sebanyak 12 masjid di Vietnam terletak di Kota Hồ Chí Minh. Sedangkan di Hanoi yang merupakan ibu kota Vietnam hanya terdapat satu masjid yaitu Masjid Al-Noor.[2] Tiga di antara masjid-masjid yang dibangun di Kota Hồ Chí Minh merupakan masjid terbesar di Vietnam yaitu Masjid Pusat Saigon, Masjid Cholon dan Masjid Jamik Muslim India.[3]
Kegiatan
Masjid di Vietnam digunakan terutama sebagai tempat ibadah bagi muslim khususnya untuk salat berjemaah.[4] Masjid merupakan salah satu lokasi dakwah bagi kaum muslim di Vietnam selain madrasah dan pondok tradisional.[5] Pada awal abad ke-20 Masehi, para ulama dari suku Melayu mengadakan khotbah pada masjid-masjid di Vietnam. Khotbah disampaikan dalam bahasa Melayu dengan memanfaatkan teks-teks keagamaan yang didatangkan dari Dunia Melayu.[6]
Sejak tahun 2016, kegiatan dakwah mulai digiatkan oleh kelompok-kelompok dakwah di Vietnam. Pada sore hari, masjid-masjid di Vietnam mengadakan kegiatan pengajaran tentang Al-Qur'an dan tentang agama Islam bagi anak-anak muslim. Selain itu, kelompok Jamaah Tabligh di Vietnam juga mengadakan dakwah dengan cara mengajak muslim untuk melaksanakan salat berjemaah di masjid.[5]
Referensi
- ^ Nas. P. J. M., dan de Vletter, M., ed. (2009). Masa Lalu dalam Masa Kini: Arsitektur di Indonesia [The Past in the Present: Architecture in Indonesia]. Diterjemahkan oleh Kantjono W., A. T., dkk. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 57. ISBN 978-979-22-4382-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Abdi, Yuyung (Oktober 2013). "Masjid di Negeri Komunis". Travelling Photography-Best spot di Turki, Swiss, Prancis. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 145. ISBN 978-602-021-989-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Corfield, Justin (2014). Historical Dictionary of Ho Chi Minh City. Kota New York dan London: Anthem Press. hlm. 135. ISBN 978-1-78308-333-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Sihmanto (April 2010). Henny, Ikhdah (ed.). Rp2 Jutaan Keliling Vietnam dalam 15 Hari. Yogyakarta: B-First. hlm. 41. ISBN 978-979-24-3891-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Hidayat, Asep Achmad (Juni 2022). Rahman, M. Taufiq (ed.). Sejarah Sosial Muslim Minoritas di Kawasan Asia. Bandung: Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung. hlm. 44. ISBN 978-623-5401-11-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Fakih, Muhammad Ali (Desember 2024). Rusdianto (ed.). Islam di Asia Tenggara: Sejarah Peradaban dan Kebudayaan Islam di 11 Negara. Yogyakarta: IRCiSoD. hlm. 163. ISBN 978-623-8108-78-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


